Josh Chen – Global Citizen
Setahun lalu, kami sekeluarga sempat berlibur ke China dan disambut oleh dengan makan-makan kerabat kami di sana. Makanan yang berlebih menjadi ciri khas masyarakat sana yang menganut prinsip lebih baik berlebih daripada kekurangan makan.
Juga karena masa lalu yang suram, kelaparan di mana-mana, kulit pohon dimakan, kerupuk dari tanah liat dibuat, akar digali hanya untuk sekedar mengganjal perut. Dengan kemajuan ekonomi China yang luar biasa, tidak pernah 1 digit, menjadikan pola makan berubah total…..
Biasa jamuan makan di China akan dimulai dengan makanan pembuka yang disebut dengan Cold Dishes, 冷盘 leng pan, baca leng ban, yang terdiri dari berbagai macam hidangan, ada timun, kacang mete, babat sapi yang dimasak kecap, ditiris, diiris tipis, ampela ayam yang dimasak merah, diiris tipis juga, ubur-ubur ditaburi daun ketumbar (cilantro, yensui), buah leci kalengan, dsb.
Yang berwarna coklat panjang-panjang itu irisan babat sapi, kemudian yang kemerahan itu irisan tipis daging dan ampela, dan ada leci kalengan. Kelihatan di situ, irisan tipis daging di bagian belakang, terus kacang mete, timun, dan di depan kalau tidak salah ubur-ubur yang ditaburi daun ketumbar/cilantro/yensui….
Yang ngeri, dilewati saja ya….itu kura-kura kecil utuh, dimasak langsung. Yang tampak di situ adalah batok kura-kura, itu diangkat masih jelas kelihatan ada kepala yang sudah tertunduk lesu, keempat kaki yang lemas, dan tinggal dikelothok (apa ya bahasa Indonesia’nya??), maksudnya dipegang terus diangkat batok tempurung itu, dalamnya full daging harum dan lezat dari kura-kura. Sup ini termasuk paling favorit dalam pesta, termasuk harga yang lumayan, dan paling eksotis dalam keseharian seperti pesta itu. Di sebelahnya kelihatan udang rebus segar, tinggal dikupas, dicocol dengan cuka hitam yang jadi favorit orang China sana.
Foto ini adalah tipikal sekali meja dalam pesta atau perjamuan makan di China. Alkohol adalah mutlak, minimal beer, dan yang di tangan itu rada tinggi alkoholnya, yang tidak biasa tidak dianjurkan ikutan bottom up atau ganbei, baca kanpei, atau kampai bahasa Jepangnya. Lihat di situ ada turtle soup yang sudah dibuka batok tempurungnya, ada ikan, ada daging, dsb…..
April 30th, 2010 at 10:36
JC : ora mentolo liat kura2 nya…
.
Nev: Buto bs maem lauk smua krn no rice…curang dia,hehehe (kabur dulu….)
Pengalaman pribadi : 7hr di China land, maem ga bs kenyang …meskipun awalnya ngebayangin klo mkn disana bakal aman2 aja krn tak kirain chinese food sana ya kyk sini. Untung ada breakfast dr hotel plus kalo diner bbrp kali mkn di rmh org Indo yg tinggal disana jd ngerti perut Indonesia,hihihi….
April 30th, 2010 at 10:30
lho..ada artikel ini to? koq luput?? (dari kerusuhan)
wah..wah…memang dari jumlah piring aja sudah ketebak porsi buto (cilik2 ning uakehhh)
sop kura2?? duh… jadi inget si kuro&kuri…
September 6th, 2009 at 18:26
Saya nggak tega sama kura-kuranya, si Dino Dini mati mengenaskan..
July 14th, 2009 at 11:22
Yo wis, yo wis, karepmu wis, udel yo udelmu kok….hahaha….
July 14th, 2009 at 11:19
Lha kan kalo makan kekenyangan perut jadi mblendung, otomatis udel ikutan maju alias bodong, kikikk….
July 14th, 2009 at 10:47
Lha opo hubungan’e mangan karo udel? Ono-ono wae wis….hahaha….
July 14th, 2009 at 10:46
Iki jenenge mangan sak bodong’e, hehehe…
July 13th, 2009 at 14:48
JC: yaaa ampyyyuuunnnnn kalo udh gitu trus gimane bo ngabisin itu semua, secara liatnya bisa buat kita nge’ces deh….mauuuuu