Mari Bercinta

Mena Larasati – Kota Tepian

ah cinta….
masih bimbang aku mengejanya
kadang ada kadang tiada
hingga aku berpikir…

haruskah kurobek robek dadamu
agar kucuri jantung hatimu itu
lalu,
kujadikan hiasan tetap dalam tahtaku

penghibur sunyiku
pelepas dahagaku
pelebur laraku
penghangat ragaku
penyempurna ketaksempurnaanku

hanya untukku!!
"egois" itu katamu
tapi aku tak memperpusingkan itu

aku,
layaknya tungku dengan api membara
merasa bergairah bila kau ada
aku,
laksana bidadari berkabutkan salju
merengkuh kehangatan tubuhmu
aku,
bak pelanggi menorehkan janji
pada satu rindumu, kita pandangi saja merpati putih yang terbang mengejar mimpi

"tidakkah kau pernah kita ingin seperti mereka?" kataku
"iya" jawabmu
lalu….
(~~~~~~~~~~~)

mari kita berdansa kawan
dengan kesyahduan suara detak jantung kita
"dug dug dug dug dug…."
dalam peluk, kita rasakan saja
betapa indahnya paduan dua jiwa

ketahuilah, tiada selebihnya
aku hanya ingin selamanya kau jadi milikku
milikku seutuhnya
cukup sederhana kan?

rainbow
tiada lagi keraguan pada jalanku
bersamamu, aku ingin menelusuri
satu persatu warna warni pelangi

esok…kita mengerti pasti
makna cinta itu lebih berisi
bila kita saling memberi

kau diam dan hanya bicara dengan bahasa tubuh saja
kutersenyum lega….
ah…sepertinya ini cinta yang tak biasa

lalu apa?? tanyamu
sudahlah…kita nikmati saja kawan
dan biarkan cinta ini berlayar
kalau perlu, terjanglah batu karang
hingga tak lagi tercipta kenistaan.

Tepian Kota Sunyi, 100709//18.00'

*memandang senja menghilang dari pandangan…*

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.