Kitorang basodara

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

SERIAL RAMADAN BALTYRA – HARMONI ISLAM – BARAT

KETURUNAN NABI MUHAMMAD DI EROPA (2)

“Kitorang basodara”

BANYAK pihak menghabiskan biaya dan pikiran untuk mencari titik-titik temu, supaya antara Islam dan barat bisa rujukan. Bisa saling menghormati. Banyak tokoh-tokoh dunia ingin menjalani profesi juru damai dengan lembaga atau yayasannya. Tidak jarang mereka dianugrahi penghargaan dunia, seperti Nobel atau penghargaan-penghargaan lainnya dengan imbalan uang miliaran yang mereka terima. Kebanyakan mereka adalah aktivis kemanusiaan dan para politisi dunia yang sudah tidak menjabat lagi, alias pensiunan.

Banyak bidang-bidang sosial dan budaya yang mereka perjuangan supaya antara Islam dan barat bisa harmonis dalam segala hal dan semua aspek. Tetapi ada bidang yang luput dibicarakan dan diperjuangan. Bidang genealogi. Apaan tuh?

Genealogi atau dalam bahasa Indonesia berarti silsilah, ternyata punya kegunaan yang ampuh untuk mengejutkan orang yang sedang marahan. Siapa yang marahan? Ya orang Islam dan orang barat itu. Kenapa bisa? Bisa saja, karena dengan mencari jejak pertalian silsilah, orang yang saling bermusuhan setidaknya sadar, bahwa mereka sebenarnya sedarah. “Kitorang basodara”, kata orang Minahasa.

Alaah nggak guna tuh! Buktinya konflik Israel dan Palestina nggak kelar-kelar sampai sekarang? Padahal sering digembar-gemborkan, bahwa mereka adalah sama-sama keturunan dari biang yang sama, yaitu dari Ibrahim. Tapi tetap saja cakar-cakaran sampai detik ini. Kalau begitu, mencari persamaan antara Islam dan barat, juga sia-sia seperti membuah garam ke laut. Oh, tidak! Tidak semudah itu kesimpulannya. Konteks permusuhan Israel-Palestina dan Islam-barat, berbeda meski juga bisa sama kalau dicari-cari.

Huntington_Clash_of_Civilizations_chart

Melalui genealogi atau ilmu yang melacak asal muasal seseorang, ternyata bisa mengagetkan banyak orang. Baik itu di Islam maupun di barat. Mereka akan terkejut, kalau mengetahui melalui bidang genealogi, bahwa permusuhan antara dua pihak itu tidak perlu terjadi dan bisa disiram air, kalau perseteruan Islam dan barat itu seperti api yang membara.

Dari mana melacaknya supaya antara Islam dan barat bisa sadar, bahwa mereka sebenarnya punya pertalian darah. Nah, melacaknya dimulai dari membicarakan tentang Nabi Muhammad, orang yang pertama kali menyebarkan ajaran Islam. Mengapa tokoh ini yang dibicarakan? Karena Nabi Muhammad adalah satu-satunya tokoh sejarah yang paling tidak bisa dimengerti oleh dunia barat. (bersambung)
 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *