Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Tahu Pong Semarang

Saturday, 28 March 2009

Viewed 2049 times, 1 times today | 32 Comments |

Satu lagi sajian kuliner khas Semarang


Dengar tahu pong, yang mengerti pasti langsung ngeh ini “Semarang”, bagi yang pertama kali dengar kata ini, mikirnya: “apa ini?”

Tahu Pong adalah nama makanan, bisa dikatakan khas, dari Semarang. Sejak kapan, dan mulai kapan ada, tidak jelas lagi. Penelusuran yang saya lakukan, mencari literatur dan referensi, semua menemui jalan buntu. Hanya hasil “interview” jalanan sambil menyantap sang tahu pong, menemui jawaban bahwa tahu pong sudah luama sekali eksis di Semarang, sejak tahun 1930’an.

Kenapa disebut tahu pong?

Itu adalah kependekan dari kata tahu kopong. Dalam bahasa Jawa, kopong artinya kosong. Lha kok bisa tahu kosong? Inilah kenapa disebut tahu kopong.

Tahu Pong

Tahu yang tengahnya kosong. Tahu ini sebenarnya tahu biasa, seperti tahu-tahu yang lain yang kita kenal. Bedanya, mungkin karena proses pembuatan yang sedikit berbeda, tingkat kepadatan akhir yang berbeda menyebabkan kopong begitu. Sewaktu mentah bentuknya juga sama seperti tahu biasa, tapi setelah digoreng, bagian tengahnya menyusut dan menjadi kopong seperti itu.

Berlawanan dengan tahu pong, ada yang namanya Tahu Emplek. Tahu emplek adalah tahu yang padat dan kenyal, sehingga walaupun digoreng, tekstur ke-tahu-annya masih padat dan kenyal, tidak menjadi kopong seperti saudaranya. Tahu emplek ini, keliatan jelas di foto, luarnya matang coklat keemasan yang mantap, tapi dalamnya masih padat, kenyal sekaligus lembut di lidah.

Tahu Emplek

Malam itu hujan turun sejak sore, membuat jalanan di kota Semarang basah merata dan hawa jauh lebih sejuk daripada biasanya. Menelusuri jalan-jalan di kota Semarang dengan brompit, berjaket, berhelm, bersama teman lama, betul-betul membawa balik kenangan masa kecil sewaktu sering diajak Papa beli tahu pong di Depok untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga. Mampir ke warung yang sama sejak 20 tahun yang lalu, saya mendapati orang yang sudah berbeda, tampilan warung yang sudah berbeda pula.

Tahu Pong Team

Tak menunggu terlalu lama, tahu komplit saya pesan, dan tak lupa jepret sana jepret sini. Ada tumpukan gimbal di dalam rak, ada juga bumbu petis yang legit nan gurih di situ. Sambil memperhatikan cara Tahu Pong Team menyiapkan sajian menggoda ini.

Gimbal

Akhirnya selesailah pesanan saya tersaji manis di depan mata, lengkap dengan acar lobak, dan cabe mantap terpisah. Inilah menu Tahu Komplit, ada telor, ada tahu pong, ada tahu emplek dan gimbal udang….

Tahu Set

Gimbal Yummy

Duh, ternyata malam itu saya cukup beruntung….serombongan pengamen memasuki tenda warung itu, di bawah gerimis yang masih turun, mereka mulai bernyanyi. Terkejut saya mendengar alunan suara merdu dan vokal yang mantap diiringi dengan musik lengkap. Perkusi, cello, biola dan gitar mengiringi lagu Stoney yang populer oleh Lobo, dan berturut-turut ada lagu Let It Be, dan beberapa lagu lain. Tak segan saya memberi Rp. 5000 untuk mereka, pengamen canggih bermodal layak, dengan alat musik yang tidak murah sama sekali, kualitas vokal yang luar biasa untuk ukuran pemusik jalanan. Special request saya Country Road dibawakan dengan apik sekali malam itu…..

Malam itu berlalu dengan kesan yang membekas dalam, 2 hal….tahu pong dan pemusik jalanan canggih…..

Pengamen Canggih

Terima kasih sudah membaca lagi. Selamat mencoba resepnya, dan selamat mampir di Depok kalau lewat atau mampir Semarang ya….

Share This Post

Posted by Saturday, 28 March 2009 on 14:32.

Categories: Food. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

32 Responses to “Tahu Pong Semarang”

Pages: [4] 3 2 1 »

  1. 32
    Meitasari S Says:

    Urang e byuh..,

  2. 31
    Sasayu Says:

    Ni lagi baca artikel2 flashback, trus liat tahu pong. Jadi teringat dengan guru matematika SMP yang luar biasa pintar dan artistiknya. Adik saya juga akhirnya lulus dari SMP yang sama. Ga enaknya punya adik yang luar biasa pintar, setiap kali berkunjung, pasti dibanding2in. Si pak guru ini penggemar tahu gimbal dan lumayan sering mampir ke rumah untuk makan. Analogi yang dipakai setiap bandingin,”Sa, makane ojo kakean mangan tahu pong, la kopong isine, itu si Harun pasti makannya tahu isi!!” hadohhhh….cape deh si Bapak.

Pages: [4] 3 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)