Malam Yang Panjang

Syanti – Sri Lanka

Ini merupakan tulisan saya yang kedua tentang kehidupan dan ethnic conflict di Sri Lanka. 

LTTE adalah singkatan dari Liberation Tamil Tiger Elam, yang didirikan pada tahun 1975 yang dipimpin oleh seorang pemuda militant bernama Velupilai Prabhakaran. Organisasi ini yang dikenal dengan nama Tamil Tigers, di mana anggotanya adalah anak-anak muda yang tidak merasa puas dengan pemerintah Sri Lanka yang dikuasai oleh mayoritas suku Sinhalese.
 
LTTE01Mereka mempunyai idea untuk mendirikan negara terpisah dari pemerintah Sri Lanka, di bagian utara dan timur Sri Lanka. 
 
Di mana mereka sudah mulai melakukan serangan-serangan yang merongrong pemerintah Sri Lanka, sehingga menimbukan kemarahan suku Sihalese dan terjadinya riot besar-besaran pada bulan Juli 1983. Suku Sinhalese, mengadakan pembalasan terhadap suku Tamil..yang dikenal dengan Black July.
 
Yang menarik perhatian dunia International dan memberikan sympati pada LTTE termasuk pemerintah British yang memberikan ijin LTTE untuk membuka kantor perwakilannya di UK. 

Setelah peristiwa “Black July” di Sri Lanka bagaikan malam gelap yang panjang, mereka saling mencurigai satu sama lain. Sehingga menimbulkan jurang pemisah yang dalam, walaupun nampak dari luar mereka seperti hidup berdampingan dengan damai, tetapi pada kenyataannya mereka saling membatasi diri. Sakan-akan ada garis pemisah antara suku Tamil dan Sinhalese.

LTTE

Kejadian tersebut membuat banyak pemuda-pemuda Tamil yang bergabung dengann LTTE, suku Tamilpun pada umumnya mendukung organisasi tersebut…..dengan harapan terbentuknya sebuah negara baru yang terpisah untuk mereka. Suku Tamil baik yang berada di Sri Lanka maupun luar negeri membantu perjuangan LTTE ini dengan memberikan dukungan financial.

LTTE secara terbuka melakukan serangan-serangan yang merongrong pemerintah Sri Lanka, terutama dengan serangan bom bunuh dirinya.

Di antaranya adalah, pembunuhan masal terhadap penduduk sipil , pengeboman Bank central, kereta api, bus penumpang umum……..dan lain lain, yang tidak saya tuliskan semua di sini.

Selain itu LTTE pun mengadakan pembersihan didaerah yang dikuasainya, LTTE mengusir penduduk Sinhalese bahkan mengusir seluruh penduduk Muslim dari satu daerah dengan hanya memberi waktu dua jam untuk meninggalkan tempat tinggal dan harta bendanya. Siapa yang menolak mereka tak segan-segan akan membunuhnya di tempat.

Mereka tidak hanya membunuh suku Sinhalese maupun muslim tetapi mereka dengan tidak segan akan membunuh sesame suku Tamil yang tidak sepaham dengannya, baik mereka yang beada di Sri Lanka maupun luar negri.

Banyak tokoh politic yang dibunuh oleh bom bunuh diri LTTE, termasuk Rajiv Gandhi, putra Indira Gandhi yang mendukung LTTE dengan memberikan latihan militer di negara bagian Tamil Nadu India.

Begitu banyak korban, walaupun sering dilakukanperjanjian damai , baik secara langsung maupun melalui perantaraan negara ke tiga tetapi semua tidak berakhir dengan damai, bahkan membuat suasana bertambah buruk.

Keadaan tersebut membuat pemerintah Sri Lanka terpuruk, baik dalam ekonomi maupun keamanan.

ltteNewsImage

Sri Lanka yang merupakan paradise bagi para pelancong terutama dari negara Europa, menjadi “Paradise in turnmoil “ banyak touris yang takut untuk berkunjung ke Sri Lanka…..British Airways menarik penerbangannya dari Sri Lanka.

Tourism adalah pendapatan terbesar untuk pemerintah Sri Lanka……….Sri Lanka adalah negara miskin yang tidak mempunyai kekayaan alam seperti Indonesia, tidak ada minyak bumi tidak ada tambang logam semua didatangkan dari luar. Penghasilan pemerintah Sri Lanka terbesar adalah dari tourism, dan agriculture seperti tea, karet dan spices dan gem dimana terkenal dengan blue sapphire dari Sri Lanka tetapi itupun tidak dalam jumlah yang banyak.

Satu hal yang membuat saya angkat topi dengan pemerintah Sri Lanka, walaupun keadaan ekonomi negaranya yang morat –marit. Pemerintah Sri Lanka masih bisa memberikan fasilitas pendidikan gratis dari Elementary sampai University. Dan juga memberikan fasilitas kesehatan gratis, pemerintah Sri Lanka medirikan rumah sakit dan sekolah di seluruh daerah di Sri Lanka termasuk untuk suku Tamil. Bahkan di daerah yang dikuasai oleh LTTE, pemerintah Sri Lanka masih memberikan pendidikan dan kesehatan gratis, dengan menempatkan government agent di sana. Semua fasilitas ditanggung oleh pemerintah Sri Lanka, seperti gaji guru, dokter dan obat-obatan, bahkan mereka mendapatkan fasilitas electricity tampa harus bayar alias gratis….karena tidak mungkin pemerintah bisa menarik bayaran didaerah yang dikuasai oleh LTTE.

Sejak tahun 1983 hingga th 2009 seakan-akan terjadi perang terbuka antara pemerintah Sri Lanka dan LTTE ….bagaikan malam yang gelap!

 

Ilustrasi:
http://www.lankanewspapers.com 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.