Ujung Genteng, Yang Paling Ujung…

Saras – Jakarta

Teman-teman GCN apa kabarnya saat ini? Jalan-jalan lagi yuuuuu!! Khusus buat yang sehat aja ya, yang lagi sakit boleh baca-baca aja sambil nyeruput Teh atau Susu panas. Selamat membaca and selamat jalan-jalan buat yang sehat.

Saya jadi wanita single yang udah cukup lama (yang lebih lama lagi ternyata banyak loh..), ternyata benar, ada enak dan ada nggak enaknya juga. Kata Koesplus di dalam lirik lagunya ada benernya, kalau single kemana-mana memang enak selain nggak ada melarang nggak juga di nyariin. Disini saya menceritakan yang enaknya aja dulu ya (karena emang bagi saya banyak yang enaknya sih jadi wanita single), rasanya sayang kalau ke single-an saya ini tidak dinikmatin, apa lagi kalau dinikmati bersama-sama oleh sesama wanita-wanita single, pasti seru. Apa lagi katanya (siapa aja asal orang nich ya yang bilang) kalau banyak berbagi kesenangan dengan siapapun akan disayang sama DIA (baca=Tuhan). Aminnnnn!!

Ok, let’s start!! Dengan cukup ambil cuti dua hari saya berangkat bersama teman-teman sesama single ke suatu tempat wisata yang kata orang luar biasa eksotiknya, letaknya di paling ujung Pulau Jawa (pesisir Pantai Selatan) bernama Ujung Genteng. Tidak ada yang melarang Ujung Genteng here I come!!

Berangkat dari bilangan Jakarta Selatan, naik mobil yang berisikan lima orang penumpang kami sepakat jalan lebih pagi mengingat perjalanan darat ini memakan waktu enam jam. Dengan segala perbekalan (camilan biasanya nich yang enak-enak buat dimakan diperjalanan) serta air mineral saya bersama teman-teman mulai menikmati perjalanan pagi hari. Walaupun awal-awalnya terasa membosankan, tapi ternyata kebosanan tersebut hilang segera.

Pertama, sempat dibuat kesal oleh kemacetan dan keribetan lalu-lintas disekitar Cicurug dan Cibadak. Sampai akhirnya saya menemui juga pemandangan yang indah. Pantai Pelabuhan Ratu tampak terlihat jelas, semakin indah sekali ketika kendaraan kami berada di atas perbukitan Bagdagan. Belum lagi pemandangan perkebunan ‘teh Surangga yang hijau sejauh mata memandang.

Di beberapa wilayah menuju Ujung Genteng saya bersama teman-teman harus sedikit berhati-hati (nggak bisa ngebut), karena selain memasuki wilayah desa-desa yang kecil jalanannya kami juga menemui jalanan yang berkelok-kelok serta naik-turun gitu deh.

Akhirnya setelah 6 jam perjalanan sampailah saya dan teman-teman di Ujung Genteng. Saran saya setelah puas berkeliling dan menikmati semua yang dihidangkan Ujung Genteng, saya cuma bisa bilang jangan pernah tidak datang ketempat ini…menyesal dikemudian hari tidak ada obatnya…eelaeehh yang inii lebay saya!!

Cikaso1  Cikaso2Cikaso4 Cikaso3

Buat teman-teman yang suka fotografi, Ujung Genteng saya referensikan menjadi tempat jitu buat sasaran kamera-kamera anda (ayo JC cs hunting ke sini anda pasti puas), sunset-nya so beautiful. Buat pantainya tidak kalah ko dengan Bali, ya ciri khas pesisir Pantai Selatan tetap masih terlihat. Terkenal bersih serta air dan ombaknya amat besar (Pantai Selatan, masih sering kita mendengar ada korban kalau berenang di sini). Keunikan dari Ujung Genteng ini adalah pantainya tidak terdapat ombak, denger cerita dari pemandu sih katanya karena sudah tertahan oleh benteng/batu karang yang berada disekitar 200m sebelum garis pantai. Jadi kalau kita mau berenang atau berendam di Ujung Genteng nggak usah takut ombak besar datang. Kalau air lagi pasang kira-kira satu meter, kita bisa berendam, bermain perahu karet atau sekedar leyeh-leyah didalam air bersama teman-teman atau keluarga, lebih enak kalau sama yayang kali ya.

Teman-teman juga bisa jalan agak ketengah sedikit (harus berani ya kalau nggak nyesel lo..) karena kita bisa menikmati biota laut seperti bintang laut, siput-siput laut, ikan-ikan hias warna-warni atau udang-udang kecil yang tampak malu-malu bermunculan, ini nih yang satu lagi….cacing-cacing laut, pasti pada suka khususnya kaum wanitanya..ha ha ha ha ha ha beda loh cacing dan ulet.

Kalau teman-teman beruntung dan pas musimnya penyu bertelur, naahhhh…kita bisa menyaksikan deh penyu-penyu hijau (Chelonia Mydas) lagi bertelur di malam hari, tapi zzzzzztttttttttt…jangan rebut ya mereka kalau mau bertelur harus sunyi senyap terutapa saat penyu-penyu tersebut menggali lubang pasir tempat menyimpan telur-telurnya.

Penyu Hijau1

Penyu Hijau2

Tidak jauh dari Ujung Genteng ada lokasi berselancar yang menurut pemandu wisata beberapa wisman (wisatawan manca Negara) datang dan berselancar, pendapat mereka tempat tersebut merupakan tempat yang bagus dan bersih serta memiliki ombak yang cukup menantang.

Bagi seorang petuang (tidak perlu petualang sejati ko yang biasa-biasa juga boleh) mereka bisa berpetualang dengan kendaraan 4WD, Trail Bike, Mountain Bike, Surfing atau Boating pas deh Ujung Genteng tempatnya, benar-benar full tantangan. Jangan lupa juga mampir ke Air Terjun Cikaso ya, pemandangan alamnya menyejukkan mata dan hati.

Pokoknya teman-teman tidak rugi deh jalan-jalan ke Ujung Genteng apa lagi bagi yang punya hobi ber klik-klik ria. OK, karena emang sudah dari lahir baik hati (geer banyak boleh ya teman-teman GCN) saya bawakan foto-foto sebagai oleh-oleh yang bisa dinikmati bersama-sama….yuuuu..mareeee!!

Sunset1 Sunrise1 Sunrise2  Sunrise4 Sunrise5 Sunrise6

Dhikaaaa…besok-besok kalau ke Ujung Genteng lagi ajak-ajak donkkk, jangan cuma cerita aja…akukan sirik!! (cerita ini diceritakan seorang sahabat saya….Andhika Anggraeni)

Buat GCN salam kompak……

Saras

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.