Tuesday, 18 August 2009
Syanti – Sri Lanka
Sudah beberapa hari ini hujan telah membasahi kota Colombo dan sekitarnya, tadi malampun hujan turun dengan derasnya.
“Wah bagaimana upacaranya, kalau besok juga turun hujan?” pikir saya.
Malam itu saya tidak dapat tidur dengan pulas, walaupun tubuh ini terasa capai sekali….setelah seharian membuat lemper dan spring rolls untuk upacara hari kemerdekaan besok. Pagi-pagi sekali saya sudah harus bangun untuk menyelesaikan pekerjaan, menggoreng spring rolls dan mengukus lemper, setelah selesai cepat-cepat bersiap-siap untuk upacara.
Berpakaian dan berdandan secara kilat, tralala….. akhirnya siap juga bersarung kebaya tanpa sanggul. Sambil membayangkan bagaimana kalau nanti di tengah-tengah upacara turun hujan lebat. Bisa terbayangkan para ibu-ibu dengan bersarung kebaya lengkap dengan sanggul, harus berlarian berlindung dari air hujan……karena takut kebasahan hi hi hi.
Setibanya di KBRI Colombo, ternyata panitia telah menyediakan canopy, untuk peserta upacara tetapi sayangnya anak-anak peserta upacara dan pemimpin upacara tidak disediakan canopy, kasihan juga.
Untungnya upacara berjalan dengan lancar, walaupun dengan cuaca mendung dan sempat hujan gerimis sebentar. Upacara dipimpin oleh Duta Besar Indonesia berkuasa penuh untuk Sri Lanka dan Maldive. Acara pertama adalah mengheningkan cipta yang dipimpin oleh pemimpin upacara diiringi dengan lagu “Padamu Negeri”.
Acara kedua adalah penaikan bendera sang saka merah putih, oleh anak-anak muda yang berdomisili di Sri Lanka. Diiringi dengan lagu IndonesiaRaya, di mana peserta upacara dengan spontan ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya, tanpa diperintahkan.Kemudian disusul dengan pembacaan teks Pancasila, yang dipimpin oleh pemimpin upacar ayaitu bapak duta besar, yang diikuti oleh peserta upacara, termasuk anak-anak dengan suaranya yang lantang.
Kemudian upacara dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi dan pembukaan UUD 45, diakhiri dengan pembacaan doa. Sebelum peserta upacara dibubarkan kami semua meneriakan kata-kata…”MERDEKA!” dengan suara yang bergemuruh yang dipimpin oleh inspektur upacara. Sementara peminpin upacara membacakan pidato hari kemerdekaan, anak-anak yang masih kecil yang tidak dapat diam ditempat dalam waktu lama, mulai bermain-main ……membuat kami peserta uapaca tersenyum-senyum melihat keluguan dari anak-anak tersebut.
Selesai upacara, kami mengadakan foto bersama, kemudian peserta upacara mendapatkan makanan ringan, sudah tentu penganan Indonesia…….lemper, spring roll dan kue sarang semut, tea dan kopipun tersedia. Kami semua menikmati hidangan yang tersedia, terutama untuk mereka yang begitu merindukan makanan Indonesia.
Peringatan hari kemerdekaan di Colombo tahun ini, dimeriahkan oleh group penari Geronimo yang sengaja didatangkan dari Jakarta dengan penyanyi lagu dangdut . Kami semua masyarakat Indonesia dihibur dengan tarian dan lagu dangdut, di mana banyak peserta upacara yang maju ke depan untuk bergoyang dangdut, membuat suasana jadi bertambah meriah.
Setelah acara pemotongan tumpeng, kami semua dijamu makan siang, tentunya dengan masakan Indonesia, yang disantap ludes habis.
Acara hari ini ditutup dengan pengundian lucky draw, dengan berbagai macam hadiah dari beberapa sponsor, termasuk return ticket Colombo Singapore dari SQ dan return ticket Colombo-Bankok-Jakarta dari Thai Airways.
Hari ini cukup melelahkan, apalagi setelah kurang tidur semalam…tetapi hati ini begitu berbahagia.
“Dirgahayu Indonesiaku !”
Salam MERDEKA !
November 19th, 2009 at 16:32
Hari Ibu (22 Desember 2009) nanti apa akan diperingati juga di KBRI Colombo? InsyaAllah tgl 22 Desember itu saya akan berada di Colombo
August 18th, 2009 at 17:48
Asyik, mo nulis resep kerak telor ya. Iya dong gitu. Ilmunya bagi2 lagi. Salam manis ya buat permata hatinya yang cantik itu. Buat Syanti, salam sayang dari saya.
August 18th, 2009 at 11:01
Untuk Saras Jelita,….mari silahkan dicoba tumpengnya! kan sudah ada fotonya hi hi hi.
Untuk Imeei …sayakan yang ambil fotonya, ya kagak ada foto saya di situlah !
Pak Handoko……nanti ya saya tulisin bagaimana cara membuat kerak telor ala Sri lanka.
memang sepertinya kerak telor itu dibawa oleh orang Indonesia, yang menamakan dirinya Sri Lankan Malay. Seperti pitu di Sri Lanka itu kue putu dibawa oleh orang jawa Sri Lankan Malay itu.
August 18th, 2009 at 10:39
Sianty, ayo tulis resepnya kerak telor ala Sri Lanka, supaya teman-teman Baltyra tahu bahwa dulu kala ada orang betawi yang nyasar sampai Sri Lanka jualan kerak telor
August 18th, 2009 at 10:33
Kang mas Sumongo, nanti foto penyanyi dangdutnya menusul….penany dangdutnya pake jilbab lho !
August 18th, 2009 at 10:31
Ha ha ha…pak Handoko, hari itu hari Indonesia, jadi makanannya makanan Indonesia dong.
Kerak telor di sini namanya. “Bitere Ape ” maksudnya ape pake telor!
Saya juga belajar bikin bitere ape…..sekarang kalau mau ya bikin sendiri!
August 18th, 2009 at 09:44
Thanks banget nich laporan hari Kemerdekaan dari Srilangka, pake Nasi Kuning (baca: Tumpengan) segala lagi
bagi dikit tumpengnya yahhh…
August 18th, 2009 at 08:54
Ada menu kerak telor gak Sianty? Kerak telor Colombo mirip lho dengan yang di betawi
August 18th, 2009 at 08:45
Mana foto penyanyi dangdutnya?
August 18th, 2009 at 08:26
serasa ikutan hadir dalamu pacara benderanya deh mak… ngangenin..
foto emak berkebaya mana nih? hehe
DIRGAHAYU INDONESIA.. MERDEKA..titip toel tumpengnya ya