Berdosa di Hari Minggu

Alexa – Jakarta

Hai GCNers,

Cobek

Weekend ini pada mau kemana? Buat GCNers yang tinggal di Jakarta ada alternatif buat menghabiskan Minggu pagi di dekat rumahku…tepatnya di lapangan depan kampus STEKPI (Sekolah Tinggi Ekonomi, Keuangan dan Perbankan Indonesia) di daerah Kalibata. Awalnya tiap Minggu pagi lapangan ini dipakai buat senam jantung sehat. Nah biasa deh naluri para pedagang tidak bisa diam melihat kumpulan orang, akhirnya mereka menggelar dagangan dan sekarang tempat itu menjadi sangat ramai dan padat di hari Minggu. 

Biasanya aku melewati jalan yang sedikit memutar untuk menuju lokasi karena senang banget melihat rumah-rumah di sepanjang jalan yang teduh. Ada suatu rumah yang unik karena dia menjual pohon kamboja bonsai berikut segala “ubo rampe” untuk memeliharanya. Karena rumah ini lahannya terbatas maka dia meletakkan pohon-pohon kamboja bonsai di atapnya.

Kamboja

Begitu memasuki mulut jalan ke lapangan itu; aku dah langsung bikin dosa pertama dengan membelikan bakso rudal yang segede bola tennis ini buat pembantu di rumah. Pembantu ini mengabdi selama umur aku dan sekarang di rumah cuman tinggal duduk manis aja ( tiap hari aja bangun tidurnya jam 08 pagi jauh lebih siang dari majikannya..hi hi).

Lha aku sebut dosa karena dia tuh dah terkena asam urat kronis – pengobatan beberapa kali ke dokter tidak manjur, dikirim ramuan China oleh tetangga cukup mujarab namun aku serem juga baca tayangan televisi mengenai ramuan China palsu yang ternyata berbahaya jadi aku hentikan konsumsinya. Suatu hari di apotek setelah melihat papan iklan suatu obat asam urat dan akhirnya membeli kelihatannya tokcer karena dia merasa jauh lebih baik. Dia paling senang menyantap bakso ini, atau kalau tidak dengan Fried Chicken.

Bakso Rudal2

Beberapa langkah dari si Bakso Rudal ada counter masakan Menado – yang istimewa adalah kue-kuenya antara lain apem bakar ini, panada dan lemper Menado (isinya cincang ikan pedas), dadar gulung coklat dan Broudel Cake (duh bener enggak ya nulisnya) – keik keju yang renyah dan medok banget rasa kejunya. Semua kue dibandrol dengan harga Rp.2000.- sampai Rp.3.000.- bener-bener MMAPC – Murah, Meriah Asik Punya Cinnnn. Selain itu dia juga menjual lauk-lauk khas Menado yang mengundang selera.

 Apem Bakar

Dadar Gulung Panada

Tak jauh dari counter masakan Menado itu ada counter pakaian anak, nah si Bocah paling senang kalau dah sampai sini karena hasratnya untuk menjadi Fashionista dengan memakai pakaian trendy tercapai. Lihat foto ini – model celana leggingnya keren khan.

Fashionista

Trus lagi perjalanan di lanjutkan ada penjual camilan dengan merek Kriuk – rasanya kalau penduduk Jakarta sudah cukup mengenal merek ini. Aneka camilan di kemas dengan menarik dan harga yang dibandrol cuman Rp.3000.-/bungkus kalau beli empat bungkus cukup membayar Rp. 11.000.-.

Pecel Madiun

 Zoupa

Di sebelah counter Kriuk ada penjual Pecel Madiun yang selalu ramai dikunjungi. Selain penjual-penjual makanan Indonesia ada juga penjual makanan asal luar yakni Zuuppa Soup dan Macaroni Schottel. Yah sup yang ditaruh di mangkuk dan ditutup adonan pastry yang krispy dan berlapis itu juga dijual disini dan termasuk makanan favorit karena pengunjungnya selalu ramai. Mereka memilik satu oven besar tempat memanaskan soup itu, sehingga biarpun di pinggir jalan tapi rasanya rasa café deh.

Tepat di sebelah si Zuppa Soup ada penjual Ketupat Sayur Padang yang sangat laris – berbeda dengan dagangan ketupat sayur Betawi yang memakai sayur labu siam dengan kuah santan yang encer maka ketupat sayur Padang ini memakai sayur nangka dengan kuah santan yang kental dan ciri khas masakan Padang lain adalah kerupuk pinknya (sorry yang ketangkap kamera cuman bokongnya penjual habis ribet banget mau motret yang lagi makan…wuih gak enak tampangnya pada kalap gitu).

Books Corner

Pas disebelahnya ada tukang majalah bekas dan buku-buku, biasanya aku suka beli majalah ini buat melengkapi hobbyku membuat scrap book. Si Abang penjual dah apal dengan seleraku yang maunya majalah terbitan 2009 (supaya masih sedikit anget gitu..hi hi majalah itu dijual @ Rp.4.000.- dan biasanya sampai di rumah si majalah dah aku “perkosa” deh).

Kelinci

Ada juga penjual hewan peliharaan yakni kura-kura dan kelinci. Kami pernah membeli beberapa kelinci dan saat ini yang bertahan hidup hanya seekor dan lucu banget dan diberi nama Juminten Kecut oleh si Bocah (hi hi hi). Dia senang banget berada dalam rumah dan menjelang sore biasanya dengan kesadaran sendiri keluar menuju kandangnya.

Cireng Cireng2

Di seberang mereka ada seorang ibu yang menjual cireng. Cirengnya berbeda dengan yang biasa dijual di tukang gorengan. Cireng dibuat dalam aneka bentuk dan di dalamnya diberi isi misalnya sosis pedas, strawberry, coklat, kornet. Selain membeli cireng yang sudah digoreng dan tinggal disantap kita juga bisa membeli Cireng yang siap saji. Simpan saja di kulkas dan baru digoreng jika ingin disantap. Sepotong cireng harganya Rp.2000.- Kembali jalan tepat menjelang jalan raya Kalibata – ada suatu konter mainan yang juga merupakan suatu tempat dan bukti “ketidakbecusan” dan “kurangnya tanggungjawab” seorang Alexa sebagai seorang Ibu.

GCNers please don’t do it at home especially with your children…

Waktu itu si Bocah menodong aku untuk membuat tugas prakarya dari sekolah – bilangnya dah malam buat dibawa besok pagi. Langsung deh koleksi boneka yang kubeli di situ aku berikan, si Bocah protes sebab itu berarti Kebohongan Publik.

Soft Toys

Yah aku cuman berkilah ..”Habis kamu last minute order gitu.” Ternyata waktu penilaian hasil “karya”nya dianggap terbagus dan semua guru serta teman-teman mengaguminya. Mereka memesan aneka bentuk yang semuanya bisa dipenuhi oleh Erika – si pembuat yang sebenarnya. Lebih parah lagi ada pameran se SMK daerah Kebayoran dan sekitarnya – “hasil karya” si Bocah ditunjuk untuk mewakili sekolahnya. Kembali mengundang kekaguman dan kebanjiran order dari siswa-siswa sekolah lain.

 Soft Toys2

Rasanya kalau diteruskan si Bocah bisa jadi businesswoman di usia muda – tapi nuraninya mengatakan cara itu tidak benar…”Nda, aku gak nyaman nih gini. Habis semua ngira itu buatanku sendiri. I want to quit.”

Aku sangat bersyukur nuraninya masih bersih seperti itu, enggak seperti Bundanya yang sering hajar bleh …hikz.

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *