Marhaban ya Ramadhan

Saw – Bandung

Hallo Sahabat Baltyra yang berbahagia…
 
Semoga kedamaian, kesejahteraan senantiasa menyertai kebersamaan kita. Sebuah kebersamaan yang saya yakin, hanya kebaikan yang kita harapkan terlepas dari semua perbedaan yang kita miliki.
 
Pada hari-hari belakangan ini, saya sering tersentak ketika menyadari bahwa penghujung bulan Sya’ban (bulan ke 8 penanggalan Hijriyah) sudah hampir berakhir. Artinya, Ramadhan segera menjelang. Bagi ummat Islam seluruh dunia, Ramadhan memiliki nilai tersendiri karena di dalamnya terdapat ibadah shoum (puasa) satu bulan penuh.
 
Jika perhitungan antara hisab dan penampakan hilal (terbitnya bulan) bersesuaian, maka Bulan Ramadhan tahun ini Insya Alloh akan jatuh pada Hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2009. Tinggal menghitung jari.
 
Sekedar pengingat diri, juga bagi sahabat Baltyra yang Muslim, …
 
beduk
Bahwa ada adab yang harus kita ingat ketika Ramadhan sudah menjelang seperti saat ini. Adab ini bukan syari’at, hanya sekedar akhlak kita terhadap Sang Pemberi Kesempatan, sehingga kita berharap akan dipertemukan dengan Ramadhan, bulan yang penuh berkah.
 
Telah dicontohkan sejak jaman Rasulullah SAW, ketika Ramadhan menjelang, beliau mengumpulkan para sahabatnya dan memberikan peringatan akan datangnya bulan Ramadhan menyampaikan hal-hal yang harus dilakukan ataupun yang tidak boleh dilakukan. Maka hal yang sama sering kita lihat di tanah air, aktifitas ‘Tarhib Ramadhan’ (menyambut Ramadhan) tampak semarak. Seringnya dilakukan di masjid-masjid berupa ceramah-ceramah utuk mengingatkan kembali kepada ummat Islam akan keutamaan bulan Ramadhan.
 
Pada dasarnya, ada tiga hal yang harus kita persiapkan ketika Ramadhan menjelang, yaitu :
 
1.      Persiapan Ruhiyah (Kejiwaan)
Hendaklah kita menyambut kedatangan bulan suci itu dengan penuh suka cita, penuh harapan, keriangan dan kegembiraan. Kita hadirkan kerinduan akan Ramadhan dalam jiwa kita.
 
2.      Persiapan Jasadiyah (fisik)
Ini penting sekali mengingat di bulan Ramadhan ada syari’at mengerjakan ibadah puasa satu bulan penuh. Selain itu ada keutamaan untuk melakukan sholat malam (taraweh) dan tentu saja aktifitas tadarrus (baca qur’an) dan sahur di malam hari. Jika semua itu kita lakukan secara mendadak, pas Ramadhan datang baru kita laksanakan, maka tentu akan ada keterkejutan fisik yang akan berakibat kurang optimalnya ibadah-ibadah itu kita lakukan. Dampak yang kurang bagus juga akan kita lihat pada menurunnya produktifitas ketika puasa.
 
Sering kita melihat, hari-hari awal Ramadhan, masjid-masjid di siang hari penuh sesak oleh orang-orang yang terkulai, lemas dan ngantuk. Berjajar mengambil posisi tidur-tiduran atau tidur beneran.
Sebenarnya itu bisa kita hindari seandainya fisik kita sudah kita persiapkan sedemikian rupa dengan pelatihan-pelatihan sebelumnya.
 
Rasulullah Muhammad SAW mencontohkan : Beliau memperbanyak puasa sunnah di bulan Rajab dan Sya’ban. Secara logika, ketika Ramadhan datang, fisik sudah tidak akan terkejut dengan aktifitas puasanya. Demikian juga aktifitas sholat malam dan tadarrusnya.
 
3.      Persiapan Fikriyah (keilmuan)
Dalam Islam, tak ada amalan tanpa ilmu pengetahuan. Amalan tanpa ilmu akan tertolak, sementara Ilmu tanpa amalan hanyalah beban kehidupan belaka. Hal yang sama bagi keseluruhan ibadah di bulan Ramadhan. Ada baiknya ummat Islam membuka-buka kembali kitab-kitab fiqih berkaitan dengan puasa, zakat dan lain-lain. Jangan sampai amalan berupa lapar dahaga tertolak sia-sia. Amalan infaq sedekah laksana debu belaka. Juga bangunnya kita di tiap malam sekedar keletihan tak ada guna.
Ada rambu-rambu berupa rukun dan syarat sah bagi diterimanya amal. Semuanya itu akan kita dapatkan ketika kita mau belajar, bertanya dan membaca.
 
Baiklah sahabat Baltyra…
 
Ramadhan yang sebentar lagi datang, haruslah mengingatkan kita pula, bahwa kedatangannya jangan menjadikan beban. Keadaan yang menyulitkan, kesukaran penghidupan, mahalnya harga barang kebutuhan jangan sampai menjadikan berkurangnya minat dan perhatian kita pada keutamaan bulan yang mulia itu.
 
Memberatkan diri dengan memboroskan belanja karena puasa adalah keadaan yang tidak disuka juga. Syara’ menyuruh kita agar memperbanyak memberi makan fakir miskin dan memenuhi dengan sempurna hak-hak keluarga.
 
Selain itu, dianjurkan untuk saling memberikan ‘tahniah Ramadhan’ (ucapan selamat) kepada sesama dengan saling mendoakan dan meminta maaf atas segala kesalahan, sehingga memasuki Ramadhan dengan sepenuh kelapangan.
 
Secara pribadi, saya juga sampaikan kepada sahabat Baltyra, sekiranya ada kekhilafan, mohon dimaafkan. Mohon doa restunya, semoga saya dan kita semuanya disampaikan pada Ramadhan, hingga kita tetap akan bertemu dengan Ramadhan-ramadhan yang akan datang. Amiin.
 
Oya, … masih punya hutang puasa tahun kemarin? Kalau ada, senyampang masih ada kesempatan, sebaiknya segera ditunaikan…
 
ramadhan
 
Marhaban ya… Ramadhan, semoga keberkahan selalu menaungi kehidupan kami…

مرحبا يا رمضان

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.