Peony – Serpong
Dear Sahabat Baltyra di manapun berada…
….Buto itu Gendernya apa?…. maksudku kata BUTO (Raksasa) itu bergender apa ya…
tiba-tiba saja pertanyaan itu terbersit di pikiranku… kok bisa?? iseng ya??
Hihihi, sebenernya pemicu dari munculnya pertanyaan ini gara-gara asyik bacain berbalas comments antar Mas BUTO Kudus dan Mas BUTO Ijo…
Dalam Bahasa Indonesia, khan banyak tuh kata-kata yang bisa menunjukkan gendernya, seperti Karyawan – Karyawati, trus Siswa – Siswi, Pramugara – Pramugari, Kartono – Kartini, dan masih banyak contoh lainnya…
Nah kalau Raksasa alias Buto… apakah bisa dipakai untuk semua gender?
mungkin rekan-rekan Sahabat Baltyra ada yang bisa bantu ya…
OK deh tulisan ngelanturnya… maaf lho kalau tulisan ini terasa gak mutu dan bikin rekan-rekan menggerutu… mohon dimaklum karena Peony kurang pinter buat nulis selain nulis resep masakan…
Nah, untuk menebus waktu rekan-rekan sekalian yang sudah terpakai buat mikirin apa sih gendernya si”Buto”.. terlampir ada resep salah satu cemilan kesukaan Mas BUTO Ijo… yang kebetulan juga makanan favoritku, dan tentunya ala dapurku ya…
Baso Urat ala Pawon Peony
Bahan Baso:
- 250 gr daging sapi bagian Sengkel
- 50 gr daging paha ayam
- 30 gr tepung tapioka
- 50 gr es batu yang dihancurkan
- 1 sdm bawang merah goreng
- 1 sdt bawang putih goreng
- sedikit soda kue (kira-kira ⅛ sdt)
- 1 sdt garam
- ½ sdt lada
- 2000 ml air
Bahan Kuah:
- 750 ml air
- 750 ml air sisa merebus baso
- 1 sdt pala bubuk
- 1 tangkai daun bawang iris tipis
- 1 tangkai seledri, iris tipis
- 2 sdm tetelan sapi
- garam + lada + gula secukupnya
- bawang goreng untuk taburan
Caranya:
- Potong dadu daging sapi dan ayam, untuk urat yang agak besar, potong kecil-kecil. Masukkan potongan daging dalam food processor (penggiling daging) + tepung tapioka + es batu + bawang merah goreng + bawang putih goreng + soda kue + garam + lada. Giling hingga daging halus.
- Didihkan 2000 ml air, kecilkan apinya agar air tidak bergolak. Ambil adonan baso, bulat-bulatin dan masukkan dalam air panas. Rebus baso hingga matang (mengapung).
- Didihkan air + kaldu sisa merebus baso, masukkan tetelan + daun bawang + garam + lada + gula hingga mendidih. Masukkan basonya, taburi irisan seledri. Didihkan sekali lagi.
- Siap disajikan dengan mie, bihun, soun, sawi hijau, saos sambal dan tentunya ditaburi bawang merah goreng.. biar lebih afdol..
NB: kalau suka boleh ditambahkan kaldu sapi bubuk (misal Royco / Masako)
Pemakaian gula adalah sebagai pengganti MSG.
Baiklah.. selamat menikmati semangkok Baso Urat ala Pawon Peony sambil tetep bantuin Peony mikir… Buto itu gendernya apa….
(halah.. gak penting ya… hihihi gak apalah kalo gak penting pertanyaannya, tapi Baso nya tetep enak khan…)
Selalu memasak dengan sepenuh hati, Peony
Dear Redaksi Baltyra.com… terima kasih banyak ya.. juga buat Sahabat Baltyra, terima kasih banyak karena sudah meluangkan waktu membaca sajian ala Pawonku… Pawon Peony (http://pawonpeony.blogspot.com/)
Dear Mas BUTO Kudus & Mas BUTO Ijo, jangan marah ya kalau kalian disebut-sebut dalam tulisanku… khan kalian berdua adalah BUTOs yang romantis… alias BUTOs berhati Rinto… hihihi…
Disclaimer: tulisan ini sama sekali tidak bermaksud menyinggung siapapun, jadi kalau ada yang tersinggung, mohon maaf yang sebesar-besarnya ya… please jangan marah ya…
Sumber foto:
- Shrek (http://www.freewebs.com/footballthoughts/shrek..)
- Baso Urat (http://pawonpeony.blogspot.com/)









September 1st, 2009 at 23:02
Mbak PUR ? hahaha … jadi teringat serial jadul di tipi yg judulnya ” Losmen “
September 1st, 2009 at 22:00
Pak Bagong… makasih banyak lho udah diberi julukan baru… Mbak Pur… alias Mbak Dapur…
Ohya, suara kreekk glekk glekk itu suara bangku rubuh ketiban Mas Buto yang kekenyangan Bakso…
September 1st, 2009 at 21:59
Pak Bagong, suara Buto nelan bakso karo tetelan.
mlayu sik…mengko ditimpuk Buto.
September 1st, 2009 at 21:53
JC: iya…. ikutan bakso Mbak Pur, laris tenan ‘nok!
Mbak Soph’: srekkkkk glek glek, ini suara Buto glegeken kekenyangan, atau suara dhingklik kursi yang patah karena diduduki Buto?
September 1st, 2009 at 21:36
Soph… kalo rutenya selengkap itu bisa juga dibikin cerita serial lho.. ditunggu ya..
September 1st, 2009 at 21:24
Peony, itu rutenya Antara HI, bakmi asun ditheresia, nah ini aku baru menyadari kalau habis ngebakmi kita balik lagi keantara, gambir, katedral lewat lapangan banteng, nyeberang gunung sahari ke kemayoran lsg masuk sunter mall. Habis itu sunter lsg bablas naik jalan Tull yang akhirnya tulllllalit 3 jam jejeg karo Buto sepanjang tull ancol, tg priok, kelapa gading, belok kiri lurus pancoran, mampang , dan berakhirlah diPlangi Mall. Sekian sekilas info.
September 1st, 2009 at 21:11
Soph… makasih…
btw, dulu itu nya 7 jam ya.. rutenya darimana kemana??
misalnya dari Bunderan HI sampe Semanggi, mungkin judulnya bisa “Antara HI dan Semanggi,.. 7 jam mendebarkan bersama Buto Ijo”..
September 1st, 2009 at 21:08
Dear Redaksi Baltyra di tempat nya masing-masing…
Terima kasih ya sudah berkenan menampung dan menayangkan tulisanku yang jauh dari sempurna ini…
I luv U full Ha..ha..ha.. (niruin Alm. Mbah Surip nih…
September 1st, 2009 at 21:06
Pak Bagong, ralat ding 5 mangkok, bakso e telu mangkok, sambelnya siji mangkok, tetelannya siji mangkok. Teh Botol Pitu, wis kenyang…krekkkkk glek glek..
Peony,anda layak dapat bakso.Hihihi
ini lagi kerja upload ngak jadi2 habisnya ngelirik koment terus.
Xa, ntar cari ilham dulu secara bukan 3 jam. Kurang lebih total kabeh 7 jam.
September 1st, 2009 at 21:06
Pak Bagong… Buto makan baksonya itu bukan 3 atau 4 mangkok.. tapi itungannya pake GEROBAK… jadi minimal Buto itu makannya 3 Gerobak… nah kalo sambelnya… biasanya itu menu menjelang dini hari… saat udara mulai dingin menggigit.. Mas Buto biasanya nyeruput sambel satu panci buat menghangatkan badan gitu.. sebagai pengganti bandrek atau sekoteng… karena kalo minum bandrek gak berasa.. jadi harus pake yang lebih dahsyat.. ya itu, nyeruput sambel… dan kalo bisa sambelnya dibuat pake cabe kriting campur rawit merah biar lebih nendang…
Mas Buto… hihihi… jangan marah ya.. kalo rahasia dapurnya kubuka disini.. hihihihi (eits.. aku ojo dibalang mejo tho..)