Jalan Yang Memberi Rahmat

Alexa – Jakarta

Tidurku terjaga tepat jam 12.05 malam hari ini (21 Agustus 2009) tatkala terdengar suara bebatuan dicurahkan dari truk pengangkut ke jalanan di muka rumah – tak lama kemudian suara mesin perata menggilas bebatuan yang sudah disebar di jalanan itu. Aku langsung ngelirik jam meja yang memang dipasang di seberang mata.

Whaaat? Ada apa sih…kubuka jendela: cuman kelihatan truk itu berkeliling sembari menyebar batu. Di tempat lain sang mesin perata bekerja keras. Kami (aku dan tetangga-tetangga) keluar dan bertanya-tanya. Ouh ternyata mereka sedang melakukan perbaikan jalan di kompleks perumahanku. Langsung dikirim dari Instansi Pemerintahan yang memang menangani pekerjaan ini.

Pikirku langsung sambung-menyambung: kenapa larut malam begini dan mendadak. Akh teringat informasi bertahun lalu dari seorang kawan yang berkarya di tempat itu. Ini bukan pekerjaan mendadak melainkan Proyek Rutin Ramadhan. Memperbaiki jalanan di berbagai penjuru. Kenapa dilakukan di bulan Ramadhan? Tak lain ini merupakan proyek dengan multi tujuan. Selain menghaluskan jalanan agar kenyamanan para pengguna jalan terpelihara sebenarnya ada tujuan yang lebih penting.

Yakni pemerataan kesejahteraan terutama bagi kaum termarjinalkan – ya untuk orang-orang kecil seperti pekerja-pekerja jalanan itu yang selain dinikmati oleh dirinya sendiri tentunya oleh keluarganya di kampung sana. Ini sudah pemikiran dan kebijaksanaan yang dijalankan semenjak kepemimpinan Presiden Soeharto yang berlanjut hingga saat ini.

Dan dibalik proyek Ramadhan ini terjadi Multiplier Effect (semacam efek domino secara ekonomis) yang cukup signifikan. Efek domino ini mulai dari pimpinan proyek dan staffnya, supplier bebatuan, aspal dan bahan pembuat jalanan lain, kontraktor yang mengerjakan dan tentunya si pekerja jalanan itu. Tiap sen yang diterima akan dibelanjakan dan dikonsumsi oleh mereka dan keluarganya – ‘tuk membeli produk dan jasa yang dihasilkan oleh pihak produsen penjual. Kembali hidup individu dan keluarga dari produsen juga terpercik rezeki dari proyek Ramadhan ini demikian selanjutnya menghasilkan lingkaran kesejahteraan.

Kucermati tubuh-tubuh liat itu bekerja dengan giat – tekun berkonsentrasi pada pekerjaannya walaupun di tengah kegelapan. Tubuh-tubuh liat itu yang pernah kulihat tidur di trotoar pinggir jalan Taman Pahlawan Kalibata – hanya berselimutkan sarung tipis di tengah malam yang diterangi sang bintang. Tubuh-tubuh yang tak mampu membeli kenyamanan sebuah ranjang hangat dengan seprei putih nan harum. Apalagi tuk membeli kehangatan tubuh seorang pelacur….suatu mimpi yang tak berani dimimpikan karena tiap sen yang dikumpulkan teruntuk keluarga tercinta yang setia menanti di kampung.

Teman, jangan katakan banyak proyek yang dikorupsikan. Percayalah sudah banyak yang bekerja mengawasi – KPK sudah paham bahwa korupsi terbesar ada di proyek dan kita juga tahu bahwa KPK sudah bekerja keras untuk menertibkan penggunaan Anggaran Belanja Negara ini.

Tidak hanya KPK, BPK tapi juga ada Ombudsman. Tanyalah pada seorang Alexa pengalaman before and after berurusan dengan berbagai instansi Pemerintah. Ya before ada Lembaga-lembaga itu semua urusannya adalah UUD (Ujung-Ujungnya Duit) tapi after ada Lembaga-Lembaga itu biarpun ada Uang juga belum tentu mau diterima deh. Bahkan aku pernah berurusan dengan Lembaga-Lembaga Pertahanan dan mereka sekarang sangat memperhitungkan campur tangan dan pengawasan dari Indonesia Corruption Watch…dulu aku tinggal telpon dan minta ke Pimpinan disitu..”Pak, bantu saya sekian M. (Lha Bantu kok nentuin jumlah – dalam kata lain minta bantuan cuman untuk sopan santun aja kenyataannya adalah simbiosis mutualisme atau kerjasama saling menguntungkan).

Sungguh aku melihat indahnya dampak dari proyek Ramadhan itu apalagi dari total Anggaran Proyek Stimulus Infrastruktur Pemerintah sebesar Rp.12.2 triliun itu per 30 Juli ini baru direalisir 9.7%. Apa yang terjadi? Sudah bulan delapan belum 10% dari anggaran Proyek itu terserap. Konon menurut Kompas Sabtu lalu ( 22 Agustus 2009) hal ini disebabkan para Pimpinan Proyek menunda realisasi Proyek hingga akhir tahun demi menghindari “ongkos ekstra” Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN – bagian yang mencairkan anggaran Proyek). Lebih lanjut diwartakan hanya 37 KPPN atau sekitar 20.7% yang bebas dari Korupsi.

Olala jika di proyek nyaris bersih dari Korupsi- ternyata ada Lembaga lain yang belum bersih dan dialah yang mencairkan dana-dana dari Anggaran Stimulus Infrastruktur. Betapa beratnya tugas Pemerintah terutama Menteri Keuangan Sri Mulyani sebab KPPN yang bersih ini adalah yang 100% pegawainya sudah diganti dengan karyawan baru.

Akh haruskah tubuh-tubuh legam dan liat menunggu hingga Pimpinan Proyek merealisir anggaran itu diakhir tahun. Sanggupkah perut mereka yang sudah rata itu menahan lapar hingga akhir tahun?

Teman GCNers – sungguh jika kita menemukan kemacetan akibat perbaikan jalan terutama selama Ramadhan tersenyumlah dan bersyukurlah karena berarti roda-roda perekonomian sedang berputar. Janganlah menggerutu – ingat dan pandanglah tubuh-tubuh liat dan hitam itu tekun bekerja. Bayangkan senyum bahagia keluarga mereka entah itu isteri, anak ataupun orangtua mereka saat tubuh legam dan liat itu membawakan hasil jerih payahnya di Ibukota.

Biarkan proyek Ramadhan itu menyemaikan harapan dan kebahagian bagi ribuan keluarga bukankah memang Ramadhan bulan Penuh Rahmat – Bulan Penuh Kasih Sayang. Kasih sayang dari yang terkasih saja mampu membuat kita melayang hingga ke langit ke tujuh- apalagi Kasih Sayang itu diturunkan langsung oleh Sang Khalik – Sang Maha Kuasa yang menciptakan Kita. Mari kita yakini Dia juga akan menjaga semuanya berjalan dengan baik – Bukankah melayangnya sehelai daunpun hanya akan terjadi jika Dia menghendaki.

Teman mari kita doakan agar Pimpinan Negara kita kuat dan tabah menjalankan amanah yang sudah diberikan kepada mereka untuk membawa Bangsa dan Negara ini ke arah yang lebih baik.

Teman GCNers sekalian yang menjalankan ibadah shaum di bulan nan penuh rahmat ini: seorang Alexa mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Batin – Selamat Menjalankan Ibadah Shaum – bersihkan hati dan pikiran.

Demikian juga permohonan Maaf Lahir dan Batin – aku sampaikan pada GCNers non muslim; mungkin ada dalam interaksi on-line kita ini kata-kata yang tertulis salah dan menyakiti hati. Tidak ada kesengajaan dalam hal ini – pastinya itu merupakan kelalaian dan kecerobohanku semata.

MARHABAN YAA RAMADHAN…..

Resapi bulan penuh makna dan sarat dngan ibadah,
Bukan saja ibadah kepada Penguasa Kita tetapi ibadah dalam arti berhubungan dengan sesama ciptaanNya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.