Titik-titik… Titik!?!

Juwita Setiono – Sydney

Biasanya kalau ide sedang mengalir, kita mengetik dengan lebih cepat. Tak, tik, tuk.. sreet.. Wah, itu bunyi mesin ketik jaman dulu, kalau sekarang sih keyboard sudah tidak berisik sewaktu pads-nya diketuk. Nah, karena sedang semangatnya menumpahkan ide yang mengalir, kadang kita lupa mengetik tanda baca atau memberi spasi.

Rasanya kok buang waktu saja, mesti ketik tanda tanya, tanda seru, koma dan titik dua. Apalagi mesti memikirkan pemenggalan alinea, pemakaian huruf besar dan huruf kecil, memberi spasi setelah tanda koma (betul, kita mesti memberi spasi setelah kita mengetik tanda koma) dan masih banyak lagi tanda baca lain yang mesti kita perhatikan sewaktu kita mengetik satu naskah tulis.

Apa sih pentingnya tanda baca?

Jaman dahulu tanda baca hanya dimengerti oleh orang yang tugasnya membaca. Ya memang ratusan tahun yang lalu tidak banyak orang pandai membaca dan menulis, jadi ‘petugas membaca’ inilah yang mengerti kegunaan tanda baca.

Jaman sekarang lain, hampir semua orang pandai membaca dan menulis. Kalau kita membaca satu naskah dengan bahasa formal tentunya penempatan tanda baca sangat akurat, tetapi kalau kita membaca pesan SMS, siapa yang peduli dengan tanda baca?

clip_image004Menulis di BLOG tidak memakai kaidah tata bahasa yang baku, kita bisa menulis dengan gaya bahasa yang tidak formal dan itu sah-sah saja di sini. Tetapi ini tidak berarti bahwa kita bisa menulis panjanglebartanpatandabacadantanpaspasi, qta psti bngung bgt jdny.

Misalnya, kita mau menuliskan ‘kata-kata’ menjadi ‘kata2’, ‘ingat’ menjadi ‘inget’, ‘siapa’ menjadi ‘sapa’, ‘kalau’ menjadi ‘kalo’, ‘tahu’ menjadi ‘tau’. Semua contoh kata tersebut masih enak dibaca dan dimengerti artinya.

Tetapi sebaiknya kita menghindari singkatan kata, seperti: yg, g, gw, tdk, bgt, klo. Kalau dituliskan lengkap akan lebih enak dibaca: yang, gak, gue, tidak, banget, kalo.

Yang mesti dan harus diterapkan adalah tanda baca yang paling umum dan aturan pemakaiannya, yaitu: clip_image005

Titik.

Artinya berhenti, stop. Letaknya di akhir kalimat. Tidak pernah ‘titik’ diletakkan sebelum ‘tanda tanya’ atau ‘koma’.

Koma,

Artinya berhenti sejenak. Letaknya di antara barisan kata2 untuk menandakan ‘jeda’.

Tanda tanya?

Artinya membaca dengan nada dinaikkan, sedang bertanya. Letaknya di akhir kalimat.

Masih ada lagi aturan umum yaitu letak ‘spasi’: clip_image006Harus ada penambahan spasi setelah tanda baca ‘koma’.

Tidak perlu spasi sebelum ‘tanda tanya’.

Tidak perlu spasi sebelum ‘tanda titik’.

Harus ada spasi setelah kata ‘di’ dan ‘ke’ yang menunjukkan ‘letak’.

Memang tidak mudah untuk mengikuti aturan penggunaan tanda baca dan spasi, apalagi kalau kita sudah terbiasa dengan gaya mengetik kita.

clip_image007Gaya bagaimana yang dimaksud?

Gaya dotdotdot… wah gaya apa ini…baru tau nih…ada gaya mengetik yang…hmm…bernama dotdotdot…hmm…apa ya…lucu juga sepertinya… – Ini adalah gaya mengetik dengan banyak tanda titik-titik dalam satu kalimat, kadang ada dua titik, kadang sampai satu baris penuh titik semua.

Tidak ada yang salah dengan penggunaan titik-titik, karena maksudnya sedang ingin memberi efek khusus kepada satu kalimat, misalnya efek tegang atau sedang menghela nafas. Nah, ada tanda baca yang bisa menyampaikan pesan ini, yaitu penggunaan ‘koma’ atau ‘titik’ lalu memulai kalimat baru. Penggunaan ‘koma’ dijamin tidak mengurangi efek tegang yang ingin disampaikan.

clip_image009Gaya koma,,,sebagai pengganti titik-titik,,,tanda koma beruntun sering dipakai,,,tanpa menyebabkan kalimat itu kehilangan artinya,,,sungguh,,,percayalah,,, – Tidak ada yang salah dengan penggunaan koma yang beruntun, tetapi sebaiknya tahan dirilah, satu ‘koma’ saja cukup.

gAYa HuRUf BeSaRKeciL. biSa jAdi kAreNa sEdaNg kReaTif aTau SEDANG MARAH. Iya, sebaiknya jangan terlalu kreatif dengan penggunaan huruf besar dan kecil. Disamping bikin mumet yang membaca, juga penulisan dengan huruf besar semua artinya kita sedang teriak atau marah.

Gaya disitu, disana, dimana, kesana, di baca dan di tulis disini. Yang mana yang benar, ‘disitu’ atau ‘di situ’, ‘di baca’ atau ‘dibaca’. Tidak ada kompromi, setelah ‘di’ dan ‘ke’ harus ada spasi kalau menunjukkan letak. Dan tidak perlu spasi setelah ‘di’ dan ‘ke’ kalau bukan menunjukkan letak.

Tentunya masih banyak lagi aturan dasar dalam penggunaan tanda baca dan kita semua pasti sudah mengerti. Jadi memang terserah kita apakah mau mengikuti aturan dasar pemakaian tanda baca dan spasi atau tidak.

Kalau saja kebiasaan kita menggunakan tanda baca dan spasi disamakan dengan kebiasaan kita mentaati peraturan lalu lintas, bagaimana ya?

Apakah kita disemprit ‘priit… priit…’ atau dipuji ‘bagus, langsung upload aah…’, hihihi…

Salam.

2 Comments to "Titik-titik… Titik!?!"

  1. Mia  11 December, 2018 at 17:57

    Mohon penjelasan..kalau kita dapat balasan pesan hanya tanda titik tanpa ada kata apapun… apakah artinya ya..tka

  2. tika  9 September, 2012 at 10:30

    bagaimn cara_a u gbr2 berupa monyet / lucu2 d hp u d guna_n titik, koma, dll tolong y…mas.blz k email FB Q y…*-*

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.