Nggak ada istilah Raja dalam Islam

Iwan Satyanegara Kamah – Indonesia

SERIAL RAMADHAN BALTYRA – HARMONI ISLAM – BARAT

KETURUNAN NABI MUHAMMAD DI EROPA (7)

Nggak ada istilah Raja dalam Islam

DALAM sejarah dunia, suku Quraysh memang menghasilkan dinasti-dinasti yang menguasai dunia dengan cemerlang dalam berbagai hal kehidupan. Ada dinasti Abbasiyah (Abbasids), dinasti Ummayah (Omayyads) dan dinasti-dinasti keturunan Nabi Muhammad, yang bertengger dengan kekuasaan gemilang di berbagai kawasan dunia. Contoh dinasti dari keturunan Nabi adalah dinasti Fatimiyah (Fatimids) yang menguasai Mesir dan sekitarnya. Mereka membangun kota Cairo (al Qahira) dan mendirikan universitas tertua di dunia, Al Azhar. Mereka semua bersaudara.
 
Sebelum membahas keturunan Nabi Muhammad di belahan dunia barat, selintas akan dibahas sedikit tentang dinasti Ummayah. Dinasti ini didirikan oleh Muawiyah I. Siapa dia? Dia adalah sepupu jauh Nabi Muhammad. Ayahnya adalah Abu Sofyan, orang yang ingin sekali membunuh Nabi Muhammad pada awal Islam berkembang.
 
Ketika Nabi Muhammad wafat, posisi beliau sebagai kepala negara (bukan sebagai rasul) digantikan oleh sahabat-sahabatnya. Kok jadi kepala negara? Karena perkembangan Islam yang meluas, membutuhkan struktur sosial masyarakat seperti sebuah negera. Nah, Nabi Muhammad merangkap sebagai kepala negara. Pengganti beliau menyandang gelar khalifah, kalau sekarang seperti presiden sebutannya. Nah, mereka menjadi khalifah berdasarkan keahlian dan senioritas, bukan berdasarkan keturunan (heredity). Pertama yang menjadi khalifah adalah Abu Bakr, lalu Umar bin Chattab, kemudian Usman bin Affan dan terakhir Ali bin Thalib. Keempat khalifah ini punya hubungan darah dan dikenal dengan nama “khalifah yang mendapat bimbingan di jalan lurus” atau Khulafa Rasyidin . Dan tragisnya, Umar, Usman dan Ali mengakhiri jabatannya dengan dibunuh!
 
Lalu kenapa Ali disebut khalifah terakhir? Karena setelah Ali wafat, tak ada lagi khalifah berdasarkan keahlian. Perannya diambil oleh Muawiyah I, pencipta dinasti pertama dalam agama Islam yang berdasarkan keturunan. Nama dinastinya adalah Ummayah, yang diambil dari nama kakek dari ayah Muawiyah I. Sejak itu pertama kali dalam sejarah Islam dikenal adanya istilah raja, meski namanya tetap saja disebut khalifah. Ketika Muawiyah I wafat, dia diganti putranya, Yazid I dan seterusnya oleh anak, cucu, cicit, kakak, adik atau ponakan. (bersambung)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.