Pulkam

Pulkam – Adhe Mirza Hakim, Bandar Lampung

Selalu ada kesenangan yang tak terhingga setiap kali kembali kekampung halaman…

DSC03450_resize

Dua hari pulkam rasanya seneng banget, bisa nemuin Ma ‘n Pa yang juga kangen ma anak dan cucu2nya yang datang dari Lampung. Dari tempatku kalo mau pulkam ada beberapa alternative, dulu sempat ada pesawat (Riau Air) yang melayani rute Bandar Lampung – Palembang, begitu juga sebaliknya, dengan jadwal seminggu sekali. Tapi kini sudah di stop penerbangan tsb tanpa alasan yg jelas, mungkin kapasitas angkut penumpang yang masih dibawah target. Lalu ada Kereta api dan mobil Travel. Tapi kalo disuruh milih antara K.A dan mobil travel, milih naik travel aja. Soalnya, kalo naik K.A. nggak kuat lambat banget

Kami lebih memilih bawa mobil sendiri kalau ngajak anak2, lebih nyaman aja, bisa berhenti kapan aja, soalnya bocah2 sering mau pipis. Kali ini kami berangkat Kamis malam 14 Mei 2009, sama supir kami, Ririn, perjalanan malam lumayan lancar, walo banyak juga jalan yang berlubang,  hal yang biasa, lha…dimana-mana jalannya rusak. Berangkat pukul 21.00 malam, kami tiba di Palembang pukul.04.00 subuh.

Sabtu 16 Mei 2009, Pagi hari aku udah berperan layaknya Upik Abu, hehehe…dua ember pakaian bocah2, hubby dan aku, sudah bikin aku teller berats…hihihi rasain loh! Rasanya sudah lama gak nyuci baju jadi begitu nyuci segitu banyak rasanya ‘angop’ banget…hehehe, soalnya di rumah mama gak ada ‘inem’ ato ‘khadimat’ yang menemani. So…tau dirilah jangan buat mama ‘kerja bakti’ gara2 kami datang. Kalau urusan menyiapkan makan pagi, siang dan malam, mama selalu siap sedia. Hm…..enak deh kalo pulkam makan masakan mama.

Siang kami pergi ke rumah tante di 13 Ulu dan rumah nenek di 4 Ulu. Sekalian beli krupuk dan kemplang goreng di deket rumah nenek. Rasanya dijamin asli iwaknyo! (terasa ikannya). Pulang dari rumah nenek, kami ke PS (Palembang Square), biasalah bocah2 mau makan ‘Fast Food’ sambil jjs ke carefour, ada beberapa kebutuhan sembako yang ingin dibeli mama. Jujur deh..kalo ajak mama ke Super Market, selalu inget jaman dulu…kala aku masih sekolah (sampai jaman gue kuliah) suka ikut anter mama ke Super Market, nah..aku suka aji mumpung nih, ambil barang2 yang dibutuhin, macem2 dari cologne, sabun, bedak , shampoo, sampai makanan snacks, bahkan hal2 yang gak perlu2 amat aku masukin ke Trolley, tinggal mama yang harus bayar lebih atas semua barang2 yang aku masukkan. Duh…kalo inget itu, mama gak pernah ngomel sedikitpun! Waduh…mama tuh baiiiikkk banget padahal mama bukan carier woman, hanya ibu rumah tangga biasa. Sedang aku yang jelas2 kerja kantoran, malah suka jengkel dan ngomel2 kalo bocah2 masukin macam2 barang belanjaan ke Trolley.

Kini setelah aku bisa cari uang sendiri, aku mau membalik keadaan saat dulu kala. Aku ingin mama masukin apa aja ke trolley, dan aku yang membayar. Apapun yang mama suka, tapi ternyata mama malah jadi rikuh, kata mama jangan banyak2 belanjanya nanti uang aku habis, duh….mama, abis juga nggak apa2 kalo niatnya untuk nyenengin hati mama. Aku hanya ingin sedikit membalas kasih sayang mama, yang begitu besar sama anak2ny. Dari Carefour, kami beralih ke resto deket rumah, untuk beli lauk pauk buat makan malam. Karena mama harus keluar rumah seharian , akibatnya mama gak sempat masak. Jadi biar praktis dan agar mama tidak capek, kami beli makanan siap saji dengan menu tradisional. Kek sayur asem, ayam dan cumi goreng, sayur capcay, lalapan dan sambel trasi.

Pulang ke rumah sudah pukul 16.00 sore. Aku mau ngajak bocah2 makan pempek panggang di resto ‘Sudi Mampir’ di jalan Merdeka, dulu ngetopnya di sebut pempek SAGA (karena buka kedai pempeknya disamping Bioskop SAGA) dari jaman aku kecil ini kedai sudah ada. Bocah2 nggak mau naik mobil tapi milih mau naik becak, keknya seneng banget bisa naik becak, hehehe…abis jarang naik becak.

Dengan menumpang 2 becak, kami menuju ke resto ‘Sudi Mampir’, selain dengan bocah2 juga ngajak adikku Mira dan Fajar. Setibanya di sana, kami langsung pesan Lenggang Bakar dan Pempek Panggang, serta Es Campurnya yang super uenakkk…kombinasi cincau, dawet, tape, kacang merah, kolang kaling, degan, alpokat dan nangka, wuih…super duper deh!!! Sirop es nya harum ditambah sedikit susu kental manis. Yummie habizz…, kalo rasa pempek panggang dan lenggang bakarnya jangan ditanya deh! Ditambah pempek adaan, telor kecil, sang krupuk dan otak-otak. Bikin kami teseler…..hehehe istilah wong plembang artinya, super kekenyangan. Aku sempat nanya sedikit nama pemilik resto sudi mampir ini, namanya bpk. Ki Agus Hi. Halim bersama istri dan anak2nya bahu membahu menjalankan bisnis dagang pempek ini. Sejak kira2 th 1965, katanya sih usaha turun temurun milik orang tuanya.

DSC03428_resize(2)

tampak depan resto sudi mampir

DSC03439_resize

DSC03434_resize

DSC03436_resize

Setelah selesai menyantap pempek di Sudi Mampir, kami berjalan menuju Monpera Square, disana ada bangunan bersejarah, namanya benteng Kuto Besak, ditepian sungai musi. Kalo jjs sore2 kesini, suasananya rame, banyak orang duduk2 di tepian sungai musi, sambil bercengkrama bersama keluarga masing2, ada juga mainan odong2 buat anak2 kecil, pedagang balon dan mainan anak2, jagung bakar dan kue2 jajanan pasar lainnya. Ada juga warung pempek terapung (jualan pempek diatas perahu). Setelah puas jjs dan potret sana sini, kami putuskan untuk pulang kembali kerumah by becak. Pokoke itu becak kami carter judulnya.

DSC03461_resize

DSC03452_resize

Besoknya, hari Minggu 17 Mei 2009 pukul 10.00 pagi, gue, bocah2, Mira dan fajar denga Ririn sebagai supirnya, pulang kembali ke Lampung, nah…dalam perjalanan pulang ini, kami sempat berhenti istirahat makan siang di Resto Alam Agung di jalan Jend. Sudirman Kota Kayu Agung, wah….TOP deh rasanya! Menunya macam2, ada Pindang Ikan Baung, ikan seluang goreng, ikan gurame bakar, pepes ikan seluang, ayam bakar, cah kangkung, kering tempe, serta lalapan plus sambel. Saat mau minta minuman penutup berupa air degan, eh..ternyata degannya habis….akhirnya pesan es jeruk dan es teh manis. Lagi2 kami dibuat teseler. Hehehe…setelah makan dan sholat, kami lanjutkan perjalan ke Lampung, Alhamdulillah pukul 18.00 sore kami tiba kembali dirumah.

DSC03489_resize

About Adhe Mirza Hakim

Berkarir sebagai notaris dan PPAT yang tinggal dan berkeluarga di Bandar Lampung. Berbagai belahan dunia sudah ditapakinya bersama suami dan anak-anak tercintanya. Alumnus Universitas Sriwijaya dan melanjutkan spesialisasi kenotariatan di Universitas Padjadjaran. Salah satu hobinya adalah menuliskan dengan detail (hampir) seluruh perjalanannya baik dalam maupun luar negeri lengkap dengan foto-foto indah, yang memerkaya khasanah BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.