Singapura Dalam Lensa: Asian Civilisations Museum

Josh Chen – Global Citizen

Hello GCNers, Baltyrans,

Lanjut dalam serial Singapura Dalam Lensa, kali ini aku ingin mengajak untuk berkeliling museum, tepatnya di Asian Civilisations Museum.

Sesuai namanya, Asian Civilisations Museum adalah museum yang isinya menggambarkan, menyajikan segala macam cerita dan pernik-pernik seputar Asia, dari masa ke masa.

Kebetulan di sore hari itu, diinformasikan oleh teman kami, bahwa museum tsb di atas jam 5 sore, tiket masuknya gratis, alias tidak usah bayar. Lhaaa…ini dia…yang gratis-gratis tidak boleh terlewatkan, apalagi museum dengan thema unik begitu.

Sore itu kami sampai di depan museum sekitar pukul 16:10. Penuh manusia di sana! Mata terpaku pada tulisan “The Kangxi Emperor, Treasures From Forbidden City”, dan memang sebelumnya aku sudah melihat beberapa brosur dari hotel tentang pameran khusus itu. Segera kami masuk dan mulai mengantre. Sore itu, antrean sudah sampai di ujung bawah tangga yang menuju ke lantai 2 tempat pameran dan barang-barang museum terletak.

Kangxi Exhibition

Setelah menunggu sedikit pegal, sampailah jam 5 dan antrean mulai bergerak ke atas. Menurut beberapa orang yang aku ajak berbincang dan juga keterangan dari teman kami yang tinggal di Singapura, belakangan pemerintah Singapura membuat beberapa terobosan untuk warganya sehingga ekonomi bergulir. Sebagaimana kita ketahui ekonomi Singapura beberapa bulan belakangan mengalami kontraksi 10% negatif, dalam bahasa ekonomi disebut demikian. Pendeknya adalah pertumbuhan ekonomi Singapura minus 10%.

Dengan membuat terobosan-terobosan seperti membebaskan tiket tanda masuk museum setelah pukul 5 sore, juga akan menstimulasi penduduk untuk keluar rumah, melihat museum, merasa terhibur, dan semua aspek ekonomi mikro di sekitar museum juga bergerak. Es cream, minuman dingin, makanan, dsb. Menurut beberapa keterangan, tidak sedikit penduduk Singapura saat ini dalam kondisi stress karena perekonomian yang masih jauh di bawah harapan.

Setelah akhirnya kaki sampai ke lantai 2, rombongan antrean masih harus mengantre lagi untuk masuk ke dalam beberapa hall yang ada di situ. Antrean kembali mengular…

Setelah masuk ke dalam hall museum, ternyata masih terbagi lagi menjadi beberapa ruangan dengan isi yang berbeda-beda. Sambil jalan sana sini, jepret sana jepret sini, aku melihat pergerakan arus manusia ke arah tertentu. Dan ternyata arus manusia tsb bergerak untuk (lagi-lagi) antre lebih ke dalam lagi. Setelah aku perhatikan, arus manusia tsb menuju ke arah pameran khusus Kangxi Emperor yang diadakan khusus dengan mendatangkan seluruh artefak dan pernik-perniknya dari National Museum Beijing.

Kangxi Exhibition Lobby

Sungguh penuh perjuangan untuk mencapai hall pameran khusus tsb. Dan setelah sampai di situ pun, tidak satu jepretpun yang berhasil aku usahakan. Begitu banyak petugas keamanan yang mengawasi seluruh pengunjung bak mata elang.

Seluruh pameran artefak dan seluruh pernik-perniknya merupakan pengalaman tak terlupakan dan luar biasa. Ada cikal bakal calculator modern, ada globe yang terbuat dari kayu, peralatan astronomi, busur dan anak panah yang luar biasa besar dan terkesan sangar, pakaian kebesaran sang kaisar, beserta seluruh atributnya, dan masih banyak lagi, sungguh sayang sekali tidak bisa menjepret satu pun.

Tapi masih lumayan aku bisa menjepret beberapa di sana yang memang diijinkan dengan embel-embel tidak diperkenankan menggunakan blitz.

Tak berpanjang kata lagi, inilah hasil jepretan dari museum…

Baju Motif

Ikat Pinggang & Keris

Chinese Quarter Tempo Doeloe

Dayak 02

Dayak 03

Ethnical Fish Statue

Ethnical Statue 01

Ethnical Statue

Ethnical Statue 02

Megalithic Statue 01

Megalithic Statue 02

Ornamen Naga

Tandu Berukir Naga

Topeng

White Porcelain 01

White Porcelain 02

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *