Nuansa Bening Saat Berbuka

Alexa – Jakarta

Jakarta, 25 Agustus 2009

Hari ini kami membatalkan puasa tepat adzan Magrib berbunyi di sebuah café: segelas Capucino hangat di tambah donat berlapis krim menemani. Tepat di depan café itu ada exhibition hall – ya itulah kondisi café yang terletak dalam Mall di mana kantor kami terletak di atas Mall itu.

Sesosok pria muda bersama rombongannya duduk di seberang meja kami – wajah yang tak asing lagi sering wora-wiri di layar kaca. Hanya beberapa teguk teh hangat yang diminumnya dan kemudian dia beranjak ke panggung di exhibition hall itu dan terlantunlah lagu yang membelai hati…

Oh..tiada yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat di hadapanku
Biasa saja…
Waktu perkenalan lewatlah sudah
Ada yang menarik pancaran diri
Terus mengganggu….
Menatap nuansa-nuansa bening
Tulusnya doa bercinta

Akh perempuan mana yang hatinya tak meleleh dinyanyikan seperti itu…Oups…”Dia nyanyi buat semua orang Xa…bukan buat kamu aja, dasar ge er”, begitu kata teman-temanku saat kusampaikan perasaanku mendengar suara lelaki muda itu. Ya, Vidi Aldiano menyenandungkan lagu Nuansa Bening dalam rangka peluncuran program baru dari suatu operator telpon selular (foto Vid)

vidi

 

Padahal baru hari Minggu kemarin melihat di Infotainment dia terkulai lemas akibat penyakit Tipus – konon tarifnya untuk menyanyi sekitar 5 lagu itu sebesar Rp. 40 juta (whoah). Makanya beberapa artis yang sedang geringpun sering tetap mengutamakan pekerjaannya – mereka disuntik “obat kuat” dan begitu selesai manggung dibawa lagi ke rumah sakit.

Aku tidak bisa berlama-lama di café karena sepotong donat ternyata tidak bisa mengganjal perut-perut yang seharian tadi puasa – sasaran kami selanjutnya adalah Foodcourt suatu hypermarket di lantai lower ground (LG). Hanya di mall ini hypermarket itu membuat foodcourt yang nyaman. Hidangan diletakkan di tempat display yang terang dan bersih sehingga sangat memancing selera orang kelaparan. Menu disajikan dalam dua paket – yakni nasi+lauk pauk (daging/ telor/ ikan/ ayam ) dan aneka masakan sayur tinggal pilih. Harga dibandrol dua yakni Rp. 10 ribu dan Rp. 13 ribu. Dan si mabak serta mas yang melayani itu selalu memberikan dalam porsi yang sangat memuaskan. Aku lihat staf-staf manajemen hypermarket itu juga makan disana (entah bagaimana sistimnya aku tidak melihat mereka membayar) – porsinya itu yak ampyun – nasinya udah seperti gunung berapi aja- buanyak banget deh belum lauk pauknya.

Oke deh aku perlihatkan dulu suasana dari tempat display dan foodcourt itu – eye catching banget yak. (foto display)

display

Khusus selama puasa ini mereka menyediakan menu tajil ( makanan ringan pembuka ) – aneka kolak dan bubur rupanya sudah disapu bersih pengunjung sebelumnya yang tersisa adalah es buah ini beserta aneka jajan pasar. (gbr es buah + gbr kue ).

jajan pasar es buah

Tak ada yang tertarik untuk mencicipi karena semua ingin langsung ke makanan utama.

Lauknya ada beberapa pilihan: ada ayam dimasak saus asam manis dan ikan goreng dengan sambal kecap. Pilihan lainnya adalah Udang yang dimasak dalam beberapa variasi antara lain udang saos mentega dan udang goreng tepung masak asam manis dengan campuran potongan nanas…segar dan syedap. Ada juga irisan cumi yang dimasak dengan beberapa sayuran dan potongan jeruk. Dagingnya diolah dalam beberapa rasa – ada yang dimasak balado lengkap dengan taburan cabe merahnya ada yang dimasak ala Bulgogi. Selain itu beberapa makanan olahan seperti susis, rolade dan otak-otak dimasak aneka rupa (foto lauk pauk)

ikan dan ayam aneka udang daging

olahan

Masakan sayurnyapun banyak variannya ada terong masak, ada capcay. Masakan sayurannya disini enaknya sayurannya masih segar banget dan dimasak tidak terlalu lama jadi masih renyah. Selain menu yang dikemas dalam paket ini kita juga bisa memesan nasi goreng. Lumayan banget rasanya dan khusus untuk nasi goreng ini dibuat khusus untuk pesanan jadi tidak langsung disajikan. Nasi gorengnya dicampur sayuran dan telur…hem syedap. (foto sayur)

aneka sayur

Kami akhirnya memilih sesuai selera masing-masing dan akhirnya semua terdiam karena sibuk dengan santapannya. Tidak membutuhkan waktu lama untuk menandaskan makanan kami – dan ternyata belum puas juga. Ada beberapa gerobak makanan – ada yang memilih untuk mencicipi jajanan pasar, ada juga yang memilih si tahu gejrot. (foto tahu gejrot)

tahu gejrot

Perlahan kami menikmati hidangan pencuci mulut sembari ngobrol dan melirik televisi yang menayangkan acara musik. Puas menyantap kami kembali ke atas dan ternyata Vidi Aldiano masih ada di atas. Rupanya cukup banyak item acaranya sehingga usai santap malam kami – acara launching program selular itu belum usai. Dan kali ini Vidi mendendangkan si Status Palsu:

Terpaksa aku mencintai dirimu
Hanya untuk status palsu
Setengah hati kujalani cinta
Karena aku tak suka denganmu
Kuberikan cintaku
Meski tak s'tulus hatiku
Kuharap engkau tak pernah tau
Rasa cintaku padamu hanya di bibir saja

Haiyah…mudah-mudahan bukan aku deh yang berhubungan dengan orang yang ber”status palsu”, lagi-lagi temanku pada ketawa….”makanya lagu jangan dimasukkan ke hati.”

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *