Meet n Greet Toor – Founder of KasKus

Alexa – Jakarta

Hai GCNers mudah-mudahan belum bosan dengan cerita-cerita wiken saya – kali ini saya ingin berbagi cerita tentang pertemuan saya dengan pendiri KasKus – Komunitas On Line terbesar milik anak negeri.

Gara-gara nyekolahin anak di SMK Informasi Tekhnologi ditambah sekarang aktif nulis di komunitas online makanya telinga saya langsung berdiri begitu mendengar sesuatu yang berbau IT maupun Komunitas OnLine. Kira-kira hari Kamis ( 06 Agustus 2009 ) si Bocah bersama teman-temannya langsung nongkrong di Kompi begitu sampai rumah.Dari pembicaraan mereka aku mendengar kata-kata KasKus dan waktu aku ikut-ikutan melihat forum KasKus ini langsung woow… mereka mengklaim bahwa mereka komunitas online terbesar Indonesia – yang saya yakini bukan merupakan statement yang salah karena di frontpagenya tercatat jumlah membernya 1,023,000 an. Luar biasa…

Bocah langsung daftar jadi anggota dan hari Jumat mereka sepakat ke JCC karena sedang ada Pameran Pekan Ekonomi Kreatif yakni Pameran mengenai bagaimana Dunia Kreatif bergerak secara ekonomis dan membentuk suatu Industri – di sana KasKus juga buka stan. Selepas Magrib si Bocah telpon aku dan bilang kalau dia dan teman-temannya diajak makan malam sama orang-orang KasKus di café Tebet. Aku cukup heran juga orang-orang KasKus itu mau perduli pada anak-anak ingusan. Hari Sabtu ada siaran langsung di televisi mengenai Penyerangan rumah tempat tinggal Nordin M Top di Temanggu – aku langsung sibuk jprat-jeprit layar televisi dan begitu selesai langsung dipinjam hasilnya oleh si Bocah karena dia mau upload thread masalah NMT ini di Profilenya. Sampai jam 1.00 malam barulah Bocah rampung upload tulisannya setelah tigakali gagal total.

Besok paginya yang pertama dia lakukan adalah membuka accountnya dan voila ada 225 kali klik tulisannya – komennya lucu-lucu: Habis Mabok Gan?; Kemana aja Luh baru masukin Berita ini?; Gak papa lagi Baru ya?; Lumayan deh buat seorang Pendatang Baru; dan bla, ble,bleu. Aku jadi penasaran dan langsung aku ajak si Bocah ke JCC yang disambut dengan senang hati olehnya. (foto 1)

Pameran

Begitu sampe di JCC sedang ada talk show dan aku nangkring dulu dengerin talk show itu sementara si Bocah sudah gelisah karena orang KasKus sudah ngumpul di stand mereka termasuk si Founder. Karena itu merupakan hari terakhir dan aku juga sering pameran maka aku menenangkan si Bocah bahwa si Founder hari itu pasti akan standby sampai pameran tutup. Nah di talk show itu dibuka session tanya jawab…mereka kaget juga waktu aku acungin tangan mau ikutan nanya – mereka langsung ngebann (duile sensitip nih) aku dan bilang waktunya dah habis tapi aku tetap dapat sovunier (lha sapa yang pingin souvenir? Orang pengin nanya deh).

Kulihat ada petugas membagikan souvenir berupa merchandise kepada para penanya tapi aku koq gak dapet ya…ya udah aku diem aja gak enak juga minta-minta gitu. Eh ada beberapa lelaki menghampiriku dan bilang “Mba hadiah dari kami berupa dilukisin / bikin sketch gratis. Silakan ke boots itu”, sambil menunjuk suatu sudut. Kuhampiri boots itu dan seorang seniman segera membuat sketch penampakanku… omong punya omong eh dia mau bikinin lukisanku juga gratis( mahal lho taripnya kalo bayar ) dan kalau sudah selesai dia akan kirim langsung dari studionya di Bali. (Ini aku sertakan foto dari sketchnya – khusus untuk GCNers aku ambil foto bibir saja ya). – foto 2 dan 3

dilukis Bibir

Lumayan lama juga waktu pembuatan sketch itu – setelah selesai baru kami ke stand KasKus; langsung kuhampiri si founder dan aku ajak berbincang-bincang dan tukar pikiran. Dengan ramah dia melayani pertanyaan-pertanyaanku. (foto 4 + 5)

Toor Alone

clip_image001

Ken Dean Lawadinata (1986) – CEO Kaskus, Andrew Darwis – (1979) – Founder KasKus & Danny Oei –Chief Marketing Officer KasKus

KasKus didirikan tahun 2001 oleh beberapa mahasiswa Indonesia yang kuliah di Seattle. Seperti Facebook mulanya situs ini diniatkan menjadi komunitas on line mahasiswa khususnya Indonesia namun makin lama makin berkembang sehingga pada saat aku mengunjungi saja anggotanya sudah 1.023.000 orang. Dan karena melihat animo membernya kebanyakan asli Indonesia – mereka akhirnyamemutuskan untuk memindahkan server yang tadinya di Seattle menjadi ke Jakarta. Sudah empat bulan ini para founder kembali ke Indonesia untuk menangani langsung perpindahan homebase KasKus. Beberapa situs kenamaan seperti Yahoo! sudah mengajukan penawaran untuk membeli KasKus namun para founder ingin situs mereka menjadi situs asli Indonesia yang terbesar bukan menginduk ke suatu situs internasional.

With Toor

Berikut juga foto Bocah dan teman-temannya bersama Andrew Darwis: (foto 6)

Sempet ngobrol cukup lama dengan Founder yang tidak mau kasih tahu namanya – kecuali nicknamenya Toor. Toor sempet cerita juga sih bahwa dia punya keahlian bikin virus tapi tidak dipergunakan di KasKus malah mereka sudah bikin anti virus yang cukup terkenal Ansav.

Content pertama Kaskus masih sangat mix dimana cerita Pornografi termasuk bagian dari KasKus –tapi akhirnya mereka sepakat untuk menghilangkan unsur pornografi yang sangat hardcore dan pengasuh pornografi itupun bikin beberapa website sendiri yang aku lihat cukup tinggi visitornya (sampai jutaaan pageviewnya). Sebuah situs hiburan resmi lain termasuk sempalannya yakni K*** G***.Com.

Aku juga sempet tunjukin Omah Hejo dan Rumah Maroon di laptopnya mas Toor yang ganteng en masih muda itu (1979) – dia mah manggut-manggut aja tapi aku sempet malu lha tulisanku di Omah Hejo lagi di tayangin “”BERDOSA DIHARI MINGGU” sementara di Rumah Maroon judulnya SEX TIDAK TERATUR..lha kesannya si Alexa ini bener-bener berlumuran dosa deh ya aku bilang aja kebanyakan audience kita 25 tahun ke atas.

Yang dapat aku baca dari policy mereka adalah : ingin tetap sebagai website Indonesia yang dekat dengan membernya ini karena kebesaran mereka ditunjang member yang loyal. Well Baltyra mungkin bisa juga menganut faham seperti mereka – tidak berada di atas menara Gading dan bangga dengan ke Indonesiaan kita.

Salah satu wujud idealisme pendiri KasKus adalah tidak mencantumkan terlalu banyak iklan dalam satu halamannya walaupun permintaan dari calon pemasang iklan cukup banyak; ini tidak lain supaya tidak mengganggu kenyamanan para membernya. Mereka membandingkannya dengan salah satu media on line yang memasang 19 iklan dalam satu halaman. (Sumber: Sindo 2008)
 

Terbukti walaupun mereka tidak ngotot begitu, revenue mereka tahun lalu sudah mencapai angka 10 digit rupiah gemuk ( kurus: 1-5, gemuk: 6-9 ).

Baltyra hanya dalam waktu sebulan sudah mencapai hasil cukup memuaskan mudah-mudahan ke depannya Baltyra tetap makin maju… dengan semangat dan kesabaran (PASSION n PATIENT).

Habis bercakap-cakap dengan Toor aku melanjutkan keliling pameran.

tas kertas

Lumayan Banget produksi Industri Kreatif ini. Ada tas dari potongan kertas majalah. Ada keramik dilapisi gambar digital. Ada kaos – kaos kartun digital. Ternyata dunia kreatif makin menggeliat maju menjadi industry menjanjikan.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.