Menentang Matahari

Syanti – Sri Lanka

Tulisan ini adalah tentang ethnic conflict di Sri Lanka dan kehidupan penduduknya. Saya bukan seorang penulis professional atau pengamat politik, saya hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Tulisan ini hanya berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya, selama sembilan belas tahun berdomisili di Sri Lanka.

 

sri-lanka-map

Saya akan membagi tulisan saya ini menjadi tiga bagian, seperti seri gitu ! he he he kayak yang professional.

Yang pertama adalah “Menentang Matahari “ kedua “Malam Yang Gelap” dan ketiga yang terakhir “Menanti Fajar Menyingsing”.

Sri Lanka adalah sebuah negara pulau kecil, bagaikan tear drop di Samudra Hindia. Banyak orang yang mengira bahwa Sri lanka merupakan negara bagian dari India, seperti Bangladesh dan Pakistan.

Pada kenyataannya Sri lanka merupakan negara yang berdiri sendiri dan terpisah dari India.

Sri Lanka berbeda dengan India, baik dalam falsafah hidup maupun tradisinya, perbedaan tersebut, merupakan salah satu pemicu dari ethnic conflict yang berkepanjangan di Sri Lanka.

Penduduk Sri lanka terdiri empat kelompok yaitu:

-Suku Sinhalese, merupakan mayoritas (74%). Mereka berbicara dalam bahasa Sinhala dan pada umumnya mereka beragama Budhist. Suku Sinhalese ini penduduk asli yang memeggang tampuk pemerintahan semenjak Sri lanka memerdekakan diri dari pemerintah British.

-Suku Tamil kelompok kedua setelah suku Sinhalese (18%) sukuTamil ini ada dua kelompok yaitu yang berasal dari Tamil Nadu India, yang dibawa oleh pemerintah British sekitar th 1815, untuk diperkerjakan di perkebunan teh. Mereka pada umumnya beragama Hindu dan berbicara dalam bahasa Tamil dan masih mempunyai hubungan persaudaraan yang erat dengan penduduk negara bagian Tamil Nadu di India. Sedangkan kelompok lain adalah pendatang dari bagian India lainnya, mereka adalah kelompok pedagang. Kelompok ini di sebut Colombo Chetty. Sampai saat ini mereka menguasai perbisnisan di Sri Lanka.

-Suku Muslim (7%) kelompok inipun terdiri dari dua bagian yaitu yang berasal dari Arab sana mereka disebut suku Moor. Pada awalnya  merekapun datang ke Sri Lanka sebagai pedagang sambil menyebarkan agama Islam. Sampai saat ini perdagangan di sri lanka dikuasai oleh suku Moor ini, pada umumnya mereka berbahasa Tamil dan bahasa Inggris.

Sedangkan kelompok Muslim lainnya yaitu Srilankan Malay. Mereka berasal dari Indonesia (sebagian besar dari Makasar, Jawa dan Madura, yang dibawa oleh Belanda sebagai buruh perkebunan) dan sebagian lagi sebagai tentara untuk melawan Portugis yang pada waktu itu menguasai Sri Lanka, sekitar th 1658. Mereka sampai saat ini masih mempertahankan kebudayaan Indonesia dan masih bisa berbahasa Indonesia.

-Suku Burger (1%) suku ini  adalah terdiri dari campuran Europa atau kalau Indonesia dikenal dengan sebutan Indo. Mereka pada masa pemerintahan Bristish, banyak yang memegang kedudukan penting di pemerintah. Dan mereka merupakan kelompok English speaking.  Pada umumnya mereka beragama Kristen atau Katholik.

Keempat suku ini saling mempertahankan kebudayaannya,  dari penampilan mereka kita bisa tahu. Dan pada umumnya mereka lebih suka menikah dengan kelompok mereka sendiri. Sehingga penduduk Sri lanka kelihatan seperti terkotak-kotak.

sri-lanka-12

Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari, pada umumnya pedagang daging sapi adalah orang Muslim, pedagang ikan adalah dari suku Sinhalese yang beragama Kristen atau Katholik, pada umumnya para nelayan di Sri lanka beragama Kristen atau Katholik, karena misionoris pertama datang di daerah pesisir. Sedangkan petani dan pedagang sayuran biasanya dari suku Sinhalese yang beragama Budhist sedangkan suku Tamil selain bekerja di perkebunan tea , ada juga yang menjadi pedagang textile, biasanya dari kelompok Colombo Cheety.

Setiap suku merasa diri mereka exclusive, mereka jarang mau berbaur dengan suku lain, walaupun memang ada pernikahan campuran tetapi sangat sedikit sekali. Keadaann tersebut yang membuat terjadinya kecemburuan social yang tajam.

married_in_sri_lanka

Tamil party, yang menguasai daerah bagian utara Sri lanka dan up country didaerah perkebunan tea, ini memang merupakan tantangan bagi suku Sinhalese semenjak mereka memerdekakan diri dari pemerintah colonial British.

Pada  tahun 1956, SWRD Bandarnaike dengan partainya yang baru Mahajana Eksak Peramuna berhasil memenangkan pemilihan umum dan mengambil  kekuasaan dari partai United National Party yang berkuasa . Pada masa pemerintahannya  SWRD Badarnaike, mendeclarasikan bahwa bahasa Sinhala sebagai bahasa national. Karena pada waktu itu yang duduk dipemerintahan banyak dipegang oleh mereka yang bisa berbahasa Ingris dan beragama Kristen.

SWRD Bandarnaike, ingin suku Singalese sebagai mayoritas dan penduduk asli Sri Lanka, lebih berperan dan mempunyai kedudukan yang penting dalam pemerintahan.

Keputusan SWRD Bandarnaike ini lah yang membuat suku Tamil merasa dianak tirikan, banyak dari suku Tamil yang berimigrasi ke luar negri seperti Canada dan Australia. Begitu juga dengan suku Burger mereka banyak yang berimigrasi ke UK dan Ausrtalia atau banyak juga yang mengambil dual citizenship.

Walaupun pada waktu itu pemerintah memutuskan bahasa Sinhala sebagai bahasa national, tetapi masih terdapat sekolah dengan Tamil medium dan English medium.

Semua penduduk Sri lanka, baik Sinhalese, Tamil, Muslim maupun Burger, mendapat fasilitas free education dan free medical care. Semua form pendaftaran di kantor-kantor pemerintah mempunyai tiga bahasa, yaitu bahasa Ingris, Sinhala dan Tamil, bahkan di university bahasa melayu masih diakui, untuk  Sri lankan Malay, yang berbahasa melayu masih bisa mengikuti ujian dalam bahasa Melayu.

Walaupun dengan semua fasilitas yang diberikan oleh pemerintah Sri lanka, tetapi minoritas suku Tamil merasa tidak puas. Mereka merasa ada diskriminasi, untuk mendapatkan kesempatan bekerja di kantor pemerintah dan mendapat kesempatan untuk sekolah di perguruan tinggi.

Hal ini membuat anak-anak muda yang merasa tidak puas dengan pemerintah yang di kuasai oleh suku Sinhalese, mereka membentuk goup yang mereka namakan LTTE (Liberation Tiger Tamil Ealam) yang ingin memeisahkan diri dari pemerintah Sri Lanka dan mendirikan Negara yang terpisah untuk suku Tamil, dibagian utara dan timur Sri Lanka.

Mereka bagaikan menentang matahari, secara diam-diam mengadakan latihan militer untuk kelompok mereka, yang di bantu oleh pemerintah India . Pada masai itu India berada dibawah pimpinan Perdana mentri Indira Gandhi, yang ingin memenangkan pemilihan dari Negara bagian Tamil nadu dan memutuskan untuk memberikan fasilitas latihan militer untuk kelompok LTTE ini.

Kelompok LTTE yang dipimpin oleh Velupilai Prabhakaran, mengadakan pemberontakan dengan menyerang kantor-kantor polisi di daerah utara. Puncak serangan mereka adalah pada waktu mereka menyerang Jaffna dan membunuh army komanander Jaffna, pada th 1982.

Kejadian tersebut membuat suku Sinhalese menjadi marah, sehingga terjadi rioot besar-besaran, pada bulan Juli 1982  yang dikenal dengan peristiwa “Black Jully” pertumpahan darah tidak dapat dihindari lagi.

Banyak penduduk Tamil yang mati terbunuh dan hartanya hancur dirusak dan dibakar habis  oleh suku Singhalese yang  dipenuh oleh rasa amarah .

Kejadian tersebut menarik perhatian dunia International banyak dari mereka yang bersympathi dengan suku Tamil di Sri Lanka. Terutama dari kelompok Human Right dan  termasuk pemerintah British yang memberikan ijin LTTE untuk membuka perwakilannya di United Kingdom !

Keadaan ini menimbulkan permusuhan antara penduduk suku Tamil dan Sinhalese.

Mereka sebagai minoritas merasa diperlakukan tidak adil ……….walaupun pada kenyataannya pemerintah Sri lanka memberikan fasilitas yang cukup untuk suku Tamil ini, karena mereka masih mempunyai perwakilan di Parlement, di Jaffna ada university pemerintah dengan medium bahasa Tamil

Saya mengenal beberapa professor dan doctor suku Tamil lulusan university Sri Lanka.

Mereka menentang matahari……karena merasa tidak puas, mereka ingin menunjukan eksistensinya! Walaupun untuk itu banyak menimbulkan korban….itulah manusia!

Flag_of_Sri_Lanka

 

Ilustrasi:

http://dusteye.wordpress.com

http://www.iho-ohi.org

http://www.4321.co.il/srilanka/married_in_sri_lanka.jpg

http://travel.nationalgeographic.com/places/images/photos/photo_lg_srilanka.jpg

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Coat_of_arms_of_Sri_Lanka.svg

http://en.wikipedia.org/wiki/File:Flag_of_Sri_Lanka.svg

http://www.worldproutassembly.org/images/sri-lanka-12.jpg

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.