Celaka 12

Iwan Satyanegara Kamah – Indonesia

SERIAL RAMADHAN BALTYRA – HARMONI ISLAM – BARAT

KETURUNAN NABI MUHAMMAD DI EROPA (13)

Celaka 12 

FATIMA adalah satu-satunya anak Nabi Muhammad yang menurunkan anak keturunan Nabi hingga kini, yang tersebar di belahan dunia manapun. Dalam sejarah pun tidak ada keturunan Nabi Muhammad dari anaknya yang lain kecuali Fatima. Fatima adalah satu-satunya anak Nabi yang hidup dan memberikan keturunan yang hidup juga dan seterusnya memberikan keturunan lagi dan keturunannya memberikan keturunan lagi dan keturunannya memberikan keturunan lagi dan keturunannya memberikan keturunan lagi, lagi dan lagi…
 
Untuk mengetahui bagaimana keturunan Nabi Muhammad berkembang dan kesasar sampai ke Eropa, setidaknya perlu tahu se-upil saja tentang anak-anak Fatima, cucu-cucunya, cicit-cicitnya, canggah-canggahnya, anak dari canggah-canggahnya dan seterusnya… Dari sinilah keturunan Nabi ada dan berkembang, melalui putri kesayangan Nabi Muhammad yaitu Fatima.
 
Meski beliau sangat mencintainya, tapi pernah keluar perkataan yang membuat bulu roma berdiri. “Seandainya, anakku Fatima mencuri, akan ku potong tangannya”, kata Nabi Muhammad. Kalimat ini bukan kalimat ancaman, tetapi lebih sebuah ‘law enforcement’ yang tidak pandang bulu dan sebuah percontohan bagi umatnya. Mirip seorang dewi yang matanya ditutup sambil bawa pedang dan menenteng timbangan, yang menjadi simbol keadilan.
 
Fatima menikah dengan Ali bin Thalib. Ali adalah sepupu Nabi Muhammad. Ayahnya Ali adalah paman Nabi yang bernama Abi Thalib, sekaligus pelindung atau semacam ‘guarantor’ bagi Nabi Muhammad pada saat semua orang Mekkah membencinya karena ajaran baru yang disebarkannya. “Jangan coba-coba menyakiti Muhammad. Dia harus berhadapan dengan saya dulu”, begitu kira-kira ancaman Abi Thalib kepada siapapun yang berani mengganggu keponakan yang sangat disayanginya. Namun sedihnya, hingga akhir hayatnya Abi Thalib tidak mengikuti ajaran keponakannya itu yang banyak ditentang oleh orang-orang Mekkah pada awal-awalnya.
 
Dari pernikahan Fatima dengan Ali bin Abi Thalib, mereka dikaruniakan beberapa anak. Tetapi yang hidup dan tumbuh dewasa hanya dua orang, yaitu Hasan dan Hussein. Nabi Muhammad sangat menyayangi kedua cucunya ini. Ketika masih balita, mereka berdua suka mengganggu Nabi ketika sedang duduk sholat (sembahyang), sambil gelendotan di leher dan di badan beliau. Dan Nabi membiarkannya…
 
Dari Hasan dan Hussein, kemudian beranak pinak menjadi keturunan yang berentet dan menghasilkan banyak dinasti besar maupun kecil di mana-mana di seluruh dunia. Nah, karena ada dua anaknya Fatima, kita lihat keturunannya Hussein dulu. Dia adalah adik dari Hasan. Mereka selisih hanya dua tahun. Hassan lahir tahun 624 dan tahun kelahiran Hussein adalah 626.
 
Membicarakan Hussein (juga Hasan), tidak bisa bila mengabaikan orang yang namanya Muawiyah I. Dia sepupu Nabi Muhammad yang mendirikan dinasti Ummayah. Kenapa Muawiyah? Karena orang ini sangat bertanggung jawab atas jalan hidup Hasan dan Hussein kelak dan mengubah jalannya sejarah Islam sampai detik ini.
 
Bagi orang muslim kebanyakan, setelah Nabi wafat, tongkat kepemimpinan dilanjutkan oleh para khalifah yang dikenal dengan sebutan ‘Khulafa Rasyidin’ (pemimpin yang diberi jalan lurus). Mereka itu para sahabat Nabi yang kebetulan punya hubungan darah dan keluarga, yaitu Abu Bakar, Umar bin Chattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Nah, setelah khalifah terakhir wafat, yaitu Ali, legitimasi kepemimpinannya dirampas oleh Muawiyah dan keturunannya yaitu dinasti Ummayah yang berkuasa mulai di Siria lalu diteruskan sampai ke Spanyol selama rentang 400 tahun, dari tahun 661 hingga 1031.
 
Setelah dinasti Ummayah sirna di Spanyol, negeri ini diperintah dinasti-dinasti kecil (diantaranya ada yang keturunan Nabi Muhammad) sampai semuanya dilenyapkan oleh kekuatan Kristen tahun 1492. Spanyol pun bersih dari Islam.
 
Bagi keluarga keturunan Nabi Muhammad dan para pengikutnya, setelah Ali bin Abi Thalib wafat dibunuh pisau beracun, yang berhak menggantikannya adalah turunannya, dalam hal ini Hasan (anak tertua Ali dan Fatima dan juga cucu Nabi Muhammad). Oleh karena perselisihan memperebutkan tahta kekhalifahan dengan Muawiyah, Hasan diracuni hingga mati. Dia lalu diganti adiknya, yaitu Hussein, yang mati dipenggal kepalanya oleh Yazid I, anaknya Muawiyah I. Hussein lalu diganti oleh anaknya, yaitu Zainul Abidin yang mati diracun oleh Walid I, khalifah Ummayah yang gemilang merebut Gibraltar.
 
Anaknya Zainul Abidin yang mengganti posisinya yaitu Muhammad al Baqir juga mati diracun atas perintah Khalifah Ummayah Hisham (adik Walid I). Kemudian al Baqir diganti oleh anaknya yaitu Jafar Siddiq yang juga mati diracun kali ini oleh Khalifah al Mansur dari dinasti Abbasiyah. Anaknya Jaffar yang bernama Musa al Kasim, yang menggantikan Jafar juga tewas diracuni oleh Khalifah Harun al Rashid dari dinasti Abbasiyah.
 
Seterusnya pengganti Kasim, yaitu anaknya yang bernama Ali Rida juga mati diracun oleh khalifah dari Abbasiyah. Lalu anaknya Rida bernama Muhammad al Jawad juga mati diracun dan tragedi berlanjut ketika anaknya Jawad, yaitu Ali Naqi juga tewas diracun oleh pihak penguasa Abbasiyah. Anaknya Naqi pun yaitu Hasan Askari juga naas diracun (lagi dan lagi) oleh khalifah dari Abbasiyah. Tapi anehnya, anaknya Askari tidak mati diracun atau dibunuh secara tidak wajar, seperti kakek moyangnya. Dia “menghilang” entah kemana dan akan muncul kembali pada akhir jaman untuk melawan kekuatan Anti Kristus, yaitu dajjal (mahluk jahat dalam tradisi Islam). Dia adalah Muhammad al Mahdi. Makanya terkenal dengan sebutan Imam Mahdi, yang akan “kembali” pada hari kiamat untuk membela kebenaran bersama kedatangan Isa Almasih.
 
Jadi, menurut kepercayaan orang-orang pengikut keturunan Nabi Muhammad yang disebut golongan Syiah, hanya keturunan Nabi saja yang berhak dipilih Tuhan untuk menjadi pemimpin umat Islam menggantikan Nabi Muhammad, baik duniawi maupun spiritual. Konsekuesinya, khalifah Abu Bakr, Umar dan Usman yang menjadi khalifah berturut-turut setelah Nabi wafat, tidak dianggap alias ‘they’re nothing’. Yang mereka anggap pantas menggantikan Nabi setelah wafat adalah hanya Ali bin Abi Thalib dari keempat orang khalifah. Nah, Ali ini dianggap sebagai khalifah pertama atau Imam setelah Nabi wafat. Lalu siapa yang jadi imam kedua? Ya Hasan putra Ali dan imam ketiga adalah Hussein, juga cucu Nabi Muhammad. Imam keempat yang itu Zainul Abidin (cicit Nabi Muhammad), hingga…imam ke 12, yaitu Iman Muhammad al Mahdi atau dikenal dengan sebutan Imam Mahdi.
 
Dari imam pertama (Ali bin Abi Thalib) hingga imam ke-12 yaitu Imam Mahdi dikenal dengan sebutan Imam Dua Belas. Mereka semua orang-orang yang bebas dari kesalahan atau suci. Namun, celakanya tidak ada satupun dari mereka yang meninggal secara wajar. Imam pertama Ali bin Abi Thalib jelas sudah diceritakan terduhulu mati dibunuh oleh pisau beracun dan seterusnya anak cucu cicitnya mati secara tidak wajar, menurut anggapan kalangan orang Syiah.
 
Jadi, bukan keluarga Kennedy saja yang dianggap naas untuk menyebut keadaan yang sama pada jaman sekarang. Kita tahu banyak tragedi dalam keluarga Kennedy, sebuah keluarga terpandang di Amerika Serikat. Pasangan Joe dan Rose Kennedy, memiliki anak-anak yang kelak mengukir sejarah bangsanya. Namun naasnya, anak tertua mereka tewas dalam perang. Lalu dua anak laki-lakinya juga tewas ditembus peluru. Cucu-cucu pasangan ini juga banyak yang mengakhiri hidupnya dengan cara tidak wajar. Kasihan sekali nasib Rose Kennedy, yang tegar dan melihat sendiri tragedi dan juga kemenangan dalam keluarga yang dibentuknya.
 
Begitu pun dengan Fatima, putri kesayangan Nabi Muhammad. Dia benar-benar ibu yang malang. Suami tercintanya dibunuh, lalu kedua anaknya tewas diracun dan dipenggal. Dua cucunya juga diracuni, cicitnya diracuni, anak cicitnya diracuni, cucu cicitnya diracuni, cicit cicitnya diracuni dan diracuni… Total dari mulai suaminya, anaknya hingga 12 turunannya mati tak wajar menurut tradisi orang Syiah. “Celaka Dua Belas!”, kata orang. (bersambung)
 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

71 Comments to "Celaka 12"

  1. semprul  22 August, 2015 at 02:24

    Syiah ya mas

  2. Fauziah  5 April, 2013 at 10:34

    Subhanallah…..
    Kenapa org tdk mau JUJUR yah?
    Padahal org2 ini paham akan Al-Qur’an dan (katanya) cinta kpd Rosul.
    Sdh jelas dalam nash Al-Qur’an tidak mengenal sistim pewaris nasab dari pihak perempuan.
    Apa menurut mereka/paham mereka ahlul-bait sekarang ini, lebih cerdas dari Rosul?
    Buktinya, banyak (yg katanya) ahlul bait malah membuat Bid’ah2…
    Berani menyelisih Al-Qur’an dan as-sunnah serta pemahaman para sahabat.
    Ahlul bait…oh ahlul bait….(semu)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *