Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Seafood…Oh…Seafood

Thursday, 30 July 2009

Viewed 2006 times, 1 times today | 18 Comments |

Tammy – Sydney

Semenjak pindah ke Australia, salah satu hal yang sering aku komplen ke suami adalah susahnya cari live seafood (di samping juga mahalnya!). Aku nggak tau di Indonesia seperti apa, karena dulu paling anti diajak ke pasar.Udah becek, bau pula. Tapi aku tau kalau di Indo tuh yang namanya kepiting dan kerang ya dijual dalam keadaan hidup. Kalo udah mati nggak ada yang mau beli. Begitu juga di Shanghai, yang namanya wet market (pasar tradisional) ada di mana-mana. Selain menjual sayur mayur, dan daging, mereka juga menjual live seafood. Udang, kepiting, belut, kodok, ikan, kerang, you name it. Oh betapa enaknya makan udang rebus segar! Udangnya direbus dalam keadaan masih hidup. Dikasih jahe, sedikit garam dan Shaoxing wine. Hiks! Sampe netes-netes!

live seafood in china

udang rebus

Sementara di sini, supermarket dan fish shop biasa nggak ada yang jual live seafood. Pertama kali ke Australia aku malah heran kok bisa-bisanya mereka jual kepiting beku dan udang rebus es-esan. Siapa yang mau beli? Kok bisa-bisanya juga mereka makan udang dingin-dingin gitu. Biarpun aku penggemar seafood, tetep aja nggak suka cold prawns ala bule.

Akhirnya suatu hari, beberapa bulan setelah pindah, aku ke China Town sendirian, muter-muter kayak kitiran. Dan nemu fish shop yang jual live mud crabs. Duh senengnya minta ampun! Kayak nemu harta karun. Lah sudah berbulan-bulan nggak makan kepiting. Padahal itu favoritku di antara semua jenis seafood. Emang sih harganya mahal banget kalau dibandingkan harga kepiting di Shanghai atau Indonesia. Tapi at least jauh lebih murah kalau beli kepiting hidup dan masak sendiri daripada beli di restaurant di China Town. Asal belinya nggak sering-sering, nggak apa-apa deh, buat tombo ngiler.

Kira-kira 2 bulan lalu waktu aku ke Cabramatta (Vietnamese community), aku juga nemu fish market yang jual live mud crab. Jadi aku menyimpulkan, kalau pingin beli kepiting hidup, mesti pergi ke tempat yang banyak orang Asianya. Jangan harap nemu fish market yang jual live seafood di kampung bule. :)

Anyway, weekend kemaren aku dan suami nginap semalam di City. Yang dimaksud City yaitu di mana Darling Harbour dan China Town berada. Sementara kami tinggal kira-kira 20 km dari City. Karena jaraknya yang lumayan jauh, makanya jarang-jarang kami ke City. Sebulan belum tentu sekali. Kami ke sana kalau kepingin yamcha, atau ke restaurant Sichuan favorite kami, atau kalau butuh bumbu-bumbu Indo dan kepiting hidup.

chinese garden at darling harbour

Hari Sabtu kami ngendon di China Town. Siangnya lunch di Korean restaurant. Sore nonton film Korea (“Mother”), malamnya dinner di Japanese restaurant. Minggu pagi kami ke Chinese Garden. Pokoknya fully Asian theme. Minggu siang kami tossing antara makan di Sichuan restaurant atau Sydney Fish Market. Akhirnya Fish Market yang menang.

Sydney Fish Market memang besar sekali, konon terbesar ke-dua di dunia setelah Jepang. Tempat ini kayaknya surganya orang Asia deh. Weekend kayak gini rame banget, dan kebanyakan pengunjungnya ya orang-orang Asia. Bukan hanya para Sydney residents yang suka ke sini, tapi juga para turis. Banyak yang foto-foto.

kerang yg muahalll

Karena rame banget, susah sekali dapat meja, mesti antri. Aku cari-cari ada nggak kerang hidup. Ternyata ada, tapi harganya bikin mataku terbelalak. Yang “murah” sekilo 25.50 dollar. Yang satunya lagi malah 46.50 dollar/kilo. Kejams! Nggak rela deh bayar segitu untuk kerang. Coba bandingkan dengan harga kerang di Shanghai yang cuma 2.5~5 dollar/kilo. Mesti ngempet sampai pulang Indo aja baru makan kerang. Nggak bisa nyobain resep kerangnya Silvia U deh.

Akhirnya kami pesan oyster mornay, garlic chilli crab, black pepper prawns. Kepitingnya lumayan deh ukurannya. Mungkin paling kecil sekitar 750 gram. Harga mentahannya 36 dolar/kilo. Kalau kita minta mereka masakin harganya jadi 46 dolar/kilo. Ongkos 10 dollar untuk masak bisa dibilang murah, dibandingkan harga yang dibandrol di kebanyakan restaurant di China Town yaitu sekitar 80 dollar/kilo. Sayangnya di Fish Market ini nggak ada yang jual female mud crabs. :)

oyster mornay

garlic chilli crab

salt and pepper moreton bay bugs

Sebelum pulang, kami belanja seafood kesukaan mertua. Untuk makan malam kami sendiri, kami beli oyster mornay yang mentahan. Tinggal dipanggang di oven. Tak lupa kami beli Moreton Bay bugs yang aku masak salt and pepper. Moreton Bay bugs ini rasanya kayak lobster. Mungkin bagi orang Australia bentuknya mirip bug. Banyak didapat di Moreton Bay, Queensland. Makanya dinamakan Moreton Bay bugs.

moreton bay bugs

Share This Post

Posted by Thursday, 30 July 2009 on 07:35.

Categories: Jalan-jalan, Recipe. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

18 Responses to “Seafood…Oh…Seafood”

Pages: [2] 1 »

  1. 18
    Peony Says:

    Tammy… thanks for sharing…

  2. 17
    Dj. Says:

    Hallo Tammy…..
    Waktu itu,adalah kesalahan kami sendiri….
    Siang,kami jalan-jalan dengan taxi dan supir taxi bertanya,malam ini mau makan dimana…??? Kami jawab,belum tau….
    Nah dia sarankan,ke Jimbaran dan akan dijemput dan diantar kembali ke Hotel. Dj. pikir okaylah….
    Benar,kami dijemput dan pulangnya diantar juga,tapi kesalahan kami tidak lihat harganya,main pesan saja….
    Dj. pikir,orang cuma berdua saja,1 Lobster,10 kerang kecil dan beberapa udang. Mereka bilang,nasi dan sayuran serta buah sudah termasuk ( gratis ).
    Jadi waktu lihat Billnya…gubraaack deh….hahahahaaa…..
    Mana memang di kantong hanya ada Rp 1,3 juta. Jadi terpaksa bayar pakai Kredit card….hahahaha…
    Padahal 2 tahun y.l. kami makan di pinggir pantai di P-Lombok, ( di Singgigi ) seorang hanya RP. 200,- ribu saja….
    Na ya….setidaknya kami masih bisa bersyukur,bisa menikmati udara pantai dan suasanya yang romatis….
    Okay….salam manis dari Mainz….

  3. 16
    Tammy Says:

    Pak Dj: Kalo saya ke Bali juga selalu mampir ke Jimbaran seafood. Emang uenak ya! Favorit saya tuh udang sama kerangnya. Bumbu kerangnya itu loh! Yum!! Hampir 2 juta?? Hmm…. mungkin Pak Dj. belum tau ya kalo SEMUA warung di Jimbaran itu timbangannya curang. Lain kali kalo ke sana lagi coba perhatikan timbangannya. Udah di angkal nol, pdhl piring timbangan belum nangkring di atas timbangan. Jadi mrk cheating kira2 250gr-an tiap kali nimbang.

  4. 15
    Dj. Says:

    Hallo Tammy…..
    Selamat Malam dari Mainz….terimakasih untuk articlenya..
    Hhhhhmmmmm di iming-imingi kerang dan Lobster,jadi pingin juga…
    Untung baru saja makan Mangut ikan tongkol bikinan Susi…jadi sudah kenyang……
    Seafood,memang kesukaan kami,kalau mudik,apalagi kalau ke Belawan,Medan atau ke Makassar…uih…..semuanya murah-murah…
    Tapi jujur,malah yang paling enak yang pernah Dj. makan di China Restuarant di Surabaya…mungkin yang masaknya sangat ahli…
    kalau di Makassar di Rumah makan “Ayam goreng Ratu muda”,yang aneh disana tidak dijual ayam goreng….hahahahaaa….!!!
    Seafood yang paling mahal yang pernah Dj. makan di Jimbaran Bali,berdua sama Susi,1 Lobster,10 kerang dan 1 poersi udang digoreng mentega,hamüpir Rp.2,- juta. hahahahaaa….
    Sekali lagi…TERIMAKASIH….!!!
    Salam manis dari Mainz….

  5. 14
    Tammy Says:

    Aimee: Kejam kauuuuu!!!!!

  6. 13
    Aimee Bangka Says:

    ayo ayo kebangka ajah kalo mau seafood murah…hehehe

    kerang sekilo cuman 6 rebu kemaren pas pulang aku makan 2kg…ahik ahik…

  7. 12
    Tammy Says:

    SOPHIE: Hiks! Golden Jaguar! Gak doyan sashimi. Ya iya lah, kalo gak completely dead, ntar mrk beranak pinak di perutku.
    ALEXA n IMEII: Iya nih, mesti pulang kampung dulu baru bisa makan seafood sepuasnya.

  8. 11
    Imeii Says:

    Tammy.. udang rebusnya menggoda banget

    disini ditempatku ngga ada pasar2 ikan basah begitu, di supermarket sih ada, masih berenang di akuarium, blue crab masih gerak2, ngga mahal2 banget, kayaknya sih sekitar $7 per kg, lobster idup aja cuman sekitar $20 an per kg, kalo di resto sih ya, yang dalam akuarium bisa dobel harganya dari supermarket, kali biaya ngolahnya ya

    yang paling enak makan seafood di Indo deh..murmer, enak lagi

Pages: [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)