<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Malaysia Tetap Negara Favorit Kita</title>
	<atom:link href="http://baltyra.com/2009/09/02/malaysia-tetap-negara-favorit-kita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baltyra.com/2009/09/02/malaysia-tetap-negara-favorit-kita/</link>
	<description>gloBAL communiTY nusantaRA</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 02:31:42 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
	<item>
		<title>By: kita</title>
		<link>http://baltyra.com/2009/09/02/malaysia-tetap-negara-favorit-kita/comment-page-2/#comment-5908</link>
		<dc:creator>kita</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 07:20:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=4818#comment-5908</guid>
		<description><![CDATA[@JC: Kasus Medan kayaknya mulai terjadi di Manado. Sejak ada Air Asia, gampang banget utk loncat ke sana. Aku pernah iseng cek harga tiket utk tgl yg sama, malah lebih murah Mdo-KL (pp nggak ada sejuta), dibanding Mdo-Jkt (pp). 
Tapi aku ikutan GC, kalo dikasi tiket gratis mau :D, kalo harus bayar sendiri, mendingan aku nginap di salah satu pulau kecil berpasir putih yg tenang di Minahasa ato ngabisin duit belanja di mal Manado.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@JC: Kasus Medan kayaknya mulai terjadi di Manado. Sejak ada Air Asia, gampang banget utk loncat ke sana. Aku pernah iseng cek harga tiket utk tgl yg sama, malah lebih murah Mdo-KL (pp nggak ada sejuta), dibanding Mdo-Jkt (pp).<br />
Tapi aku ikutan GC, kalo dikasi tiket gratis mau <img src="http://baltyra.com/wp-content/plugins/wp-smiley-switcher/noktahhitam/icon_biggrin.gif" alt="" />, kalo harus bayar sendiri, mendingan aku nginap di salah satu pulau kecil berpasir putih yg tenang di Minahasa ato ngabisin duit belanja di mal Manado.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rya</title>
		<link>http://baltyra.com/2009/09/02/malaysia-tetap-negara-favorit-kita/comment-page-2/#comment-5906</link>
		<dc:creator>rya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 07:16:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=4818#comment-5906</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia n malaysia seperti kakak adik yang kadang nga akur, saling iri-irian kadang resek. Kalu saja Indonesia bisa lebih ditat lagi baik adminstratif, tourism nya, pemerintahan &amp; perundang-undangannya, Malaysia bukan apa-apa.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia n malaysia seperti kakak adik yang kadang nga akur, saling iri-irian kadang resek. Kalu saja Indonesia bisa lebih ditat lagi baik adminstratif, tourism nya, pemerintahan &amp; perundang-undangannya, Malaysia bukan apa-apa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kita</title>
		<link>http://baltyra.com/2009/09/02/malaysia-tetap-negara-favorit-kita/comment-page-2/#comment-5905</link>
		<dc:creator>kita</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 07:10:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=4818#comment-5905</guid>
		<description><![CDATA[Setuju dgn Iwan, Malaysia nggak ada nyawanya. Bukan tempat yg pas utk wisata alam, belanja ato apapun. Turis Indonesia kan banyakan yg ke genting. Yang lainnya nggak bisa ngalahin Singapore. 
Tapi dari segi promosi mereka memang jagonya, dan Departemen Pariwisata Indonesia harusnya belajar dari mereka. Iklannya hampir rutin ada di CNN, sementara pariwisata Indonesia keseringan kirim &quot;misi wisata&quot; ke luar negeri; ujung2xnya yg nonton banyakan orang Indonesia. Contoh paling jelas festival Tong2x; ratusan orang difasilitasi Dinas Pariwisata, yg nonton banyakan orang Indonesia yg rutin pulang kampung, ato yg nggak punya waktu ke Indonesia. 
Kenapa duitnya bukan buat iklan yg benar2x spektakuler menggambarkan Indonesia. Kayaknya lebih murah dibanding orang2x pariwisata nongkrong di pintu masuk tong2x sambil bagiin brosur cetak pariwisata]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju dgn Iwan, Malaysia nggak ada nyawanya. Bukan tempat yg pas utk wisata alam, belanja ato apapun. Turis Indonesia kan banyakan yg ke genting. Yang lainnya nggak bisa ngalahin Singapore.<br />
Tapi dari segi promosi mereka memang jagonya, dan Departemen Pariwisata Indonesia harusnya belajar dari mereka. Iklannya hampir rutin ada di CNN, sementara pariwisata Indonesia keseringan kirim &#8220;misi wisata&#8221; ke luar negeri; ujung2xnya yg nonton banyakan orang Indonesia. Contoh paling jelas festival Tong2x; ratusan orang difasilitasi Dinas Pariwisata, yg nonton banyakan orang Indonesia yg rutin pulang kampung, ato yg nggak punya waktu ke Indonesia.<br />
Kenapa duitnya bukan buat iklan yg benar2x spektakuler menggambarkan Indonesia. Kayaknya lebih murah dibanding orang2x pariwisata nongkrong di pintu masuk tong2x sambil bagiin brosur cetak pariwisata</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Junanto Herdiawan</title>
		<link>http://baltyra.com/2009/09/02/malaysia-tetap-negara-favorit-kita/comment-page-2/#comment-5847</link>
		<dc:creator>Junanto Herdiawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 21:49:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=4818#comment-5847</guid>
		<description><![CDATA[GC, setidaknya itu yang dicerminkan dari data Neraca Pembayaran kita. Bahwa turis kita ke Malaysia dari hari ke hari terus meningkat dengan devisa keluar yang semakin besar :)

ecy, adhe, JL, Tammy, Alexa, kembangnanas, mas Iwan, morningtingting, SU, MT, tks atas komentarnya ya. Ini sebuah pelajaran sebenarnya buat negeri Indonesia. Sebenarnya kita perlu loh berterima kasih pada Malaysia yang sering bikin &quot;gemas&quot; kita. Karena dengan demikian, kita jadi memikirkan hakikat diri kita sendiri, di berbagai segi. Salam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>GC, setidaknya itu yang dicerminkan dari data Neraca Pembayaran kita. Bahwa turis kita ke Malaysia dari hari ke hari terus meningkat dengan devisa keluar yang semakin besar <img src="http://baltyra.com/wp-content/plugins/wp-smiley-switcher/noktahhitam/icon_smile.gif" alt="" /></p>
<p>ecy, adhe, JL, Tammy, Alexa, kembangnanas, mas Iwan, morningtingting, SU, MT, tks atas komentarnya ya. Ini sebuah pelajaran sebenarnya buat negeri Indonesia. Sebenarnya kita perlu loh berterima kasih pada Malaysia yang sering bikin &#8220;gemas&#8221; kita. Karena dengan demikian, kita jadi memikirkan hakikat diri kita sendiri, di berbagai segi. Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Junanto Herdiawan</title>
		<link>http://baltyra.com/2009/09/02/malaysia-tetap-negara-favorit-kita/comment-page-2/#comment-5846</link>
		<dc:creator>Junanto Herdiawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 21:44:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://baltyra.com/?p=4818#comment-5846</guid>
		<description><![CDATA[Mas J C, menarik tuh ide soal Penang yang Medan pindah ke Malaysia. Hal sebaliknya sebenarnya bisa kita lakukan. Kita tawarkan wisata ke Medan dari Penang. One Day in Medan : Heritage Tour misalnya. Medan itu kan terkenal dengan British Malay Architecture-nya. Gedung2 tua nan indah. kalau dibikin one day tour pasti menarik. Jadi para turis asing yang di penang bisa pulang hari ke Medan. Yaah begitu-begitulah kira-kira. Tks mas.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas J C, menarik tuh ide soal Penang yang Medan pindah ke Malaysia. Hal sebaliknya sebenarnya bisa kita lakukan. Kita tawarkan wisata ke Medan dari Penang. One Day in Medan : Heritage Tour misalnya. Medan itu kan terkenal dengan British Malay Architecture-nya. Gedung2 tua nan indah. kalau dibikin one day tour pasti menarik. Jadi para turis asing yang di penang bisa pulang hari ke Medan. Yaah begitu-begitulah kira-kira. Tks mas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
