Did You Mean ‘KELEPON’?

Juwita Setiono – Australia

Klepon salah satu jajanan yang aku sukai sejak masih duduk dibangku sekolah SD, SMP sampai lulus SMA…

Kemarin sore, tiba-tiba aku pengen makan klepon. Jajanan kesukaanku sejak aku masih duduk di bangku sekolah SD, SMP, sampai lulus SMA aku tetap doyan makan klepon. Belinya gampang, di Tegal ada mbok2 tukang jualan jajanan, mulai dari gemblong, indil2, ketan tabur parutan kelapa, kue serabi dan tentunya klepon kesukaanku itu.
Jajanan yang dijual oleh mbok2 itu ditaruh di tampah dan disunggi di kepalanya. Dipunggung si mbok ada bakul tempat menaruh termos kaleng isi kuah gula jawa dan santan untuk kue serabi.
Selesai sekolah SMA aku pindahan ke Jakarta.. masih tetap doyan makan klepon dan belinya di foodcourt  Plaza yang megah, bukan dari mbok tukang jualan jajanan. Sampai terakhir sebelum aku pindahan ke Sydney, aku tetep doyan makan klepon, jangan2 muka-ku sudah bundar –bulat kayak klepon, hahaha…
Nah, setelah tinggal di Sydney ini mulai repot.. Klepon jadi barang langka. Kalau beruntung, bisa didapatkan di toko Oriental. Persediaan memang terbatas, tidak selalu ada kue klepon.
Satu bungkus kecil isinya 4 butir, harganya sekitar $3/bungkus. Muahal sekaliii… Itupun aku beli saking pengennya! Belum puas mengunyah kue bundar bulat berwarna hijau isi gula jawa itu, 4 butir klepon di kotak plastik sudah ludes, tersisa parutan kelapanya saja.
Akhirnya aku putuskan: Bikin klepon saja sendiri, apa susahnya? Dari hasil googling: “resep klepon”, malah dapat pertanyaan balik: “Did you mean kelepon?” Iya.. Klepon, ke-le-pon! Karena kurang yakin, aku tanya ke mami di Tegal dan dapat  jawaban lewat sms nggak kalah cepatnya dengan hasil Google, haha..
Begini sms resep Klepon:
Semangkok tepung ketan, diuleni air dingin, kasih perwarna ijo, sampai tidak lengket.
Godog air panas sampai mendidih.
Glondong2i kasih gula merah, langsung masuk air panas di atas api.
Kalo sudah ngapung angkat, taro di kelapa parut.
Kebetulan semua bahan2 tersedia di lemari dapur. Termasuk pewarna hijau. Tapi aku pikir2, kenapa klepon mesti warna ijo yaa.. Yang bilang klepon mesti warna ijo sapa?
Akhirnya aku bikin klepon warna merah, hahaha..
Kelepon pink

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.