Change or Die

Alexa – Jakarta

Change or Die merupakan jargon yang sering disebutkan beberapa pakar manajemen, pada dasarnya mengacu pada suatu kondisi yang dihadapi tidak hanya dunia usaha tapi juga bagi kita secara individu. Keadaan dunia yang makin tanpa batas dan terbukanya sekat-sekat antara Negara membuat situasi makin dinamis akibatnya suatu perusahaan atau individu dituntut untuk fleksible bahkan antisipatif menghadapi dinamika dan perubahan.

Perusahaan-perusahaan makin mendunia mencari pasar ke segenap penjuru dunia dan individupun juga turut mendunia dalam rangka memenuhi hajat hidupnya. Pada akhirnya dikatakan bahwa satu-satunya yang abadi hanyalah PERUBAHAN itu sendiri. Apakah ini yang mendasari suatu pabrikan jamu terkemuka ini mendiversifikasikan bisnis pada suatu bidang yang ekstreem dan jauh berbeda?

Inilah foto yang kuambil dari daerah di Pasar Kebayoran Lama: (foto Sidomuncul)

Sido Muncul

Ok GCNers…Gotcha…Ha,ha,ha daripada lemes-lemes saat puasa mendingan kita ketawa-ketawa ya.

Walaupun daerah Pasar Kebayoran Lama ini cukup jauh dari rumahku tapi aku memiliki keterikatan historis dengan wilayah ini. Daerah ini sempat menjadi daerah “kekuasaanku” terutama pada tahun 1998 saat Kerusuhan Mei dulu. Wilayah Pasar Kebayoran Lama merupakan daerah penugasan pertamaku sebagai BM di suatu bank. Aku dah pernah menceritakan pengalamanku menjadi “Evita Peron” saat kerusuhan Mei 1998 lalu. Jika ada yang mau tahu atau untuk refresh memori maka aku sertakan linknya:

http://koki-kolomkita.blogspot.com/…/evita-peron-kawah-putih-kokisiana.html

Walaupun sudah lama berlalu tapi aku sesekali masih mengunjungi wilayah Kebayoran Lama apalagi beberapa klien ada di daerah itu.

Kripik1

Ok, kembali ke toko kue Sidomuncul ini sebenarnya toko kue ini sudah lama berdiri – jauh sebelum aku bertugas di bank yang ada di wilayah Kebayoran Lama. Kue-kue yang dijual sangat lengkap dari kue-kue bolu panggang, kue gabin aneka rasa, berbagai jenis kacang dan emping. Tapi yang menjadi incaranku tiap bulan puasa ini adalah kripik kentang pedas. Tidak tahu kenapa – tapi aku hanya tertarik membelinya saat bulan puasa padahal kripik kentang ini ada di toko itu sepanjang tahun.

Kripik kentang pedas ini bikinan toko itu sendiri (bukan ambil di supplier) jadi aku tidak pernah lihat kripik kentang ini di toko-toko kue lain di seantero Jakarta (duile lebay banget ya ).

Kripik kentangnya sebenarnya seperti kripik kentang yang sering jadi campuran soto ayam di Jawa Tengah itu (JC sebagai suhu persotoan pasti tahu) cuman kripiknya digoreng garing dan dibumbui dengan sambel. Nih kripik enak disantap begitu saja atau diceburin di kuah soto…hem, nyam-nyam.

Sempat nanya ke pemilik toko ini kenapa namanya Sidomuncul. Ternyata dulunya bisnis mereka memang menjadi distributor jamu Sidomuncul namun saat ini sudah lama mereka berhenti menjadi distributor jamu itu. Mereka masih menjual jamu empon-empon ( baru tahu ada jenis jamu empon-empon yakni jenis jamunya yang bahan baku utamanya kunyit kuning/ kunyit putih) mereknya Nyonya Klaten. (foto Jamu Nyonya Klaten).

Interior toko masih mempertahankan interior lama yang seperti melontarkan kita ke masa lalu – ruangan besar dan lega dengan lemari-lemari kaca berpinggiran kayu yang tinggi-tinggi.

Kebanyakan kue-kue yang ada baik kue kering maupun kue basah merupakan produksi sendiri . Lihat nih bentuk kue mangkoknya yang besar dan warnanya kuning – rasanya belum pernah melihat di tempat lain. Nah lapis legit keju yang bentuknya mantap (saya tidak beli) harganya cuman Rp.28.000.- . (foto kue lapis keju).

Lapis lgt keju

Terus ada lagi yang istimewa yakni mereka menyediakan kue tart mungil aneka warna (berdiameter 10 cm) di letakkan di alas karton berlapis kertas perak dan jika dibeli maka di kemas dalam kotak-kotak karton mungil yang sesuai ukuran. Saat aku kesana banyak anak kecil yang merengek minta dibelikan kuenya kepada mamanya. Tidak mahal – hanya Rp.8.000.-/ kue, temanku yang ikut bersamaku akhirnya memutuskan memesan kue ini sebanyak 30 kue untuk perayaan ulang tahun anaknya di sekolah.

Tart

Akhirnya setelah membungkus si keripik pedas kami memutuskan untuk menyusuri jalan dan melihat atau membeli buah-buahan. Oh iya sebelumnya aku tunjukkan suatu toko emas yang merupakan toko nasabahku. Disini pedagang-pedagang yang mayoritas keturunan Cina sudah berbaur dengan masyarakat yang umumnya asli Betawi. Dan si Engkoh pemilik toko emas itu sudah biasa menyusuri jalan sembari memanggul kardus Indomie yang sebenarnya berisi uang ratusan juta untuk disetorkan ke bank – tanpa pengawalan.

Toko Emas

Pasar Kebayoran Lama merupakan pusat perkulakan untuk sayur-sayuran dan buah-buahan. Dari warteg, catering, café dan resto banyak yang berbelanja bahan baku disini. Akibatnya tidak hanya di bulan Puasa – pada hari biasapun lalu lintas di sepanjang jalan ini macet total. Kita bisa berjalan kaki dengan santai di tengah-tengah jalanan di antara mobil-mobil. Pedagang sayur dan buah bahkan juga berdagang di atas rel kereta api yang masih aktif; jadi mereka akan segera mengangkat dagangannya jika kereta sudah mendekat. (foto Lalin KL dan buah-buahan)

Pepaya Pisang Rel KL Blewah Kaleng PINKDeretan ToplesBolu Ijo  Interior SMEmpon Klaten   Kolang-Kaling Kue Mangkok

Oh iya kusertakan juga jenis dagangan yang selalu memeriahkan malam takbiran kami nanti…yah apalagi kalau bukan petasan.

Jueger

66 Comments to "Change or Die"

  1. Lani  1 November, 2010 at 14:30

    XA : waaaaaaaaah……..dirimu bener2 kalaaaaaaaaaaaaap……klu udah liat, crita aneka jajanan………makanan……..edyaaaaaan…….! memedenikan tenanan

  2. Edy  1 November, 2010 at 14:11

    Saya juga punya banyak memory dgn pasar keb lama, dulu sering mengantar ibu belanja disini naik vespa, mana subuh2 pula. Ibuku belanja, saya nunggu di motor sambil makan ketupat sayur. WOOOw…leker tenan!
    Saya rindu suasana subuh yang hiruk pikuk disana.

  3. Alexa  1 November, 2010 at 14:01

    Ouw ada juga di Ciputat…memang kwalitasnya prima dengan harga bersahabat…thank for your info

  4. Anatasia  31 October, 2010 at 21:17

    Sidomuncul memang toko yang khas dan unik. Ada juga cabang2nya di CIPUTAT dan LARANGAN. Terkenal karena kualitas kue nya yang ENAK dan MURAH.

  5. alexa  29 August, 2009 at 10:16

    EA Inakawa: orang di rantau selalu merindukan makanan homelandnya ya…silahkan ngiler, ntar kalo pulkam silahkan mampir.

  6. alexa  29 August, 2009 at 10:13

    @kembangnanas: apa kabar jeuung, katanya kemarin sakit ya? Dah sembuh khan?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *

Image (JPEG, max 50KB, please)