Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Malaysia Tetap Negara Favorit Kita

Wednesday, 2 September 2009

Viewed 2951 times, 3 times today | 24 Comments |

Junanto Herdiawan – Indonesia

Nasionalisme kadang hadir dalam wajah ganda. Pemahamannya pun berupa makna. Di satu sisi, kita bisa saja berkata cinta produk dalam negeri. Namun di sisi lain, kita sekaligus pecinta produk luar negeri. Di satu sisi, kita mengecam penjiplakan budaya kita. Tapi di sisi lain, kita dengan mudahnya menjiplak budaya asing. Pun demikian halnya dalam menyikapi kasus klaim Malaysia atas budaya kita. Meski banyak yang menghujat dan mengecam Malaysia, terkait dengan iklan pariwisatanya, bangsa kita tetap menjadikan Malaysia tujuan pelancongan. Iklan pariwisata Malaysia yang ditayangkan, sanggup membetot hati para pelancong negeri ini untuk selalu berkunjung ke Malaysia.

Dari data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Triwulan II-2009 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, jumlah WNI yang bepergian ke luar negeri meningkat 13%, menjadi 1,3 juta orang. Ke mana mereka pergi? Daerah favorit turis Indonesia adalah Singapura (44%) dan Malaysia (25%), kemudian diikuti oleh Australia (6%), Thailand (4%), dan Amerika Serikat (4%). Dana yang dikeluarkan oleh para turis itu, atau dana yang keluar dari Indonesia untuk perjalanan itu adalah sebesar 1,2 miliar dollar AS. Itu artinya, selama triwulan II-2009, ada dana sebesar 1,2 miliar dollar AS yang dibelanjakan penduduk Indonesia di luar negeri.

Genting-Highlands
 
Setelah Singapura, Malaysia adalah negara favorit tujuan wisata pelancong WNI. Jumlah wisatawanpun meningkat setiap waktu. Iklan turisme, penerbangan murah, menjadi perangsang turis Indonesia untuk melancong ke Malaysia. Tamasya ke Malaysia juga sangat mudah dan mengasyikkan. Infrastruktur, akomodasi, transportasi, hingga kemudahan papan penunjuk jalan menjadikan wisata ke Malaysia sangat menyenangkan.

Kesiapan infrastruktur transportasi memungkinkan pengunjung memiliki banyak pilihan untuk melakukan mobilitas, mulai dari kereta komuter, monorail, ERL, taksi, bus, hingga sepeda motor. Meski tak banyak dibanding negeri kita, Malaysia memberikan pula pilihan wisata. Mulai dari mandi matahari di pantai Pulau Redang, bersnorkeling dalam kejernihan air Pulau Langkawi, merasakan manisnya strawberry di Dataran Tinggi Cameron, hingga menguji adrenalin di Genting Highlands.

petronas-towers
Upaya meningkatkan pariwisata sebagai tulang punggung pendapatan, dilakukan dengan sangat serius oleh Pemerintah Malaysia. Dari sebelumnya, menempati posisi ke-16 penghasil devisa, kini pariwisata Malaysia adalah 5 besar penyumbang devisa negeri itu. Dalam setahun, penghasilan Malaysia dari sektor pariwisata mencapai 14 miliar dollar AS, atau dua kali lipat Indonesia, yang “hanya” 7 miliar dollar AS. Pilihan tempat wisata, keanekaragaman hayati, alam, dan keindahan budaya, yang dimiliki Indonesia, ternyata tidak otomatis mampu mendatangkan turis. Bahkan turis Indonesiapun masih memilih untuk berlibur ke Malaysia.

Dari data Neraca Pembayaran, Malaysia …. memang truly Asia. Salam.

Share This Post

Posted by Wednesday, 2 September 2009 on 22:51.

Categories: Ekonomi & Politik. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

24 Responses to “Malaysia Tetap Negara Favorit Kita”

Pages: « 3 [2] 1 »

  1. 20
    Junanto Herdiawan Says:

    Mas J C, menarik tuh ide soal Penang yang Medan pindah ke Malaysia. Hal sebaliknya sebenarnya bisa kita lakukan. Kita tawarkan wisata ke Medan dari Penang. One Day in Medan : Heritage Tour misalnya. Medan itu kan terkenal dengan British Malay Architecture-nya. Gedung2 tua nan indah. kalau dibikin one day tour pasti menarik. Jadi para turis asing yang di penang bisa pulang hari ke Medan. Yaah begitu-begitulah kira-kira. Tks mas.

  2. 19
    SU Says:

    Di Mysia banyak sekali penduduknya yang kakek nenek buyutnya berasal dari Indonesia. Tapi kalo memang kebudayaan tersebut asal usulnya milik Indonesia, ga etis deh untuk klaim itu punya mereka.

    (Tapi, psst, saya masih mau dan seneng koq sama beberapa produk dan pantai2 di Mysia)

  3. 18
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Saya pernah ke Malaysia (dan tak mau lagi) tahun 2004. Bagus, fasilitas bagus, bersih tapi “kering” dan “tak bernyawa”. Bandingkan kita Bali. Baru datang aja udah mistis. Baru dia airport di sambut pohon beringin besar lengkap sajen dan “kekuatan gaib”.

  4. 17
    MT Says:

    mas janto….kl diblg favorite rasanya ngga semuanya lah…. saya yg tinggal didaerah kalimantan aja tidak begitu berminat pergi ke malay sana …padahal kl dr sini biaya yg dikeluarkan tidak besar…tapi koq saya malah lebih tertarik ke banda neire….

  5. 16
    J C Says:

    Hahahaha…mas Iwan ada-ada saja…hahaha…kalimat terakhir itu…

  6. 15
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    I love Malaysia. Negara ini satu-satunya di dunia yang menghargai lagu kita untuk dijadikan Lagu Kebangsaan.

    Terang bulan terang di kali
    Buaya timbul di sangka mati
    Jangan percaya mulut lelaki
    Pergi malam pulang pagi

    Maju Malaysia Tambah Mutu
    Maju Malaysia Bersekutu
    Maju Malaysia Nggak kukuuh…

  7. 14
    J C Says:

    Ta’tambahi dikit Mas Iwan: “sejak jaman Majapahit…” hehehe….

  8. 13
    IWAN SATYANEGARA KAMAH Says:

    Malaysia adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah hukum Republik Indonesia.

  9. 12
    J C Says:

    Lho bener sih…khan aku juga wis ngomong, SEKALIAN dolan, mlaku-mlaku toh…hihi…lho, lho, kok tulung-tulung?

  10. 11
    GC Says:

    mas BUTO, emang bener isi tulisanne, aku yo ngakuin klo negara tetangga kita itu emang lebih baik infrastruktur dan fasilitasnya, makanya aku bilang ga nolak ke sana asal ada yg bayarin, klo bayar sendiri..untuk tujuan wisata ke Malaysia ta SKIP wae..wakakakak!
    klo untuk tujuan medical check up, paket lengkap 2jt di Medan (ga tau tempat lain di Indonesia ada yg lebih murah ga ya?), plus ongkos akomodasi dan transportasi ke Malaysia sendiri..kan yo pakpok (alias podho wae, sama sja, jatohnya juga 2jt-an to? ato malah lebih?)
    eyeleyelan.com tenan to…wakakakakakak!! nek tulunggg nek…aku di untel2 BUTO…

Pages: « 3 [2] 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)