Sate Kelinci

Junanto Herdiawan – Indonesia 

warung sate kelinciDaerah Batu di Malang yang sejuk dan nyaman menjadi tempat yang cocok untuk mencicipi Sate Kelinci. Yup, Sate Kelinci memang terkenal di daerah Batu. Atas usulan seorang kawan, One Yusril Fikar, saya mampir ke Warung Sate Kelinci di depan SMPN 3 Batu. Ini adalah satu dari sekian warung sate kelinci yang terkenal di Batu. Hmmm, ternyata memang tidak menyesal. Sate kelinci di warung ini rasanya lezat. Daging kelinci terasa mirip daging ayam, hanya lebih lembut dari sisi rasa dan tekstur.

Sate kelinci disajikan di atas hot plate yang menggairahkan. Bentuk penyajiannya hampir sama dengan sate ayam atau sate kambing. Namun begitu anda menggigit satu potong, anda bisa merasakan bedanya. Daging kelinci ini sungguh empuk dan manis. Dipadu dengan bumbu kacang, irisan bawang, dan kecap manis, daging kelinci semakin menggoyang-goyang lidah kita dengan sensasi kelembutannya. Rasanya seperti kelinci yang meloncat-loncat di dalam mulut kita. Aroma asap dari piring hot plate menambah keharuman sate, dan tentu, menambah gurih cita rasa setiap gigitan. Sate Kelinci ini memang enak. Menurut penjualnya, sate kelinci diambil dari kelinci yang berusia muda, sekitar 6 bulan. Dalam usia demikian, dagingnya masih lembut dan lezat.

 
Bumbu kecap, sate kelinci
 
Sensasi sate kelinci
 
Soal gizi, jangan diragukan. Daging kelinci bagus sebagai obat asma. Hasil penelitian berbagai lembaga riset memperkuat premis tersebut. Selain obat asma, mengonsumsi daging kelinci juga dapat menyembuhkan radang tenggorokan. Daging kelinci juga bisa membentuk antibodi pada tubuh dan bagus dimakan bagi penderita jantung, usia lanjut, dan mereka yang bermasalah dengan berat badan. Soal kolesterol, jangan khawatir. Daging kelinci memiliki kolesterol yang jauh lebih rendah dari daging lainnya, apalagi dibandingkan dengan seafood.

Jadi, ayo cicipi sate kelinci. Tapi ingat, saat makan, jangan membayangkan kelinci-kelinci kecil yang imut dan lucu itu yaaa. Nanti malah tidak jadi makan deh.  

Selamat berbuka puasa…

20 Comments to "Sate Kelinci"

  1. hayun  7 March, 2011 at 15:13

    untuk yg tahu caranya japri aku di mahyudinhayun@yahoo.com atau 08787 019 0506

  2. hayun  7 March, 2011 at 15:11

    aku pengen bisnis sate kelinci nih tlg info gmn cara mengolahnya waktu di lembang sate kelincinya p wawan enak banget setelah coba bikin sendir ko daginggnya alot …. mungkin ada yang tahu8 caranya

  3. Jomblo Sejati  15 November, 2010 at 14:50

    Silakan kunjungi blog di wisnuvegetarianorganic.wordpress.com/

  4. Sarwin  28 September, 2009 at 20:03

    Sate kelinci? belum pernah tuh, saya juga punya kelinci bibit 1 ekor, 2 bulan 3 ekor, 1 bulan ada 7 ekor lucu dan imut, klo sdh banyak dan besar mau dikemanain yach.. Sate saja kali…

  5. ilhampst  27 August, 2009 at 14:17

    Kalo cuma makan sih mau aja, asal jangan liat proses motongnya aja. Wong disuruh nyembelih ayam aja saya kabur bur bur saking gak teganya

  6. CHIE  27 August, 2009 at 02:50

    Gak tega makannya..!!

  7. cizcoz  26 August, 2009 at 11:51

    Gak tega makannya,klo ke batu enakan makan menjes goreng anget sambil nyeplus rawit,pas banget buat ngusir dinginnya batu.

  8. Ami  26 August, 2009 at 09:55

    Daging kelinci? penasaran tapi gak kebayang

  9. Jane  26 August, 2009 at 09:48

    Oh no… aku paling serem ke carrefour bagian daging beku, disana dijual daging kelinci juga… hiks hiks

    no no no dech untuk daging kelinci, pertama kelinci juga mamalia, kedua kelinci itu lucu sekali, ketiga aku pernah besar bersama kelinci, ngga akan bisa masuk ke mulut ini..

  10. Ning jatim  26 August, 2009 at 09:45

    Jadi ingat sepuluh tahun lalu ada saran dari temen untuk makan sate kelinci biar cepet hamil (katanya ada yang berhasil setelah beberapa kali konsumsi) tapi aku hanya mengiyakan aja secara nggak sanggup mau makannya, apalagi waktu kecil aku pernah pelihara kelinci, hiks

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Image (JPEG, max 50KB, please)