Tara W. Setyanto (larascinde@yahoo.com)
Satu setengah bulan lalu, suamiku merasa sangat sakit, nyeri di sekitar perut kanan bawah hingga selangkang paha kanan. Badannya lemas dan terasa selalu kedinginan, kepala pusing, gampang capek, mual, dan napsu makannya jauh menurun. Pinggang, panggul dan punggung rasanya pegal, sampai selalu minta dipijit setiap kali pulang kerja.
Tidak ada kata lain kecuali harus pergi ke dokter waktu pagi itu dia merasa sangat tidak nyaman karena nyeri di perut kanan bawah makin terasa. Suami lalu ke dokter internist langganan di PKU Muhammadiyah Taman Puring, Kebayoran baru, rumah sakit kesayangan yang sudah sering membantu keluarga bila dalam keadaan sakit, juga yang telah membantuku melahirkan dua anak perempuan kami.
Bu Uti, dokter internist itu, meneliti dengan sangat cermat. Baru didengar symptoms yang disebutkan, sang dokter sudah langsung curiga. Ada masalah dengan ginjal suami. Lalu tekanan darah yang sudah diukur, yang ternyata naik banyak sekali, diterapi dengan oral medicine. Surat pengantar dibuat untuk dokter radiologi untuk periksa apa ada pembekakan di kedua ginjal.
Dokter radiology menerima surat rujukan dari internist, lalu suami dianjurkan puasa, hanya diperbolehkan makan bubur dan menghindari makanan berserat supaya organ dalam yang akan dirongent dapat terlihat.
Hasil rongent lalu dibawa ke internist semula. Dari sana diperoleh hasil yang menyatakan bahwa ginjal kanan suami tidak berfungsi. Gambar yang didapat dari radiologi menampakkan tidak tertembusnya gambar ginjal kanan, artinya ginjal kanan mampet. Juga terbaca adanya pembengkakan. Bu Uti lalu mereferens suami ke dokter urology yang kebetulan tidak tersedia di Taman Puring. Setelah aku hunting via phone, ketemu juga urolog yang dekat dengan rumah tinggal kami, di Rumah Sakit Bintaro Internasional.
Dr. Emil Dinar, Sp.Ur., itu namanya. Orangnya ramah, sangat membantu sekali. Dan sangat hati-hati. Baru kali ini aku ketemu dokter di Bintaro Internasional yang betul-betul mau memperjuangkan bahkan sampai kelarnya masalah pembayaran yang ditanggung asuransi. 100% dicover AIA. Padahal jumlah yang harus dibayarkan lumayan bunyi, semua sampai 28juta, karena ternyata prosesnya setara dengan operasi tingkat menengah, pakai bius. Jadi mau tak mau, suami harus opname.
Operasi cuma semalam, pagi hari suami sudah bisa makan seperti biasa. Sorenya sudah bisa pulang ke rumah. Operasi dilanjutkan dengan terapi lasik. Menurut Pak Emil, ada sumbatan di ureter kanan yang membuat air seni yang terdapat di ginjal kanan tidak dapat turun dengan normal. Tapi dengan bantuan Pak Emil, proses endoskopi itu juga sekalian untuk memperlebar celah sempit yang membuat saluran ureter terhambat. Ada serbuk seperti pasir halus yang hancur sesaat setelah Pak Emil mengorek sekitar celah sempit dalam ureter. Dan memang seperti yang Pak Emil katakan, air seni suami akan keluar bercampur dengan serbuk halus itu saat buang air kecil.
Saat di rumah, aku sempatkan browsing internet mencari tau soal hal yang bisa membantu penyembuhan sakit ginjal suami. Ketemu ! Ada beberapa artikel yang menyebut konsumsi semangka sangat dianjurkan untuk membantu membersihkan ginjal dari kristal yang terbentuk. Ini dia !
Mulailah konsumsi semangka berbarengan dengan terapi lasik yang diresepkan dokter. Seperti orang mau balas dendam, suami makan semangka sebanyak yang dia bisa. Sehari bisa satu gelundung besar semangka seberat 5 kg dilahapnya, dengan harapan ginjal kanan bisa bersih seperti sediakala. Dan seperti jenis buah berair lainnya, makan semangka gak bikin gemuk, dan perut gak jadi kembung karenanya.
Sekarang sudah sebulan lebih suami menyantap semangka setiap hari, disamping juga memakan menu biasanya. Terapi obat lasik sudah berakhir kira-kira tiga minggu yang lalu. Tekanan darah tinggi suami belum turun banyak, jadi internist masih juga harus memberi terapi oral medicine. Tapi rongent terakhir sangat menggembirakan. Fungsi ginjal kanan sudah sangat-sangat jauh membaik, belum 100%, tapi bisa dibilang sudah lebih dari 60% sembuh. Ginjal kanan sudah dengan jelas dapat ditembus sinar, walau ureter belum tampak tembus terlalu jelas. Tapi ini kemajuan ! Tak kurang dari sang internist pun menjadi sangat terheran-heran, karena di saat terakhir sebulan lalu, berdasarkan hasil rongent, ginjal kanan suami masih tidak berfungsi sama sekali. Alhamdulillah ya, Allah…. Kami bersyukur sekali….
Tinggal sekarang bagaimana menyikapi tekanan darah tingginya. Konsumsi semangka tetap dilakukan. Hanya mungkin harus ditambah diet garam, artinya suami harus makan dengan menu yang berbeda dari yang lain. Saatnya aku harus buka-buka internet lagi, mengejar artikel cara menurunkan tekanan darah tinggi. Kalau ada konsumsi makanan segar yang bisa menurunkan kadar garam dalam tubuh, kenapa harus tergantung obat oral ? Begitu kira-kira dasar pemikiran saya. Maka dengan membaca bismillah…, aku browsing lagi internet untuk mendapat saran pengobatan tekanan darah tinggi. Moga-moga sehat itu tidak pergi terlalu jauh dari suami…hingga kami bisa memilikinya kembali.
Selesai
Sumber pustaka:
1. Mengenal Batu Ginjal – www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=103
2. Khasiat Tumbuhan III – www.gealgeol.com/2008/04/17/khasiat-tumbuhan-iii.html
3. Sehat Dengan Terapi Jus – mediaindonesia.com/mediahidupsehat/index.php/read/2009/05/28/1222/…
4. Manfaat Buah Semangka – warnadunia.com/manfaat-buah-semangka
February 5th, 2012 at 11:56
Maaf baru baca artikel ini. Apa yg sudah dilakukan sudah baik. Jus semangka memang bagus untuk hancurkan batu ginjal. Namun dosis baiknya 200 cc 3 sampai 6 x sehari, dan dijus bersama dengan biji, daging buahnya yang berwarna merah dan putih dan tidak perlu disaring, diminum 1 jam sebelum makan dan diantara waktu makan. Kebetulan saya akupunkturis di Klinik Fairuzholistic dan sudah menyarankan kasus ini. Jika kadar gula dalam darah tinggi, pembuatan jus tidak disertakan daging buah semangka yang berwarna merah. Insya Allah batu akan keluar bersama urin Namun jika batu sudah menutupi ginjal, baiknya perlu dilakukan oprasi juga. Semoga bermanfaat.
August 8th, 2011 at 11:20
Komen #9 dari JC.kalau istri saya dibuat untuk sayur asem,pengganti labu siam
September 3rd, 2009 at 09:28
Menjawab semua komentar :
Gak jelas apa jenis kristal yang ada dan memenuhi ginjal kanan suami (sampai mampet, gak bisa tembus X-ray), entah itu calcium, atau iron atau uric acid atau collesterol atau material lainnya. Yang jelas, menurut dokter, banyak kemungkinan yang bisa menyebabkan terbentuknya kristal dalam ginjal suami (bukan gagal ginjal, tapi batu ginjal).
Ada sebuah saluran ureter (yang kanan)yang tersumbat (menurut dokter itu bisa karena sebab alami, biasanya menyerang pria), itu sebabnya dokter mencoba memperbesar lubang mengalirnya cairan dari ginjal melewati ureter dengan cara sedikit mendorong/mengikis menggunakan ujung kawat yang digunakan saat endoskopi.
Menurut dokter, beberapa orang memiliki bakat/kecenderungan untuk mengalami pengkristalan zat tertentu dalam ginjal, mungkin ini juga terpengaruh dari gaya hidup yang dia jalankan, termasuk jenis makanan apa saja yang dikonsumsi.
Ibaratnya, bila orang lain mengkonsumsi kangkung dalam interval 3 kali seminggu tidak mendapat pengaruh mengkristalnya iron dalam ginjal, orang yang berbakat mengalami pengkristalan di ginjal akan segera mengalami hal tersebut meski hanya mengkonsumsi sepertiga porsi dari orang lainnya.
Sebagai info, bapak mertua saya juga pernah mengalami penyakit batu ginjal (juga bukan gagal ginjal). Selama ini konsumsi air mineral yang diminum suami (dalam kacamata saya) tergolong sedang, bukan banyak. Artinya, suami minum 2 lt air per hari. Tapi ada kemungkinan suami juga sempat beberapa waktu kekurangan mengkonsumsi air minum karena sangat sering bepergian dengan mobil ke luar kota sendirian.
Yang pasti, sekarang konsumsi makan semangka sudah jauh berkurang. Logikanya, kristal di ginjal suami sudah sangat jauh berkurang jumlahnya, hingga kami memutuskan untuk mengurangi asupan semangka yang di saat lalu sampai bisa disantap separuh buah sekali makan. Sekarang buah semangka itu cuma “yang penting hadir” setiap kali suami selesai makan (pagi, siang sore), dengan porsi normal seperti pada umumnya (semangkuk buah).
Untuk kadar gula darah, kebetulan suami tidak memiliki kecenderungan diabetes, dan sudah diuji melalui lab. sampai berulang kali.
Penyakit asthma dapat kambuh karena semangka, saya duga juga karena kandungan gula yang ada dalam buahnya (briks-nya tinggi).
Kebetulan juga, suami tidak mengidap sakit asthma, jadi konsumsi semangkanya aman untuk dia. Yang pasti, karena tempo hari sempat cuma ngemil semangka, berat badan suami sampai turun beberapa kilo tanpa merasa lemas sama sekali, malah badannya terasa segar. Cuma buang air kecilnya sering sekali.
Saya duga, penurunan berat badan ini juga berpengaruh pada kesehatannya. Badan jadi tidak mudah capek.
Saat ini konsumsi sayuran hijau sudah mulai dikonsumsi lagi, sedikit demi sedikit. Tidak sebanyak dulu ketika suami belum ketahuan terkena batu ginjal. Konsumsi obat penurun takan darah saat ini sudah stop sama sekali, karena tekanan darah suami sudah masuk ke level normal.
Tinggal sekarang bagaimana kami mengubah gaya hidup kami dalam mengkonsumsi dan memilah makanan yang sehat untuk kami semua.
Bukankah kesehatan adalah anugerah Tuhan yang termahal bagi manusia ?
August 30th, 2009 at 02:13
wah ternyata,,,, infonya menarik nich,,,
August 26th, 2009 at 00:37
Maaf ketinggalan. Kembangnanas; setelah membaca beberapa referensi di internet, saya pikir ada kalsium di ginjal kanan suami Tara (kencing batu), jadi bukan sakit ginjal. Mungkin batu2nya sdh besar jadi musti dioperasi, sedangkan yg kecil2 dilasik. Betul Tara? Silakan buka link ini utk referensi http://www.webmd.com/kidney-stones/kidney-stones-topic-overview. Adakah diantara pembaca Baltyra profesi dokter? Mohon pencerahan. Terima kasih dan salam.
August 25th, 2009 at 23:59
Sori, baru baca artikel ini. Saya cari di internet, ketemu http://www.nutritiondata.com/facts/fruits-and-fruit-juices/2072/2, ternyata gula di buah semangka itu tinggi sekali. Kalau mengkonsumsi terlalu banyak semangka, hormon insulin dan pankreas kerja berat. Tetapi buah semangka banyak pengandung Potasium (pH darah) serta Vitamin A dan C. Saya bukan dokter, tetapi saya pikir kita harus banyak minum air putih supaya ginjal kita bekerja ringan karena kita sering BAK. Oh ya, di Amrik ini, untuk meeting internal 1 jam saja di pagi hari, hampir setiap orang membawa gelas kopi atau botol air mineral.
July 27th, 2009 at 08:50
makasih untuk infonya, tapi bukannya orang yg sudah terkena ginjal parah itu minumnya pun harus diukur berapa ml air yg boleh dikonsumsi, termasuk semangkanya jg hrs diatur berapa gramnya. Tks
July 27th, 2009 at 02:48
Ihhh avatarku kok kek ngono lho giginya nongol dua gitu horor hehehe…
July 27th, 2009 at 02:46
Makasih info-nya kebetulan temen saya ada yang punya masalah sama ginjal…nanti saya kasih tahu dia deh. Semangka itu buah fav suami, sementara saya eneg dan bosan ngeliat ini semangka selalu bertengger didlm kulkas…tahu begini sekarang saya ikutan rajin konsumsinya deh hehe…mas JC good idea juga yah,dimasak kulitnya…nanti deh saya coba.