My Weekend

Alexa – Jakarta

“Halo Alexa: Apa kabar dan ngapain aja long wiken kemarin (18 -20 Juli 2009), aku wiken kemarin cuman sempet berenang 20 lap aja di kolam renang ukuran Olympic”, demikian Buto menyapaku via imel.

Hem, ngomong-ngomong soal renang kalo terjunnya ke kolam seperti cara temanku (di foto terlampir) terjun ditambah situasi bobot seorang Butho yang kemungkinan lebih berat dari temanku itu dikali 20 kali terjun apa kolam renangnya enggak kekuras habis coz tiap terjun khan airnya pasti muncrat semua keluar kolam? He…he, just kidding JC.

cebur3 cebur1 cebur2

Oh iya kembali ke acara long wikenku sih nothing special, secara Mr. Alexa lagi ke Jogja en aku di Jakarta ama anak-anak. Nah malam itu saat nonton tivi lha kok ada acara kompetisi cowo-cowo bertubuh sixpacks dari produk minuman kesehatan. Aku yang lagi bergoleran di sofa depan TV langsung terduduk dan sangat excited tuk lihat acara itu…. Tau ndiri aku khan six pack mania. Secara gak sadar mulutku langsung nyerocos…”Hi, hi…cuit,cuit. Wadauw reseeep boo…mana tahan. Cuit, cuit…”

LMen5 LMen1 LMen2 LMen3

Begitu terus sampai anak-anakku yang lagi sibuk main jadi berhenti dan ikutan nonton TV…tapi mereka cuman sekilas aja, malah mereka sibuk menyimak reaksiku…apalagi aku terus mengambil ponsel untuk mengambil photo-photo tayangan itu. Si Bocah langsung berkomentar…”Nda (dari kata Bunda), ih amit-amit deh ampe segitunya.” Ya, kalau pemandangan bagus khan harus dinikmati Nak, kataku. “Yee, aku lihat tampangnya mereka bukan tampang pria sejati (olala…berat amat ya?), Nda aku bilangin Abe (dari kata Babe-panggilan ke Mr. Alexa) lho.” Aku cuman mesem-mesem dan mengambil majalah pura-pura mengalihkan perhatian dari televisi.

Hari Senin Mr. Alexa balik ke Jakarta dan langsung bongkar koper bagi-bagiin oleh-oleh. Anak-anak langsung dapat baju batik yang langsung mereka pakai so aku gak kirim photonya secara aku khan menjaga privasi anak-anak…wideuw serasa arteees yang sibuk nyimpan privasi kehidupan pribadinya.

Nah aku mau cerita oleh-oleh Mr. Alexa buatku ya:

Jogja11

1. Tas Selempang batik ini punya ruang yang cukup besar tapi tetap nyaman, jadi kata dia pantes banget buat aku pakai dikombinasi dengan celana jeans bootlegku dan tshirt full pressed body trus pakai sandal jepit trus ditambah topi rajutan rasta ala mbah Surip yang dulu sering kupakai – jalan-jalan di hari libur sambil gandengan dengan dia (mengingat saat-saat pacaran dulu…. Haluuw Mr. Alexa, mungkin maksud kamu selain kita bergandengan berdua- kita juga harus menggandeng tiga anak kita…he,he),

Jogja2

2. Sepotong batik motif Kawung…yah, kamu paham banget dengan kesukaanku mengoleksi barang-barang dari baju, tempat tissue, tempat dokumen, sarung laptop, sarung bantal, mukena yang semua berbatik ria motif Kawung. Sepotong kain ini kata dia boleh dijahit jadi celdam en bra supaya memuaskan kemaniakanku akan si Kawung (whoa..coz menrut dia hanya barang ini dengan motif kawung yang belum aku punya)

3. Tas mungil dari batok kelapa for no reason selain karena menurut kamu itu unik,

Jogja4

4. Majalah bisnis edisi terbaru supaya bisa updating informasi dan menunjang pekerjaanku, serta tas tikar kecil orange ini untuk tempat bekal makan siangku karena sejak awal Juli ini aku sudah merubah kebiasaan makan nasi putihku jadi nasi merah yang harus dibawa sendiri karena tidak ada yang jualan.

Nah selanjutnya dia juga bawain aku rokok-rokok dalam kemasan unik yang beredar di pasaran Jawa Tengah. Mereknya lucu-lucu seperti Kraton, Sriwedari dan Uenaak Tenan, terus ada rokok klembak menyan (apaan tuh) yang packagingnya berbentuk limasan…unik banget, mereknya juga unik – Sintren, Turronggo Seto, Sinar Biru. Dan rupanya simerek terkenalpun tidak mau ketinggalan bersaing di market ini, dia juga keluarin kemasan kecil limasan ini.

Jogja5

Walaupun rokok-rokok ini unik, aku bingung juga kenapa dia beliin ini khan aku bukan perokok atawa kolektor rokok-rokok. Dengan pandangan yang dalam dia bilang…”Hon, aku belliin ini karena kamu kayaknya dah lama gak ngerokok…” Ola,la…itu tho maksudmu….kami berpandangan sambil saling senyum penuh arti tapi tidak lama soalnya anak-anak kita langsung bertanya…”Abe, emang Nda ngerokok…kita gak pernah ngeliat Nda ngerokok deh. Nda, gak boleh ngerokok, Abe kenapa malah nyuruh Nda ngerokok sih itu khan gak sehat.” Waduuw, aku langsung bicara dalam bahasa daerah Mr. Alexa sebab anak-anak mengerti bahasa daerahku yang bahasa Jawa itu – kira-kira artinya:…”Rasain, makanya hati-hati di depan anak-anak…”. Sambil mesem-mesem karena dikeroyok tiga anak, Mr. Alexa sibuk berkilah – untung ilmu menge”les”nya lumayan untuk menghadapi bocah-bocah kritis itu.

Jogja3

Sayang, I’ve got your massage…Yah, akhir-akhir ini kita tepatnya aku sudah jadi begitu sibuk dengan urusan pekerjaan dan urusan domestik lain sampai tidak sempat meluangkan waktu bersama. Jangankan merokokmu, bergandengan saja kita gak sempat. Sayang, maafkan aku…hasil keringatmu itu lebih dari cukup bagi kami sekeluarga… Ke”hebohan”ku nyangkul itu rasanya semata terpacu adrenalin persaingan di kantor…”who’s the best in town”, toh selama ini aku sudah membuktikan bahwa aku bisa hidup dengan berapa rupiahpun di tangan. Tambah keras kejewer, saat pendeta Gilbert Lumondang sibuk “teriak-teriak” di TV: “Kita terlalu sibuk cari uang kesana kesini, kita dapat uang itu tapi hati kita ternyata tetap kosong.” Duh, jangan sampai hal itu terjadi pada kita….thanks untuk waspada dan mengingatkan.

Sayang, ternyata kamu suami multi peran banget…sudah mencari nafkah, “tukang gorengan” di malam hari dengan special menunya diriku dan sekarang jadi pemain layangan yang tahu kapan harus mengulur dan menarikku.

Merasa sangat beruntung memiliki dirimu. Oke, sayang nanti malam aku tunggu kau di pengkolan….

Bunga

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *