Apakah Kita Sudah Siap?

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

Hallo  …hallo di mana saja anda berada…….
 
Selamat Malam, Pagi, Siang atau Sore dari kota kecil nan indah Mainz….
 
Banyak tulisan yang Pembaca telah kirim, dan ditayangkan/dimuat untuk bisa dibaca oleh Pembaca semua….semua hepi-hepi ya….
 
Tapi hanya sedikit yang Dj. ingat samar-samar, tentang tulisan yang menyangkut, tentang keberangkatan manusia ke alam baka. Jelas, bukan cerita yang menggembirakan, bahkan bisa jadi, satu cerita yang akan membuat hati sedih, atau bahkan membuat rasa takut…!
 
Maaf yang sebesar-besarnya bila Dj. sekarang memberanikan diri untuk bercerita tentang hal tersebut, karena Dj. pikir, hal ini juga menjadi bagian dari kehidupan kita di dunia ini…..Dj. sudah lama, menanti-nanti waktu untuk mengirim tulisan ini….
Kali ini perkenankan Dj. menulis sedikit renungan, untuk kita renungkan bersama, tanpa melihat iman kepercayaan kita masing-masing.
 
Dj. tidak akan mencari perdebatan, dalam kepercayaan kita masing-masing, biarlah iman kita berkata kepada kita, apa yang baik bagi diri kita sendiri…. Baik anda yang beragama Buda, Hindu, Moslim, Kristiani ataupaun yang lainnya….
 
Kita semua, satu saat akan meninggalkan dunia yang kita cintai ini, maksud Dj. dunia dalam arti orang tua, anak-anak, kakak, tau adik-adik…ya…bahkan semua saudara-saudara kita semua, termasuk harta benda yang selama di dunia ini kita dengan susah payah mengumpulkannya. Selama kehidupan kita di dunia ini, banyak sekali yang kita alami, kita sibuk dengan hal-hal yang aneh-aneh….
 
Kita lebih mementingkan kesehatan badan kita, kita pergi ke fitness, mandi uap juga hanya makan makanan sehat dsb. agar badan kita sehat dan bisa hidup lebih lama dan bisa banyak menikmati kehidupan itu sedndiri….Benar…?
 
Terus bagaimana, seandainya kita divonis oleh dokter, yang berkata kepada kita, bahwa kita masih ada waktu 3 bulan lagi untuk hidup….!
 
Nah…di sini kita akan lebih banyak memutar otak kita… mungkin pikiran pertama, kita akan bertanya…mengapa saya dan bukan orang lain…?
 
Kalau hal tersebut tidak bisa dielakkan lagi, maka pikiran yang kedua, adalah…apa yang akan saya buat….selama 3 bulan ini…?
 
Mungkin kita akan ketakutan dan menjadi panik dan stress….atau kita akan menghabiskan waktu untuk berfoya-foya…? Atau….
 
Ke fitness…? Kita tidak lagi mau mementingkan Body Repair untuk jasmani kita, Dj. rasa tidak lagi…tapi mungkin kita akan berolahraga untuk Rohani kita….(Soul Repair) kita akan memperbaiki cara hidup kita, makan makanan sehat, siapa tau bisa sembuh.
 
Cari jalan lain, pergi ke paranormal, mencari kesembuhan…. terus kalau semuanya buntu…? Baru kita ingat sama sang Pencipta kita….
 
Ya…benar sekali, waktu kita melakukan olahraga buat badan kita, pikiran kita hanya terpusat dengan diri kita sendiri.( saya harus sehat…! )
 
Tapi waktu kita melakukan Soul Repair, maka konsentrasi kita bukan lagi untuk diri sendiri, tapi hanya untuk orang lain, kita tidak lagi menjadi pusat perhatian lagi…. kita lebih bersifat mengalah…. karena ingin mencapai sesuatu…
 
Kita akan lebih mendekatkan diri kita dengan sang Pencipta  (TUHAN  ALLAH)!
Mungkin anda semua akan, berkata…Percuma, sudah terlambat, sekarang bertobat mah sudah terlambat….! Benarkah demikian…?
 
Dj. rasa tidak ya….setiap orang yang masih hidup, masih mendapat kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya….
 
Karena semua manusia, sudah jatuh dalam dosa….dan upah dosa, adalah maut (kematian)
 
TUHAN  ALLAH, adalah ALLAH yang penuh Kasih…!!
 
Mungkin karena kita sering melihat ayah kita yang selalu menghukum, kalau kita berbuat kesalahan, maka kita bayangkan TUHAN  ALLAH, sama seperti ayah kita…. Dj. rasa tidak demikian, TUHAN  ALLAH menciptakan manusia dengan penuh Kasih sayang.
 
Olehnya Dia akan menerima, anak-anakNya yang mau kembali kepadaNya, Dia tidak akan menolak ciptaanNya sendiri…
 
Okay…di tulisan Dj. yang lalu, Dj. cerita tentang bunga Wijaya Kusuma, yang hanya memiliki waktu semalam saja dan Dj. bertanya, apa yang akan atau bisa kita buat, bila kita hanya memiliki waktu satu malam saja….?
 
Malam itu masih mekar begitu indahnya dan…
Pagi hari sudah menjadi layu…
 
Sekarang Dj. cerita, dengan waktu yang cukup panjang, 3 bulan….apa yang kita akan perbuat….?
 
Seharusnya kita bisa sangat bersyukur, karena kita tau dan masih diberi waktu 3 bulan, agar bisa merubah kehidupan kita….
 
Bagaimana dengan mereka yang meninggal dalam kecelakaan mobil…? Atau banyak contoh yang lainnya…Mereka tidak ada yang memberi tau, kapan saat nya tiba…. Tidak 3 bulan, tidak 30 hari, juga tidak satu malam saja…Tau-tau maut menjemputnya…. Semoga mereka sudah siap….
 
3 Bulan….? Apa yang akan kita lakukan….?
 
Apa yang semua Pembaca yang Dj. cintai….apa yang akan anda buat, selama 3 bulan itu…?
 
Dj. bisa terka akan jawaban anda semua…. pergi ke Mesjid, ke Gereja, ke Klenteng atau kemana untuk mendapatkan pertobatan. Dan juga berbuat baik kepada semua orang, mungkin membagi-bagikan harta kekayaan kita kepada orang yang sangat miskin dan membutuhkan bantuan kita….
 
Terserah apa kata iman kita….
 
Tapi…..
 
Mengapa kita begitu giat untuk merubah kehidupan kita, apakah karena rasa takut akan segala dosa yang telah kita perbuat….? Mengapa tidak mulai sekarang saja, sewaktu kita belum divonis, hanya sisa 3 bualan saja kehidupan ini….
 
Mengapa kita masih senang ribut dengan orang lain, mengapa kita tidak bisa saling mengasihi…. bukannya memaki-maki orang lain.
 
Mengapa kita masih dengan giat mencari harta benda yang achirnya akan kita tinggalkan juga, mengapa kita tidak mau berbagi harta kita kepada mereka yang membutuhkannya sekarang juga….?
 
Mengapa kita masih senang mencari kekuasaan atas orang-orang yang lemah dan menindas mereka…? Baik sadar, maupun tidak…
 
Mengapa kita tidak mau menolong mereka..? Bukankah TUHAN ALLAH  kita sama dengan yang mereka imani juga…?
 
Achir-achir ini banyak orang ternama yang achirnya meninggal juga, baik itu Michael Jackson atau siapapun….
 
Mudah-mudahan, mereka semua sudah siap, akan apa yang mereka telah lalui dalam hidup ini….
 
Dalam kehidupan ini, kita sudah banyak belajar…kalau kita mau pick nick ke pantai, seperti mas Handoko, semuanya mesti siap…
 
Mesti bangun pagi, kendaraan siap, makanan…siap…semua yang menjadi kebutuhan selama piknik, sudah siap semua…!
 
Kalau kita mau ke luar negri, kita semua tau, kita mesti siap dengan passpor, siap dengan uang, siap dengan pakaian dan asuransi, dll….
 
Bagaimana dengan menghadapi kematian yang sudah pasti akan datang…APAKAH  KITA  SUDAH  SIAP….?
 
Ataukah kita akan berkata…nanti saja kalau sudah divonis 3 bulan…?
 
NANTI  saja saya akan pergi ke Mesjid…. Naik hajinya nanti saja, saya kan masih muda….
NANTI  saja, saya akan membagikan uang saya untuk mereka yang membutuhkan, kan sekarang saya sendiri masiih butuh…
NANTI  saja, menengokmu diirumah sakit…
NANTI  saja kalau mobil saya sudah dua, saya akan beri sedekah….
NANTI…NANTI…NANTI…. ya…benar kata ini sering Dj. dengar….
 
Pernah Dj. dengar dari seseorang, entah siapa, yang bilang…kemarin adalah sejarah, besok baru angan-angan…tapi hidup itu adalah  SEKARANG….!
 
Janganlah kita menunda-nunda waktu yang ada, karena hidup ini terlalu singkat…berusahalah, tidak berkata NANTI lagi….
 
Maaf…bila anda ingin piknik bersama keluarga, jangan tunda dan bilang NANTI… kalau ada waktu…..!
 
Bila hati kecil anda, telah mengingatkan anda untuk memberi sedekah, jangan halangi, bukan besarnya jumlah yang ingin anda beri, tapi ketulusan hati anda. Dan jangan bilang lagi NANTI saja, malu dilihat orang….
 
Minggu lalu kami dikejutkan akan berita kematian anggota persekutuan kami, memang tidak muda lagi, almarhun telah berumur 93 tahun.
 
Tapi dalam hidupnya, almarhum masih aktif dan sangat lincah dan banyak mengikuti kegiatan-kegiatan yang cukup banyak…
 
Achirnya kami hanya bisa mengantarkan sampai ke liang lahat saja…
Di saat-saat seperti itu, maka kita diajak berpikir, bahwa satu saat, ( Mau atau tidak ) akan datang juga giliran kita….
 
Yang ingin Dj. katakan di sini…..
 
Dj. hanya ingin mengajak anda semua, agar ada sedikit waktu, untuk merenungkan apa artinya kehidupan ini…..Dibanding dengan dunia yang besar ini, kalau kita lihat di Google Earth, maka manusia, tidak ada satu titikpun….
 
Apalagi dilihat dari cakrawala, duniapun tidak kelihatan, terus dilihat dari lebih jauh lagi….wah…sudah deh…debu saja mungkin masih lebih besar dari yang namanya manusia….
 
Terus, bagaimana kalau dibandingkan dengan TUHAN  ALLAH  yang menciptakan cakrawala ini….
 
Marilah kita sama-sama renungkan, untuk apa kita ada di dalam dunia ini….?
APA  YANG  SEBENARNYA  KITA  CARI…..?
 
Kedudukan…? Kekayaan…? Kebahagiaan duniawi….? Atau apa…?
 
Dalam iman Dj…CARILAH  TUHAN….. MAKA  KAMU  AKAN  HIDUP….!
 
Semua manusia akan hidup, sekalipun dia sudah mati….
Manusia Jasmani pasti akan mati (karena dosa), tapi manusia rohani, dia tidak akan mengalami kematian, untuk selama-lamanya.
 
Kalau kita percaya dan menyerahkan hidup kita kepada sang Pencipta, TUHAN ALLAH….!
 
Okay Pembaca, Dj. moohon maaf, bila cerita kali ini kurang menggembirakan….Tapi yang jelas tidak kalah pentingnya.
 
Dalam kehidupan ini kita perlu saat-saat penghiburan, tapi juga saat-saat untuk merenungkan akan arti kehidupan ini….Semuanya sangatlah penting, karena baik kelahiran, kehidupan ataupun kematian, adalah juga bagian dari perjalanan hidup kita semua…
 
Semoga tulisan ini akan ada gunanya bagi kita semua…
 
Marilah kita hidup, seolah waktu kita sudah kita ketahui, kapan kita akan berangkat.
Bersiaplah dari sekarang juga, supaya tidak menyesal dikemudian hari, tidak ada lagi gunanya….!
 
Sekali lagi… Dj.  MOHON  MAAF… seandainya tulisan ini kurang berkenan di hati anda semua….
 
TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA DENGAN KASIHNYA YANG BEGITU BESAR….!  AMIN….!
 
Salam  damai dari Mainz, buat anda semua…
Dj.

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

68 Comments to "Apakah Kita Sudah Siap?"

  1. Dj.  8 June, 2010 at 10:52

    Selamat Pagi N&E….
    Terimakasih, sudah mampir…..
    Semoga kita selalu siapa ya….
    Dj. yakin,pasti pernah dengar atau bahkan baca Firman ttg. 10 anak dara, yang mana 5 cerdik dan 5 bodoh.
    Semoga kita seperti yang cerdik dengan cukup minyak untuk lampu kita.
    Salam manis dari Mainz…

  2. N & E  8 June, 2010 at 09:37

    Terima kasih sudah sharing lewat tulisan ini, Dj. Memang benar seperti kata kitab suci yang Dj kutib bahwa DIA-lah permulaan dan yang yang mengakhiri iman kita. Semoga kita ditemukan setia sampai akhir perlombaan. Amiiiinn…

  3. Dj.  7 June, 2010 at 22:04

    Ueeeedaaaaannnn….!!!!
    Dj. kira sudah kadaluarsa, ( sudah tidak ada yang baca lagi )….
    E..kok sampai hari ini masih rame juga….
    TERIMAKASIH….!!!

    Pabers…. Elnino….SU…. Dimas Josh Chen….
    Sekali lagi terimakasih,kalau artikel ini masih boleh mengingatkan kita, akan hari-hari kita yang masih ada di Dunia ini…..

    Ada sobat Dj. yang pernah berkata demikian…..
    Saat kita lahir…
    Jita menangis dan yang melihat kita semua tertawa….
    Saat kita pulang nanti…
    Kita senyum dan yang melihat kita akan menangis…..

    BERBAHAGIALAH KITA BILA KITA MENGERTI APA ARTI DARI KEHIDUPAN KITA SAAT INI….!!!

    TUHAN MEMBERKATI…..!!!

  4. SU  7 June, 2010 at 12:27

    Tulisannya apik banget Pak.

    Sy menyerahkan diri pada Tuhan pas Nike Ardilla meninggal karena mikir kalo mati mau kemana.

    Hidup saya berarti hy karena Dia. Seperti lirik lagu…………Whom have I in heaven but You?There is nothing on earth I desire beside You…
    My heart and my strength many times they fail
    But there is one Truth that always will prevail……God is the strength of my heart

    Betul kebanyakan org ga tau waktu pastinya utk pulang.

    Sepupu sy yg usianya cm setahun lbh tua dr sy, meninggal diusia 14 th gara-gara tergelincir di kmr mandi, terus ga bisa jalan dan terakhir setelah sepertinya membaik terus langsung meninggal.

    Yang satu lagi yg 4 thn lbh tua, pulang dr mancing sampai rumah dia diare langsung bawa kerumah skt dan hari yg sama masuk ICU lalu keesokan harinya meninggal. Usianya baru 30 tahun saat itu.

    Yang satu lagi, yang lbh tua dr saya 3 tahun….. yang paling deket sama saya, yang paling saya sayang karena sakit juga meninggal. Wkt sy disms, “Doa. Koko masuk ICU. Skrg mama lg meluncur kerumah sakit.” Saya telp salah salah satu tante saya, “Tante, koko sudah meninggal kan?” Tadinya tante saya ngomong muter2, tapi saya akhirnya tembak dia dengan satu kalimat lain dan beliau kaget kenapa sy bisa menduga dan mengakui bhw kakak sepupu saya ini memang sudah meninggal. Usianya juga baru 30+

    Waktu sy masuk SMP, kakak sepupu yg satu ini sibuk kasih tau temen2nya yg jd panitia dan yg jd OSIS agar jgn galak2 ke sy. Dia bantuin kumpulin ttd dan bantuin nyiapin apa2 yg sy butuhkan utk dibawa keesokan harinya ke sekolah.

    Kalo mama tidur siang/pergi (pas kita masih SD), kita berdua naik sepeda keliling “kampung” (mama ga ijinin sy naik sepeda keluar dr pekarangan rumah).

    Jujur saja setelah sepupu menikah sy ga berani dekat2, takut istrinya cemburu (saya juga sudah menikah dan sudah punya si Sulung). Dia suka puji saya didepan istrinya. Jadi ga enak……..

    Makanya sy th lalu nyambungin lagi dua temen lama yg sepupuan yg ga ada komunikasi slm byk thn. Sy bilang ke mereka jangan ky saya, sedih lho pas ditinggal org yg kita kasihi karena kematian. Apalagi mereka stl menyelesaikan uni.nya tinggal sekota. Sy bilangin utk usahain bisa ketemuan dan komunikasi yg teratur. Puji Tuhan mrk skrg ada komunikasi lagi.

    Ada satu foto kita berempat yg kita ambil terakhir sebelum sepupu tersebut satu persatu meninggal. Sekarang tinggal saya satu2nya yg masih ada dibumi.

    Sy cuma bilang, “Engkau adalah The Author and The Finisher of my faith…..dengan RohMu dan dengan anugerahMu, Engkau akan memampukan aku menyelesaikan tugas2ku dibumi dg baik.”

    Kalo ke pemakaman Cikadut, kaki saya sudah langsung lemas dan ga sanggup berdiri. Airmata ga bisa ditahan langsung jebol. Soalnya disitu papa dan kakak2 sepupu saya tubuhnya dikubur. Kepala tau apa yg terjadi dan tahu Tuhan bekerja utk mendtgkan kebaikan dlm sgl perkara, tapi hati sedih…..kangen.

  5. P@sP4mPr3s  7 June, 2010 at 11:44

    belum nih…. yang bening2 di sortir ama si buto… trus gak balik2 lagi *asal nuduh*

  6. elnino  7 June, 2010 at 11:43

    Pampers : lama nggak nulis Pam? Belom ada yang bening2 lagi ya

  7. P@sP4mPr3s  7 June, 2010 at 11:39

    Ahhh… bohong…waktu kuliat gak ada kok…. ihhihihi… pasti diumpetin… hayo minggir jangan berdiri didepan artikelnya… kan jadi gak keliatan…

  8. J C  7 June, 2010 at 11:35

    Lho kok aku yang ngumpetin? Kelihatan kalo gak pernah buka-buka ARCHIVES…lha wong lengkap-kap-kap dari artikel pertama kok…wis jiaaaannn tenan…

    http://baltyra.com/archives/

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Image (JPEG, max 50KB, please)