Mabok Sake, yuk…!!

Sakura – Jepang

Pemurnian air ala tradisional Jepang

Akhir bulan Maret lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi Niigata, sebuah kota penghasil beras terbesar di Jepang. Sebenarnya ini adalah kedua kali saya ke sana, tetapi pada kesempatan pertama saya tidak sempat ke mana-mana karena focus kepada pekerjaan. Pada kesempatan yang kedua ini, setelah saya berhasil menyelesaikan  proyek kerja saya dengan pihak swasta di Niigata, saya mempunyai waktu lebih untuk jalan-jalan di seputar Niigata. Kebetulan kali ini saya datang lagi di bulan Maret, dimana suhu udara masih cukup menggigit di sana, jadi asyik sekali dibawa jalan-jalan, dibandingkan pertama kali saya ke sana bulan September, hehehe…summer cukup bikin lelah kalau dibawa jalan-jalan. Kebetulan Niigata adalah kota yang cukup dingin di Jepang saat winter.

 Sake shop dari depan

Niigata adalah sebuah kota kuno di Jepang yang sudah ada sejak jaman prasejarah kepulauan Jepang (Japanese prehistory) yang dimulai dari akhir zaman Pleistosen (14.000 tahun SM) hingga zaman Holosen (400 tahun SM), bersamaan dengan zaman batu pertengahan atau zaman Batu Baru yang ditandai dengan mulai digunakannya barang-barang tembikar. Pada jaman restorasi Meiji, Niigata menjadi salah satu kota pelabuhan terbesar di Jepang, kearen kebetulan Niigata terletak di tepian atas bagian tengah pulau Honshu..nah lho, bingung khan? Silahkan lihat di peta..hehehe…

Sebagaimana saya sebutkan di awal, Niigata merupakan penghasil beras terbesar dan terenak se Jepang. Di mana-mana akan terlihat hamparan sawah-sawah yang indah. Saya ini emang “wong ndeso”…hehehe..senangnya kalau sudah ketemu yang namanya sawah, kebun teh, kolam ikan…duuhhh ndeso banget yak. Sebenarnya banyak hal yang bisa ceritakan tentang Niigata, terutama untuk kegiatan-kegiatan riset saya yang berhubungan dengan sumber daya alam di Niigata.

Display sake di depan toko

Tapi rasanya nggak siip untuk membahas di sini, jadi di sini kita ngobrolin yang asyik-asyik aja yaa…(sebenarnya siii, semua yang berhubungan riset saya itu sifatnya rahasia dan off the record..hahaha..biasa, ngeles aja). Nah berbicara tentang beras, apa yang terkenal di Jepang yang dari terbuat dari beras???…100!! jawabannya adalah sake. Sake atau minuman fermentasi tradisional Jepang, difermentasi dari beras dengan menggunakan kapang Aspergillus flavus. Produk samping dari fermentasi sake adalah kojic acid, yang bisa digunakan sebagai whitening lotion buat kulit, dan para geisha di Jepang sejak jaman dulu menggunakan kojic acid dari beras ini untuk krim pemutih kulit. Duh, memang kalau ngomongin riset nggak ada stopnya, jadi kita balik aja lagi ke laptop…hehehe..

Nah, saya di sini punya beberapa foto yang saya ambil dari sebuah toko sake tertua di Niigata. Di mana barang-barang yang digunakan untuk pembuatan sake jaman dulu masih disimpan dan dirawat di toko ini, yang merupakan suatu perusahaan keluarga yang meproduksi sake tradisional Niigata.

Beberapa barang-barang tembikar memang mirip-mirip dengan budaya China. Lets enjoy and mabok sake in Niigata!!!

Cheers,

Sakura

 

 Barisan botol-botol sake tradisional Niigata Botol-botol sake jaman dulu  Display toko dari depan  Gentong-gentong sake Ini sake semua isinya Nin gyou Nin gyou-2  sake yang sedang dijualcara fermentasinya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.