John & Yoko Menikah di Jabal Thariq

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

SERIAL RAMADAN BALTYRA – HARMONI ISLAM – BARAT

KETURUNAN NABI MUHAMMAD DI EROPA (10)

“John dan Yoko Menikah di Jabal Thariq”

SUKU Quraysh memang boleh disebut suku yang hebat. Kenapa bisa disebut hebat? Seperti telah ditulis pada bagian-bagian sebelumnya, suku Quraysh telah melahirkan dinasti-dinasti besar yang menguasai dunia. Pertama dinasti Ummayah, lalu dinasti Abbasiyah dan dinasti Fatimiyah. Ada juga dinasti-dinasti kecil yang tersebar di penjuru dunia.

Dari ketiga dinasti itu, keturunan wangsa Ummayah yang bisa disebut paling banyak bersentuhan dan mempengatuhi sejarah pertalian antara Islam dan barat hingga kini. Mungkin masih banyak yang bingung, Ummayah itu apanya Nabi Muhammad sih? Sampai sering disebut sebagai sepupu jauh Nabi Muhammad. Jauhnya seberapa dan seperti apa hubungan darah terjalin dengan Nabi?

Pada sekitar tahun 400an di Mekkah, yang menjadi jagoan suku Quraysh adalah Abdu Manaf. Dia punya dua anak laki-laki, yaitu Abdu Shams dan Hashim. Abdu Sham punya cicit namanya Abu Sofyan (juga tokoh suku Quraysh). Sedangkan Hashim juga punya cicit, yaitu Nabi Muhammad. Abu Sofyan, orang yang paling membenci Nabi, punya anak namanya Muawiyah, yang mendirikan dinasti Ummayah hingga beranak pinak berkuasa luas sampai di Spanyol selama 700 tahun.

Pada masa keemasan Ummayah ini, wilayah kekuasaan Islam berkembang pesat dan meluas. Penaklukan demi penaklukan dilakukan. Banyak daerah bertekuk lutut menjadi bagian integral kerajaan Ummayah. Khalifah Ummayah yang termasuk paling getol melakukan ekspansi adalah Khalifah Walid I. Dia memerintah hanya sebentar (705-715). Kalau dihitung-hitung, Walid I jelas punya hubungan darah Nabi Muhammad. Agak susah menyebutnya hubungan keluarga antara keduanya. Dalam bahasa Inggris, Nabi Muhammad adalah “sepupu ketujuh tiga kali keturunan” dari Walid I. Bingung ‘kan? Prophet Muhammad is a seventh cousin three times removed of Walid I. Begitu kira-kira tepatnya dalam bahasa Inggris.

Anda dan anak dari paman/bibi adalah sepupu atau sepupu pertama Anda. Anak Anda dan anak dari sepupu pertama Anda adalah sepupu kedua. Cucu Anda dan cucu sepupu pertama Anda adalah sepupu ketiga dan seterusnya… Jadi, buyutnya Walid I dan Nabi Muhammad adalah sepupu ketujuh. Kakeknya Walid I adalah sepupu ketujuh satu kali keturunan dari Nabi (once removed). Bapaknya Walid I adalah sepupu ketujuh dua kali keturunan dari Nabi (twice removed) dan Walid I sendiri adalah sepupu ketujuh tiga kali keturunan dari Nabi Muhammad (three times removed). Begitu kira-kira, supaya nggak bingung.

Nah, Walid I itu haus ekspansi. Dia memerintahkan panglimanya asal Berber (kawasan Afrika Utara) untuk mencoba masuk dan menguasai Eropa, melalui Spanyol. Kok Spanyol? Karena daerah itu paling dekat untuk ditaklukkan dari Afrika Utara (wilayah kekuasaan Ummayah). Cuma sepelemparan batu, kata Khoo Ping Ho.

Panglima Ummayah itu bernama Thariq bin Ziyad. Beberapa kali dia mencoba menyerbu tapi gagal. Tahun 711, atas perintah Walid I, Thariq gemilang masuk ke wilayah Spanyol melalui sebuah pertempuran yang dimenangkannya di bukit paling selatan ujung Spanyol. Bukit itu akhirnya dinamai Bukit Thariq, untuk mengabadikan keberhasilan Thariq dan pasukanya. Dalam bahasa Arab, Bukit Thariq disebut Jabal Thariq. Lidah orang barat atau Eropa yang cadel, tak sempurna menyebut Jabal Thariq. Mereka bilang Gibraltar.

Setelah penaklukan Gibraltar, masuklah pengaruh Islam ke dunia barat. Akhirnya dinasti Ummayah bisa berkuasa di semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal), bahkan sampai Prancis selatan, selama 700 tahun! Pengaruh Islam yang begitu lama membawa pertautan bukan hanya budaya dan sosial, juga hubungan darah.

Kini Gibraltar menjadi protektorat Inggris yang menjadi kerikil dalam sepatu bagi Spanyol. Makanya Raja Spanyol Juan Carlos I dan Ratu Sophia malas datang waktu kawinan Charles dan Diana tahun 1981. Anehnya, pasangan kerajaan itu mulai bulan madu justru dari Gibraltar. Jajahan Inggris ini menjadi terkenal dan diabadikan dalam sebaris syair lagu kelompok Inggris, the Beatles, The Ballad of John and Yoko.

“You can make it OK, you can get married in Gibraltar near Spain. Christ, you know it ain’t easy”. Pentolan kelompok ini, John Winston Lennon menikah dengan pasangannya Yoko Ono di Jabal Thariq pada 20 Maret 1969. (bersambung)

John_Yoko_wedding
 

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *