Achmad Albar penyanyinya, Ali Alatas diplomatnya, Sultan Hamid si ‘playboy’ nya…

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

SERIAL RAMADHAN BALTYRA – HARMONI ISLAM  – BARAT

KETURUNAN NABI MUHAMMAD DI EROPA (15)

Achmad Albar penyanyinya, Ali Alatas diplomatnya, Sultan Hamid si ‘playboy’ nya…
 
MEMBICARAKAN keturunan Nabi Muhammad tidak akan pernah selesai dan tuntas. Apalagi sampai mengupas dan mengroek-orek nasab (garis silsilah) Nabi sampai kepada keluarga atau wangsa, yang menurut penilaian sebagian besar orang, sangat janggal dan aneh. Bahkan tidak masuk akal.
 
Tulisan serial ini memang membicarakan dan membahas keturunan Nabi Muhammad di Eropa. Sambil menceritakan sekilas dan sejenak menceritakan segala sesuatu yang berkaitan dengan hal itu. Mengapa mengambil hal ihwal tentang keturunan? Karena bidang ini sangat unik dan juga aneh untuk dibicarakan. Apalagi yang menjadi sentral dan titik tolak adalah keturunannya Nabi Muhammad.
 
Lebih aneh lagi membahas anak cucunya yang berkeliaran di Eropa. Mengapa di Eropa atau di dunia barat? Ya, karena barat selalu sulit mengerti dan tidak bisa memahami Islam sebagai apapun bentuknya. Apalagi mencoba mengerti tentang sosok Muhammad, orang yang paling bertanggung jawab pada asal usul Islam. Mereka di dunia barat, selalu punya cara yang mereka banggakan, yakni ketidaktahuan dan prasangka buruk. Demikian juga di dunia Islam. Hampir semuanya orang yang membela dan mempertahankan identitas Islam, tidak punya modal yang kuat untuk mengerti peradaban barat. “Nggak bakal nyampe deh!”, kata orang Jakarta untuk mengejeknya.
 
Dalam serial tulisan ini, kita mencoba melihat dengan genealogi adanya pertautan antara dunia Islam dengan barat. Sebenarnya pertalian itu ada, cuma enggan dibicarakan karena masih tertutup prasangka atau ketidaktahuan. Ketika kita membicarakan pertautan tersebut, akan timbul pertanyaan wajar yang terdengar aneh.
 
“Lha, Muhammad ‘kan orang Arab, koq keturunannya jadi orang Inggris?”
 
Atau pertanyaan yang penuh kecurigaan, “Nggak mungkin ah, mosok keturunannya berlainan iman sama Nabi. Non sense!”
 
Apalagi mengajukan rasa ingin tahu, “Wah, Nabi itu sumber tauladan, apa iya ada keturunannya atau kerabatnya  yang suka biang kerok?”.
 
Sebenarnya, genealogi hanya membicarakan hal ihwal hubungan darah dalam sebuah keluarga. Persoalan keyakinan, kepercayaan, intelektualitas, orientasi seks, etnis tidak harus sama dengan pertalian turun menurun dalam darah (by blood). Mungkin saja ada pertalian itu, namun tidak berlaku umum. Buktinya, kita bisa berlainan bangsa, intelektual dan keyakinan, meski kita sering disebut berasal dari nenek moyang yang sama.
 
Sebagai contoh, kalau Nabi Muhammad punya keyakinan sebagai Muslim, ternyata pamannya yang secara sosial menjadi ayah sekaligus pelindungnya, tidak memeluk agama yang dibawa Nabi. Bahkan seorang paman Nabi yang bernama Abu Lahab, sangat tidak bersahabat dengan Nabi dan ajaran beliau, Namanya diabadikan menjadi nama sebuah surah (semacam bab) dalam Quran, dengan karakter yang sangat buruk. Bukti yang gamblang adalah pemenggalan kepala cucu Nabi, yaitu Hussein oleh sepupu sang cucu sendiri.
 
Nah, seperti yang ditulis sebelumnya, bahwa keturunan Nabi hanya diberikan oleh satu-satunya putri dan anaknya yang hidup, yaitu Fatima. Dari Fatima lahirnya dua anak yang hidup sampai dewasa dan memberi keturunan, Hasan dan Hussein. Dari kedua cucu Nabi ini lahir puluhan dinasti, klan, wangsa atau marga di penjuru dunia. Sebelumnya kita membicarakan tentang Hussein terdahulu. Melalui orang ini lahir anak cucu cicit yang menjadi tokoh penting, yang kemudian juga menjadi orang suci bagi golongan Syiah. Golongan ini menganggap hanya keturunan dan keluarga Nabi Muhammad, yang berhak menjadi pemimpin umat Islam baik secara duniawi maupun spiritual.
 
Dari silsilah cucu Nabi Muhammad yang bernama Hussein, relatif agak sedikit yang melahirkan keturunan anak beranak di dunia barat, dibanding dari kakaknya Hussein, yaitu Hasan. Tetapi nama Hussein diabadikan dengan baik dalam sejarah Amerika Serikat, ketika presiden kulit hitam pertama negeri itu, memiliki nama tengah (middle name) Hussein, yaitu Barack Hussein Obama.
 
Meskipun kita akan membicarakan anak cucu Nabi Muhammad di Eropa, namun sejenak mari melihat keturunan Nabi yang kesasar di Indonesia. Mereka sudah di sini sejak beratusan tahun silam. Mereka sering menyebut dirinya kaum Sayyid atau kaum Alawiyah. Lho koq bisa nyangkut di Indonesia? Kisah perjalanan keturunan Nabi Muhammad sampai ke semua pelosok Nusantara, punya kisah yang panjang, melelahkan dan penuh drama kehidupan. Mereka ini berasal dari daerah yang di sebut Hadramaut atau sekarang di sekitar negara Yaman.
 
Dari mana mereka bisa mengklaim diri mereka sebagai keturunan Nabi Muhammad? Kebanyakan mereka di Indonesia berasal dari Ahmad Muhajir. Siapa lagi orang ini? Dia adalah keturunan ke 9 dari Nabi Muhammad. Kakeknya Ahmad Muhajir adalah cicit dari Muhammad al Baqir, dan al Baqir adalah cicit Fatimah, putri kesayangan Nabi Muhammad. 
 
Pada masa hidupnya Ahmad Muhajir tinggal Basrah, Irak. Daerah itu adalah termasuk kekuasaan negara yang diperintah dinasti Abbasiyah, dinasti keturunan paman Nabi Muhammad, yaitu Abbas. Meskipun dinasti ini berkuasa selama 700 tahun dengan puncak ilmu pengetahuan yang cemerlang yang dikenang manis oleh sejarah dunia, namun mereka sangat represif terhadap keturunan Nabi Muhammad. Penguasa Abbasiyah selalu menekan, mengucilkan, menyiksa, kalau perlu membunuh keturunan Nabi Muhammad, saudara sepupu jauh mereka sendiri. Kenapa? Karena penguasa ketakutan kalau mereka menjadi kuat akan mengambil tampuk kekuasaan. Sebab kebanyakan kaum muslim masih menginginkan agar keturunan Nabi Muhammad yang memimpin dan berkuasa. Bukan keturunan dinasti Ummayah atau Abbasiyah.
 
Memang apes jadi keturunan Nabi. Dulu ditekan dan dikejar-kejar oleh penguasa dinasti Ummayah (sepupu jauh Nabi Muhammad) ketika masih berkuasa di Siria selama 90 tahun. Akhirnya dinasti ini lari ke Spanyol dan berkuasa di sana dengan cemerlang selama 800 tahun. Mereka digantikan oleh dinasti Abbasiyah (sepupu jauh juga dari Nabi Muhammad) dan berkuasa selama 700 tahun. Keturunan Abbasiyah tidak hanya mengejar-ngejar keturunan Ummayah, tapi juga memberikan bonus kekejaman kepada keturunan Nabi Muhammad. Dicurigai, dipelototin, ditekan, dihina, disiksa, kalau perlu dibunuh bila “macam-macam” dengan penguasa.
 
Nah, agar aman dan terhindar dari bencana itu, Ahmad Muhajir pada tahun 929 hengkang dan menyingkir untuk mencari semacam asylum, yaitu perlindungan. Di pilihlah tempat di Madinah, Saudi Arabia, tempat nenek moyangnya yaitu Nabi Muhammad tinggal dan wafat. Hanya setahun di situ, Muhajir berserta keluarga dan puluhan pengikutnya plus keluarganya juga, menyingkir ke arah selatan. Di pilihlah daerah Yaman, yang relatif aman. Di sana mereka bercokol dan beranak pinak sampai bergenerasi. Hingga lahirlah seorang tokoh panutan dan dihormati ilmunya banyak orang, yaitu yang bernama Muhammad Muqaddam (1178 – 1254). Dia adalah keturunan ke 8 dari Ahmad Muhajir (keturunan ke 9 Nabi Muhammad).
 
Tradisi keilmuan filsafat dan sufi, diteruskan dari Muqaddam sampai kepada cicitnya yang terkenal di masyarakat waktu, Abdullah as Saqqaf (wafat 1415). As Saggaf adalah cikal bakal dan pendiri keluarga dan marga Assegaff. Bila ada orang Indonesia (pasti keturunan Arab) bernama belakang Assegaff, ya pasti berasal dari keturunannya. Lama kelamaan keturunannya berkembang biak dengan tetap mempertahankan tradisi keilmuan yang tinggi dan sangat dihormati oleh masyarakat.
 
Dalam rentang waktu ratusan tahun, lahir dan tercipta sejumlah marga. Anggota marga-marga tersebut menyebar mencari kehidupan dan horizon baru ke negeri-negeri jauh, seperti pesisir Afrika timur, India hingga ke Nusantara. Pada abad 17 dan 18, eksodus kaum keturunan Nabi asal Hadramaut makin deras. Mereka selalu mempertahankan karakter yang baik dalam moral dan keilmuan, sehingga mendapat tempat di hati masyarakat lokal yang mereka datangi.
 
Para penyebar agama Islam di tanah Jawa yang terkenal dengan sebutan Wali Songo adalah keturunan dari kaum Sayyid atau Alawiyah, kecuali Sunan Kalijaga yang merupakan keturunan Abbas, paman Nabi Muhammad. Kok bisa-bisaan mereka ngaku-ngaku keturunan Nabi Muhammad? Pada masa penjajahan Belanda, ada naskah yang tidak diterbitkan yang bernama Bataviaasch genotschaap van Kunsteren. Naskah itu memuat silsilah para raja, pangeran dan pemimpin yang disusun oleh Ronggowarsito dengan tingkat ketepatan ilmiah sangat tinggi. Ronggowarsito menulis silsilah itu berdasarkan naskah-naskah Jawa Kuno, dengan supervise seorang ahli kesusasteraan Jawa Kuno, Cohen Stuart.
 
Bagaimana cara mengenali para keturunan Nabi Muhammad di Indonesia yang berasal dari Hadramaut itu? Kenali dari nama belakangnya atau marganya. Ada sekitar ratusan marga kaum Sayyid yang mereka jaga silisilah dengan tertib, baik melalui dokumentasi pencatatan dan keorganisasian yang rapih. Nah, kalau ketemu dan dengar nama-nama belakang orang seperti Alattas, Aljufri, Alaidid, Assegaff, Alkadri, Albar, Jamalulail, Bin Smith, Basyaiban, Alhabsyi, Alhadar, dan banyaaak lagi. Mereka itu keturunan dari yang diceritakan diatas, para tokoh asal Hadramaut keturunan Nabi Muhammad.
 
keturunan nabi muhammad
 
Dalam sejarah Indonesia, tokoh Sayyid yang terkenal adalah Sultan Hamid dari Pontianak, yang nama lengkapnya Sultan Hamid Alqadri. Dia sangat metroseksual untuk ukuran waktu itu. Juga dandy, agak genit seperti ‘playboy’ dan kurang berani. Menurut Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang juga kawan akrab Sultan Hamid, pernah sultan Pontianak itu kalah berantem sama cewek.
 
Namun Sultan Hamid meninggalkan karya monumental bagi bangsa Indonesia. Dia merancang dan menciptakan lambang Negara Republik Indonesia yang selalu menempel di dada kita, di dinding kantor dan rumah serta di paspor kita: Burung Garuda Pancasila, (bersambung)
 
 

32 Comments to "Achmad Albar penyanyinya, Ali Alatas diplomatnya, Sultan Hamid si ‘playboy’ nya…"

  1. ukhti  24 August, 2015 at 09:12

    terimakasih atas informasi nya.. namun cara anda menyampain, merangkai kata, seperti hanya membela salah satu pihak
    maaf sebesar2nya

  2. IWAN SATYANEGARA KAMAH  3 July, 2015 at 23:12

    Terima kasih Pak Ihsan atas apresiasinya. Kami di Baltyra tetap menjunjung tinggi kehormatan tokoh yang telah memberi darma terbaiknya bagi negeri ini. Sejarah Sultan Hamid II memang perlu lebih diungkapkan lebih banyak dan lebih luas kepada rakyat Indonesia. Sumbangan pemikiran beliau menjadi bagian dari perjalanan negara ini yang tak bisa diabaikan.

    Ada ketimpangan dalam memberikan dan mengungkapan sejarah Sultan Hamid II kepada bangsa ini. Dan kami ingin menjadi bagian dari pihak yang mengerti untuk mengungkapkan fakta sebenarnya tentang ketokohan Sultan Hamid II.

    Kami gembira mendapat tanggapan Pak Ihsan sebagai sentuhan hidup dari tokoh dari kalangan Alkadriyyah.

    Terima kasih banyak,

    Salam..

  3. IWAN SATYANEGARA KAMAH  3 July, 2015 at 18:16

    Terima kasih Pak Ihsan atas apresiasinya. Senang bisa berkenalan dengan kerabat Alkadriyyah. Kami di Baltyra menjujung tinggi kehormatan pahlawan dan orang-orang yang berjasa memberikan hidupnya untuk negeri ini. Terima kasih.

  4. Ihsan Alkadri  3 July, 2015 at 13:03

    Maaf sepertinya Cerita dan sejarah Indonesia terlalu menganaktirikan Putra Kalbar ini yaitu Sultan Hamid II,dan sampai skr sgt terasa kalbar tetap anaktiri,jika ada tokoh pelaku sejarah yang berani bicara tentang kebenaran dizaman Soekarno entah apa tanggapaan kita….Perlu diketahui Kejatuhan Sultan Hamid II tidak lepas dari pesaingnya asal tanah jawa masa itu,dan masa itu yang punya nama besar didunia internasional Sultan Hamid II lah orgnya,karena salah satu Faktor Bhw Beliaulah satu2nya Putra Bangsa Lulusan Terbaik KMP Breda yang pernah menjadi Ajudan Utama Ratu Belanda….inilah politik krn takut kalah saing muncullah berbagai macam skenario untuk menjatuhkan Beliau secara khusus dan membunuh seluruh karakter rakyat kalimantan secara umum,…dan contoh baru2 ini dipemilu krn yg bakal jadi ketua DPR jika menggunakan aturan lama, mereka kebakaran jenggot menghadir MD3,..jadi sampai kapanpun Kita diluar Jawa tidak akan bisa mencapai Tampuk Nomor 1 dinegeri, kecuali Chaos dan pergi….namun Allah tidak tidur…kita lihat saja Endingnya…

  5. Wal Suparmo  22 May, 2013 at 10:41

    Iwan Kamah juga habib.

  6. Alwi Oemar As  23 June, 2012 at 09:23

    Artikel ini masih ada bersifat informatif,tetapi penyampainnya seperti marah marah piye pak apa lagi kesel waktu membuat artikal ini ada yang bisa di lengkapi sedikit dari web saya..http://www.allhabib.org, keturunan raja-raja jawa masih utuh tetap orang jawa, tetapi ada anak anak wanita dari para raja yang mendapat suami di kelompok wali songo..ini yang terjadi…wass
    maafkan bila saya salah

  7. Lani  9 April, 2012 at 22:55

    ISK : aku kok ketinggalan ndak baca artikelmu yg ini ya? pdhal taon 2009…….aku ada dimana ya? heheh………wis pikun tenan iki……lali je

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *