Dino n Dini

MT – Smd

Hallo….teman-baltyra di seluruh belahan bumi……

Mau ikutan neh….

Saya dan suami termasuk orang yang tidak menyukai memelihara binatang…apalagi semacam burung atau ikan yang dipiara dalam aquarium, suami pasti tidak akan setuju karena alasannya mereka juga ingin bebas (memang agak nyeleneh alasannya tapi begitu style si babeh). Kebalikan dengan anak-anak semua pada suka, jadi banyak sekali reguest dari mereka. Anak sulung pertama kali minta di belikan kelinci, reaksi pertama ya pasti tidak disetujui tapi karena tetap ngotot akhirnya dibelikan satu ekor.

Dari awal kelinci datang sudah diwanti-wanti bahwa jangan terlalu banyak dikasih makan, dimandikan, kandangnya harus dibersihkan, dan pagi dijemur. Hari pertama datang semua pada senang, dan langsung dimandikan alasanya ya karena kotor. Besoknya sama anak-anak dimandikan lagi, “supaya nda bau“ kata mereka. Ternyata tidak sampai satu minggu kelinci dah koit, karena kedinginan (apalagi pada saat itu lagi musim penghujan).

Sehabis kejadian tersebut anak-anak seperti paham bahwa tidak mudah memelihara seekor binatang. Selang waktu cukup lama, si sulung mulai lagi minta ijin lagi untuk memelihara seekor kucing, sebenarnya kucing ini sudah tiap hari stand by dirumah, namanya juga kucing liar jadi habis jalan-jalan balik lagi ke rumah. Kucingnya berwarna hitam pekat sama anak-anak diberi nama si hitam, kucing ini terkadang kotor , tapi kayanya anak-anak pada tidak peduli, jika si kucing mulai menggosokkan badannya di kaki , anak2 pada senang.

Setiap hari dikasih makan sama si sulung, jadi kucing ini betah di rumah. Diwanti-wanti tidak boleh dibawa masuk kedalam rumah dan jangan dibelai-belai, hanya boleh dilihat saja. Cukup lama kucing ini, ya kurang lebih 3bulanan, tiba-tiba ada 2harian saya tidak melihatnya lagi, saya tanya sama si sulung koq kucing tidak ada lagi, dia juga menjawab tidak tau…..eh rupanya dari tetangga depan didapatkan bahwa kucing nya mati keracunan , karena memakan tikus yang diberi racun.

Lepas dari kejadian di atas anak-anak masih senang mencari-cari apa lagi yang bisa dijadikan piaraan dirumah. Waktu berjalan-jalan di mall, anak-anak pada jatuh cinta dengan hamster, wah pokoknya ngotot sekali mau piara ini, dengan berbagai alasan si sulung menjamin bahwa dia bisa merawatnya. Dijelaskan bahwa tidak gampang harus rajin-rajin dibersihkan, apa ceee bisa membersihkan kalau ada kotorannya di kandang, (rupanya dia merasa jijik dengan kotorannya si hamster), akhirnya dia menyerah juga. . Tapi karena tidak ingin membuat ke3 anak-anak kecewa akhirnya diputuskan untuk membeli 2 ekor kura-kura. Ya kura-kura mini, masih sangat kecil sekali.

1

aksi

Sama mereka diberi nama Dino dan Dini, sewaktu membeli sama penjualnya diberitahu bahwa jangan terlalu banyak dikasih makan, dan harus diganti airnya tiap hari juga dijemur. Sekarang kegiatan si sulung adalah mengganti air tiap hari juga menjemurnya , bahkan kemarin dia bilang kura-kura dipisah aja ma, karena Dino naik di badan Dini terus.

 2 malu muah

Semoga aja yang kali ini bisa lebih awet…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.