Oh Anakku Sayang…

Rya…Indonesia

Ini untuk pertama kalinya aku mengirimkan artikel tulisanku, padahal sudah sejak beberapa lama aku ingin memposting tulisan ini Cuma nga PeDe, jadi mohon maaf kalau bahasanya kurang bagus. Salam kenal buat baltyraer (ikutan mba Reef) seantero dunia.

Aku ingin menceritakan tentang kisah seorang ibu, dan memang kebetulan aku baru saja didaulat menjadi seorang ibu dari seorang bayi laki-laki yang kulahirkan secara cessar.

Aku seorang karyawan biasa yang bekerja di salah satu perusahaan PMA pertambangan.Tahun lalu aku menikah dan alhamdulilah langsung hamil, mulanya aku ragu karena sesuai planning saya dan suami kami akan punya anak setelah satu tahun menikah, padahal setiap kali berhubungan kami berhati-hati tapi memang sempat ada incident dan mungkin gara-gara incident itu kali yah (ketawa sendiri kalau inget, sorry saya nga bisa kasih tahu incident apa, malu oi).

Bulan pertama aku sama sekali nga ngerasa seperti orang hamil dan pada bulan kedua akhir baru ada rasa mual di pagi hari dan sepertinya indra penciumanku menjadi super tajam hingga segala macam bau bisa kecium, terutama bau dapur dan kamar mandi, tiap kali bau bawang rasanya mau muntah. Tapi ngidamku nga parah-parah amat mungkin karena aku berkerja dan ada keinginan kuat dari diriku untuk tidak mengikuti rasa. Selama proses kehamilan aku menjalani hari-hariku tanpa didampingi suami karena suami kerja diluar negara so otomatis jarang pulang seingatku selama masa kehamilan aku Cuma bertemu suami 3 kali, sedih sekali sama sekali tidak ada tempat bermanja-manja dan berkeluh kesah.

Setelah 9 bulan mengandung dan mendekati waktu kelahiran bayiku sesuai Undang-undang tenaga kerja bahwa pekerja wanita akan mendapat cuti 3 bulan, maka setelah kandunganku genap 9 bulan aku mengajukan cuti melahirkan. Waduh senangnya, kebayangkan sebagai wanita hamil yang bekerja aku mesti bawa perut besarku kemana-mana dan seperti biasa semakin mendekati hari ada-ada saja keluhannya tapi yang paling sering sih pegel-pegel plus ngilu diseputaran kaki.

Dikarenakan suamiku kerja di luar negari dan aku tinggal sendiri dirumah maka aku putuskan selama menunggu masa kelahiran dan cuti panjangku aku ingin menghabiskannya di rumah orang tua di kota lain.Jadi pindahlah daku dengan membawa segala macam barang-barang persis kayak mau pindah rumah (lha iya lah 3 bulan cuti).

Setelah menunggu satu minggu belum juga ada tanda-tanda jabang bayiku mau keluar, coba periksa dokter mengatakan sudah 40 hari tapi aku bilang dokter aku belum ngerasa apa-apa kecuali ada rasa kayak benda asing yang menekan-nekan perut bawahku, nga ada rasa mules mau melahirkan seperti orang kebanyakan bilang. Jadi dokter beri waktu satu minggu lagi “kalau bayi nga keluar mesti di rangsang ya bu”.

Singkatnya satu minggu kemudian aku masuk rumah sakit dan masih belum ada rasa apa-apa, aku cuma ditemani oleh mama, papa dan adik-adiku, suamiku tidak ada, aku sangat berharap dia ada karena sebelumnya dia janji untuk hadir tapi ternyata tidak bisa kesel dan sedih. setelah dirangsang si jabang bayi nga mau keluar juga jadi dokter memutuskan aku untuk dioperasi. Yang kupikirkan saat itu cuma keselamatan bayi, terus-terang nga ada rasa takut sama sekali kalau aku akan menghadapi suatu operasi besar yang ada deg-degan rasa ingin sekali bertemu dengan bayiku, dan ada rasa rindu tak terlukiskan . Lucunya sebelum operasi masih sempat pula berpesan ria dengan adikku kalau terjadi sesuatu pada diriku tolong urus bayiku dan semua harta-hartaku diwariskan ke anakku kelak (kalau inget apa pesanku ke adikku jadi ketawa sendiri).

Paginya aku langsung menjalani operasi, sempat khawatir sedikit karena ortu belum datang dan aku sudah harus dibawa ke ruang operasi, aku cuma bisa pasrah digiring ke ruang operasi. Rasanya deg-degan sekali namun syukurlah sebelum operasi dimulai aku masih sempat ketemu dan bersalaman dengan orang tua sekalian minta maaf atas segala kesalahanku (kayak yang mau pergi perang).

Masuk ruang operasi kepalaku celingak celinguk mulailah para perawat dokter bekerja pasang macam-macam alat ditanganku dan pada saat pembiusan mereka minta aku melingkarkan badanku karena ternyata bius disuntikkan ditulang belakang dan aku Cuma diberi bius lokal untuk bagian bawah badanku saja jadi sepanjang operasi penggangkatan bayi aku dalam keadaan sadar , rasanya deg-degan sekali dalam keadaan sadar aku bisa mendengar para dokter dan asistennya bekerja dan sepanjang operasi tak henti-hentinya aku memanjatkan doa semoga semua berjalan lancar tak sampai 15 menit aku mendengar tangisan bayiku, alhamdulilah lega rasanya.

Aku mendapat sorang bayi Laki-laki lahir dengan berat 3,8 kilo, dan alhamdulilah bayiku sehat.

Sebagai ibu baru aku baru menyadari ternyata proses kehamilan sampai melahirkan bukan berarti perjuanganku sebagai seorang ibu berakhir karena semua itu adalah awal dari segalanya, setelah itu aku memasuki proses menyusui bayi setelah bagian tubuhku yang terkena bius operasi mulai hilang aku udah teriak-teriak minta bayiku karena ada perasaan tersendiri sebagi seorang ibu aku merindukan bayiku. Setelah bayiku dalam pelukku rasanya ingin menangis bahagia dan sekaligus sedih karena suamiku tak ada disisiku pada saat perjuangan itu.

clip_image002

Aku arahkan payudaraku ke mulut bayiku, dan air susuku belum keluar tapi aku ingin bayiku menghisap puting susuku untuk merangsang produksi ASI. Ternyata pengetahuanku mengenai ASI sangat minim sekali aku kira setelah melahirkan ASI akan muncrat keluar dengan sendirinya, oh ternyata tidak karena aku mesti berusaha sendiri dengan berbagai cara supaya ASI ku bisa keluar mulai dari pijat, kompres air panas sambil dipijat-pijat sampai kerokin payudaraku pakai sisir rambut segala semua aku lakukan termasuk memasukkan puting payudaraku ke mulut bayiku supaya diemut dia. Dan sempat ada insident marah-marahan dengan perawat bayi karena beberapa kali permintaanku untuk membawa bayiku dari kamar bayi segera untuk inisiasi ASI sebelum diberi susu formula selalu nga dilakukan hingga tiap bayiku diberikan padaku dalam keadaan tertidur pulas dan sudah kenyang susu formula betapa sakit hatinya aku. Mestinya para perawat memberikan anjuran dan membantu ibu melahirkan agar bisa memberi ASI kebayinya khan ASI yang paling tinggi antobodinya ASI perdana dan itu hanya berumur maximum 3 hari saja setelah kelahiran setahuku.

Berkat usaha yang interns (walau luka operasi masih terasa sakit) dan sedikit tega akhirnya ASIku keluar waduh alangkah bahagia aku melihat bayiku dengan asiknya minum ASI mengalirlah perasaan hangat penuh cinta yang belum pernah aku rasakan sebelumnya saat menatap matanya.

Tak bosan-bosannya aku melihat wajah bayiku dan bertanya-tanya anakku mirip siapa yah dan suamiku sibuk telpon dan sms minta dikirim photo bayiku via email penasaran pingin liat wajah anakknya dalam hatiku siapa suruh kamu nga hadir, jadi aku sengaja ngirimnya agak lama hehehe emang enak dikerjain.

Bangun malam, ganti pokok, menyusui semua aku lakonin sendiri apalagi pada bulan pertama adalah fase bayi menyesuikan diri dengan alam diluar rahim ibu, sampai aku juga merasakan bagaimana pedihnya puting susuku sewaktu bayiku minum ASI sakitnya minta ampun sampai ke ubun-ubun. Hingga saat ini aku masih saja tak pernah merasa bosan menatap, mencium, bermain dan tertawa bersama bayiku.

clip_image004

Setelah 3 bulan cuti tanpa terasa waktunya aku kembali bekerja, melihat perkembangan bayiku yang pesat sungguh aku merasa bangga walau tanpa didampingi suami namun semua berjalan lancar dan apa adanya, aku sangat bersyukur memiliki Keluarga besar yang selalu mendukung dan mencintai aku, papa, mama, adik-adik dan kakak ku ”thank you to all of you” tanpa mereka mungkin aku nga akan sekuat ini.

Pagi itu kutatap wajah malaikat kecil ku, aku tak tahu apa dia sudah mengeri atau belum ketika aku katakan ” bye bye baby sweet heart, umi go to office now, please don’t cry and be good at home” tapi yang pasti orang yang menangis adalah aku sendiri betapa sedihnya harus meninggalkan anakku dirumah bersama pengasuh karena aku harus balik kerja. Namun syukurlah aku sesekali bisa balik kerumah untuk melihat malaikat kecilku dan memberikan ASI……”sweetheart your umi is back”……begitulah setiap hari…

Oh ya sekalian sharing buat ibu-ibu yang sudah berpengalaman dengan bayi, bagaimana pendapat ibu-ibu soal bayi yang posisi tidurnya tengkurap karena bayiku tidurnya kurang nyenyak dengan posisi telentang jadi jadi dari umur 10 hari sampai sekarang posisi tidurnya tengkurap, ada pendapat soal ini?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.