Gempa Bumi di Shizuoka

Sakura – Jepang

Hari ini tanggal 11 Agustus 2009 jam 5.07 pagi waktu Jepang Tengah, terjadi gempa bumi 6.0 skala Richter (atau sampai 6.6 skala untuk daerah pinggir samudra) di propinsi Shizuoka. Daerah sepanjang Suruga-bay dan tepian samudra juga mengalami beberapa gelombang tsunami. Angin taifun dan hujan lebat sebenarnya sudah cukup kuat menerpa daerah propinsi Shizuoka sejak kemarin, tetapi puncak taifun (Taifun No.9) jatuh pada hari ini, yang ternyata disertai dengan terjadinya gempa.

[1]

Beberapa tempat mengalami tanah longsor, termasuk highway jalur bus langsung dari Shizuoka ke arah Tokyo, sehingga jalur bus distop. Kebetulan besok sudah memasuki liburan Obong di Jepang, dan seperti tradisi-tradisi pulang mudik waktu Lebaran di tanah air, pada hari Obong juga orang-orang Jepang berbondong-bondong pulang ke kampong halaman mereka. Untuk jalur shinkansen (bullet train) dan pesawat terbang, langsung bisa diantisipasi. Gempa bumi jam 5 pagi itu, hanya menunda keberangkatan Shinkansen 1 jam. Jam 6 pagi jalur shinkansen sudah mulai beroperasi normal kembali. Demikian pula dengan jalur pesawat terbang.

Nah, yang jalur bus ke arah Tokyo ini, karena terhalang tanah longsor, seorang teman saya, orang Jepang, yang hendak pulang ke Niigata tadi pagi sempat bingung, harus bagaimana, tiket bus sudah dibeli, sedangkan bus tidak beroperasi, dan ditelpon berkali-kali ke tempat center bus, nada sibuk terus. Berarti semua orang yang mengalami nasib seperti teman saya ini, mereka juga menelpon ke center bus untuk kepastian nasib jalur bus, paling tidak, berharap uang dapat kembali dan bisa pulang ke kampunghalaman dengan menggunakan jalur shinkansen, pesawat atau kereta biasa.

2

Bagaimana dengan saya? Walah, jangan ditanya, kaget luar biasa, dan sedikit dicekam rasa takut. Jam 5 pagi, saya masih tertidur lelap ketika tiba-tiba dalam keadaan setengah sadar seperti sedang berada di dalam pesawat, tergoyang dan terhentak sangat kuat ke kiri dan ke kanan. Untunglah, saya tidur tidak menggunakan bed, seperti ala Jepang, saya tidur dengan futon di lantai. Jadi mengurangi resiko gempa dari bed.

Tetapi, barang-barang di rumah saya, berjatuhan semuanya, terutama barang-barang yang saya letakkan di lemari dan terusun ke atas. Koper, tas travel, tas tangan, coats, yang saya tumpuk ke atas, berantakan semua. Pakaian selemari, tergoyang semua dan yang berada pada tumpukan tertinggi, jelas langsung berserakan di lantai begitu lemari pakaian saya buka. Yang paling parah, kamar mandi saya, yang namanya barang-barang kamar mandi (sabun mandi, shampoo, conditioner, tempat sikat gigi, dkknya) yang biasanya tersusun dengan cantik, waduh, kacau semua, jatuh di lantai, berikut pecahnya gelas untuk tempat sikat gigi.

Untung lantai kamar mandi saya adalah lantai kering dan ada karpetnya, jadi saya tidak sampai terpeleset dan menginjak beling-beling di kamar mandi. Tapi kamar mandi saya jadi kotor sekali, begitu saya menengadahkan kepala, ya Allah, ternyata roofnya jebol. Pantesan. Ini karena kebetulan kamar saya ada di lantai 3, jadi resiko kena goyangan gempa memang paling besar.

Syukurlah dapur saya aman, karena semua barang-barang pecah belah saya letakkan di drawer paling bawah, jadi tidak ada yang berjatuhan dari laci bagian atas. Lemari sepatu saya (yang 1 lemari sendiri..hehehe..jangan ditanya berapa banyak saya punya koleksi sepatu..), ternyata cukup aman dan terkendali, karena di samping masing-masing ada di dalam kotaknya, juga ini lemari sepatu kuat banget. Payung-payung..hehe..sudah berjatuhan dengan manisnya. Lemari make-up saya yang gabung dengan mirror dan bentuknya memanjang ke atas..haha..parah banget…semua sudah berantakan di lantai. Kulkas sudah bergeser dari tempatnya, meja dan kursi juga demikian. Untunglah komputer saya tidak apa-apa. Juga kacamata saya, satu-satunya barang yang harus selalu bersama saya.

Otomatis listrik langsung padam, gas, air, internet dan handphone juga mati. Bahkan hape saya langsung beralarm ria, “gempa, lekas mengungsi” begitu kira-kira terjemahannya. Sayangnya, jam 5 pagi saat sedang tidur saya tidak siap langsung mengungsi, rambut berantakan dan masih pakai piyama. Setelah 5 menit cuci muka, sisiran dan berganti pakaian dengan jeans dan T-shirt dalam gelap, saya keluar rumah dengan membawa dompet, hape ama payung aja, kebetulan memang hujan masih deras saat itu sejak malam harinya.

Ya taifun datang lebih dulu sebelum gempa. Dompet khan isinya credit card, jadi itu barang penting..hahaha..di samping kacamata tentunya. Ke luar rumah, kok lengang, nggak ada orang, dan saya melihat ke rumah-rumah orang Jepang sekitar saya yang jendelanya sudah terbuka, karena sudah menjelang pagi, mereka terlihat sudah mulai berberes-beres barang-barang rumah yang berantakan..walah..kok tenang sekalee…akhirnya ya saya balik lagi apartemen saya, ternyata listrik sudah menyala, juga gas, air dan internet.

Ya sudah, saya langsung mandi, terus sms ke tanah air, YM ke do-i di Minnesota dan telpon-telponin temen-temen Indonesia di seputar Shizuoka, di samping saya juga menerima telpon dari seorang sahabat lama di Kobe yang khawatir dengan keadaan saya. Selesai acara sok jadi seleb, baru saya lanjutkan dengan acara bersih-bersih rumah, walah capeknya…jam 8 teng, saya udah siap ke lab, karena saya harus mengecek keadaan lab, sebab rumah saya adalah yang paling dekat dengan kampus dan lab saya, syukur alhamdulillah, ternyata semua kekuatiran saya tidak perlu, beberapa barang-barang gelas lab memang bergeser dari tempatnya tapi tidak mengalami kerusakan dan tidak pecah di lantai. Bangunan gedung di universitas saya ternyata cukup kokoh. Padahal ini lab isinya reagent- regant berbahaya, mesin-mesin, mikroba..wuihh..kebayang khan kalau semuanya berantakan…

3

Setelah buka fb, saya lanjutkan dengan kerja di lab, karena tidak libur, jadi saya masih kerja di lab. sampai dengan menulis laporan ini..hehehe…lift di kampus hari ini masih mati, karena dikuatirkan ada gempa susulan dan takut ada orang yang terjebak di dalam lift, akibatnya, saya harus bolak-balik naik-turun tangga sampai ke lab. lain di lantai 4, karena saya memang memakai beberapa ruangan..mabookkk…

Alhamdulillah saya sehat-sehat saja, ini yang sangat saya syukuri. Berita mengenai gempa di Shizuoka, silahkan dilihat dari website-website dan sumber informasi lainnya, yang saya tuliskan hanya versi ala saya..hahaha…banyak kekurangannya, mohon maaf.

Demikianlah laporan gempa dari Shizuoka..hehehe..

Sakura

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.