Berburu Gedung Tua di Melbourne

Handoko Widagdo, Pebruari 2009

Melbourne 01

Biasanya saya benci kota besar. Namun dari banyak kota besar yang terpaksa saya kunjungi, Melbourne adalah salah satu yang tidak membuatku jengkel. Kota yang merupakan Ibu Kota Negara Bagian Victoria ini sungguh sangat bersahabat bagiku.

Cobalah berjalan-jalan di kota besar. Pasti sangat sulit untuk meletakkan langkah di antara kesibukan kota yang penuh polusi. Melbourne menawarkan hal yang sangat berbeda. Kota ini sangat ramah bagi yang suka berjalan- jalan menikmati kota. Hal ini disebabkan karena moda transportasi kotanya tertata dengan baik. Jalanan terbagi antara dua jalur tengah untuk tram, dan masing-masing satu jalur untuk kendaraan pribadi. Bagian terluar dari jalan raya adalah area untuk para pejalan kaki, yang sekaligus merupakan emperan toko-toko. Di setiap persimpangan jalan, selalu ada lampu merah yang mengutamakan pejalan kaki untuk menyeberang.

clip_image004

Kendaraan pribadi di Kota Melbourne tidak terlalu padat. Penduduk kota lebih suka menggunakan tram sebagai alat transportasi mereka. Mereka suka memakai tram karena tram ini bisa membawa kemana saja mereka ingin pergi dengan cepat dan nyaman. Jumlah tram-nya pun memadai. Coba lihat cuplikan dari majalah Destination Victoria edisi 2009 berikut: “Melbourne’s tram network consists of 245 km of track,

500 trams, 28 routes, and 1813 tram stops. In 2007, a total of 186.4 million pasanger

trips were recorded on Melbourne trams” (Jaringan tram Kota Melbourne adalah sepanjang 245 km, dilintasi oleh 500 gerbong, 28 rute, dan 1813 tempat pemberhentian. Pada tahun 2007, tercatat 186,4 juta orang menggunakan tram untuk moda transportasi).

Melbourne 04

Gedung Tua

Selain nyaman untuk berjalan kaki, daya tarik Kota Merbourne bagiku adalah gedung- gedung tua. Gedung-gedung tua ini dipelihara dengan baik dan tegak berdampingan dengan gedung-gedung baru yang tidak menelan mereka. Salah satu yang sungguh

luar biasa adalah Flinder Street Train Station, atau Central Station. Gedung tua ini masih berfungsi sebagaimana semula dibangun, yaitu sebagai stasiun pusat.

Melbourne 03

Melbourne 06

Gedung yang terletak di tepi Sungai Yarra ini terpelihara dengan sangat baik. Saat ini, tepat disebelahnya, telah dibangun gedung baru sebagai konsekwensi dari perkembangan kota. Gedung baru ini berarsitektur modern; mengandalkan bentuk- bentuk lengkung.

Melbourne 05

Lihatlah Hotel Victoria yang dibangun tahun 1863 dengan simbol wajah Sang Ratu di depannya berikut ini. Atau Stork Hotel yang berlogo burung bangau yang dibangun tahun 1923.

Melbourne 08

Melbourne 07

Atau gedung Royal Arcade yang diarsiteki oleh Charles Webb dan dibangun tahun

1869, yang sekarang dijadikan mall yang asri. Jam kuno yang loncengnya dipukul oleh Gog dan Magog masih tetap dipertahankan.

Melbourne 10

Melbourne 09

Ada lagi gedung yang dibangun pada tahun 1898 dan sekarang digunakan sebagai toko dan gedung-gedung lain yang dibangun awal tahun 1900-an dijadikan pertokoan

Melbourne

Gedung-gedung tersebut umumnya terpelihara dengan sangat baik dan tetap dimanfaatkan. Bahkan dipakai sebagai icon yang menambah segarnya arsitektur kota secara keseluruhan.

Wisata Tepi Sungai Yarra

Melbourne bukan saja memberikan sensasi gedung tua, tetapi tepian Sungai Yarra ditata sedemikian asri sehingga kita bisa berjalan-jalan menikmati keindahan sungai. Atau sekedar bersantai menikmati burung melamun. Di seberang Sungai Yarra dari arah Central Station tersaji berbagai cafe dan kedai makan.

Wisata Sungai

Memang Melbourne adalah kota yang bersahabat. Terngiang sapaan Ebed Kadarusman dari Radio Australia yang kudengar setiap pagi saat masih SMP: “Selamat Pagi Indonesia…Salam dari Melbourne!”

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.