Kata orang Jawa, bulan Suro itu bulan sial

Iwan Satyanegara Kamah – Indonesia

SERIAL RAMADHAN BALTYRA – HARMONI ISLAM – BARAT

KETURUNAN NABI MUHAMMAD DI EROPA (8)

Kata orang jawa, bulan Suro itu bulan sial

MUAWIYAH I adalah khalifah yang cemerlang. Dulunya semasa pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib, dia cuma gubernur yang menguasai daerah Syam (sekarang sekitar Siria). Nah, presidennya ya Ali. Selama berkuasa di sana, Muawiyah I berprestasi dan punya pengaruh kuat. Bahkan Ali tidak punya akses untuk menerapkan otoritas kekuasaannya di daerah kekuasaan Muawiyah I. Nah, berantem deh. Ali akhirnya dibunuh. Anaknya Ali, yaitu Hassan (cucu Nabi Muhammad) mencoba meneruskan kekuasaan ayahnya, tapi dibujuk oleh saudara jauhnya, ya Muawiyah I itu. Makin langgenglah Muawiyah I berkuasa dan sistem kekhalifahan yang demokratis berakhir, diganti oleh para keturunan Muawiyah I, yaitu dinasti Ummayah.
 
Dinasti Ummayah ini berkuasa cukup lama dari tahun 661 sampai 750 dengan ibukota Damaskus (sekarang ibukota Siria). Kehebatan mereka antara lain memiliki toleransi nyaris tanpa batas dengan pemeluk non-Islam, khususnya kaum pemeluk agama Kristen. Mereka memerintah dengan sistem administrasi canggih gaya Yunani dan Persia. Mereka juga membangun Mesjid Ummayah, yang sekarang menjadi satu dari mesjid terbesar dan tertua serta bersejarah di dunia. Di dalam mesjid itu ada makam John the Baptis atau Yahya Sang Pembaptis. Dalam Islam tokoh ini sangat dihormati dengan nama Nabi Yahya.
 
Yang lebih gila lagi, dalam mesjid itu ada bekas display tempat menaruh kepala (hasil penggalan) dari Husein, cucu Nabi Muhammad. Ha? Hussein (anak kandung Ali bin Thalib) dipenggal oleh Yazid I, anak Muawiyah I. Kepalanya di pamerkan dalam mesjid ini! Tapi sekarang sudah tak ada. Gila apa? Pada tahun 2001, mesjid ini dikunjungi oleh Paus Johannes Paulus II. Pertama kalinya dalam 2000 tahun sejarah gereja Roma Katolik, ada seorang paus datang mesjid.  Dan nama Hussein, pernah dipamerkan kepada Presiden AS Barack Obama, ketika dia mengunjungi sebuah mesjid besar di Istanbul, Turki, dan Obama melihat silsilah Nabi Muhammad dalam mesjid itu. Hussein adalah nama tengah Presiden Barack Obama.
 
Permusuhan Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah I berlanjut sampai keturunan mereka. Buktinya, anaknya Ali (Hussein) dipengal oleh anaknya Muawiyah I (Yazid I) dalam sebuah perang di Kerbala, Irak. Dinasti Ummayah sangat benci pada keturunan Ali (juga keturunan Nabi Muhammad). Kesadisan Yazid I memenggal kepala cucu Nabi (padahal mereka bersaudara), terjadi pada bulan Muharam atau Syura (Tepatnya tanggal 10 Muharam). Banyak sekali para pengikut Ali bin Thalib (termasuk anak Ali sendiri) dibunuh secara keji dan kejam. Bau darah kemana-mana, hanya untuk membalas dendam kematian Khalifah Usman bin Affan. Usman adalah saudara sepupu Muawiyah I. Menurut mereka, Usman dibunuh oleh para pengikut Ali bin Thalib.
 
Peristiwa Kerbala menghasilkan ribuan mayat, dan tentunya ribuan anak yatim piatu yang kehilangan orang tua mereka. Makanya tanggal 10 Muharam sering disebut “lebaran anak yatim”. Saya masih kecil sering merayakannya, karena suka dikasih duit sama saudara, famili dan tetangga. Bahkan, para pengikut Ali (yang kemudian disebut kaum Shiah), menyesali mengapa peristiwa itu bisa terjadi. Dan sadisnya, mereka menyesali mengapa tega-teganya cucu Nabi Muhammad dipenggal, justru oleh saudara jauhnya sendiri. Kenapa sadis? Penyesalan itu diwujudkan dengan memukuli badan bagian belakang dengan rantai tajam berduri berkali-kali setiap perayaan 10 Muharam, hingga berdarah mirip sosis mentah. Iiiih…
 
Dan di tanah Jawa, entah karena masuknya pengaruh Shiah, bulan Muharam atau Ashura atau Suro, dianggap bulan sial. Bagi sebagian besar orang Jawa, setiap awal tahun baru dalam hitungan Jawa, mereka “menyiksa diri” dengan menjalani kegiatan kesengsaraan, sebagai bentuk prihatin (mungkin prihatin itu berasal dari kebiadaban pada peristiwa Kerbala). Nah, makanya bulan Suro dianggap bulan sial, atau bulan pantang untuk bersenang-senang. Misalnya mengadakan perkawinan atau hajatan apapun. “Bawa sial!”, kata orang Jawa yang mempercayainya. (bersambung)
 
kungkum

Ilustrasi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Penganut_kejawen.jpg

58 Comments to "Kata orang Jawa, bulan Suro itu bulan sial"

  1. Ikha Ismawatie  22 January, 2013 at 19:31

    Wah… Malah baru tau klo Suro itu bulan sial…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *