Pulau Penyengat

RM – Somewhere

 

Sebuah nama yang unik, pulau Penyengat merupakan salah satu pulau yang masuk dalam wilayah propinsi Kepulauan Riau/Kepri, yang berjarak sekitar 6 km dari ibukota propinsi yaitu kota Tanjung Pinang, atau sekitar 35 km dari Batam.

clip_image002clip_image001

Konon ceritanya, pulau ini sering disinggahi oleh para pelaut untuk mengambil air tawar, suatu ketika pada saat para pelaut ini sedang mengambil air tawar, ada serangga seperti lebah yang usil menyengat pelaut….maka dikenallah dengan sebutan penyengat

Bagaimana caranya mengunjungi pulau ini? Kalo dari pelabuhan Telaga Punggur, Batam naik ferry sekitar satu jam akan sampai di Tanjung Pinang, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan kapal kecil atau dikenal dengan pompong menuju pulau Penyengat, dengan jarak tempuh sekitar 15 menit.

Seandainya waktu kita mepet, bisa carter pompong dengan harga damai alias tawar menawar. Pelabuhan tempat sandarnya kapal pompong ini berbeda lokasi dengan pelabuhan ferry Batam-Tanjung Pinang, cukup ditempuh dengan berjalan kaki.

clip_image003clip_image004

Kecil-kecil cabe rawit…pulaunya kecil tapi menyimpan wisata sejarah yang besar. Pada saat pusat pemerintahan kerajaan Riau bertempat di pulau ini, diresmikan dengan nama Pulau Penyengat Indera Sakti, yang dipercaya bahwa pulau ini letaknya sangat baik dan menjadi pusat pertahanan utama saat perang Riau melawan Belanda.

clip_image005clip_image006clip_image007clip_image008

Di pulau ini merupakan tempat lahir dan makam Pahlawan Nasional di bidang Bahasa Indonesia yaitu Raja Ali Haji, yang semasa hidupnya beliau banyak menghasilkan karya di bidang sejarah, sastra, agama dan politik, namun di masyarakat lebih dikenal sebagai seorang Pujangga dengan karyanya yang sangat terkenal yaitu Gurindam Dua Belas.

Selain itu Raja Ali Haji, dianggap sebagai peletak dasar tata bahasa Melayu, lewat buku Pedoman Bahasa, yang menjadi standar bahasa Melayu, kelak kemudian hari bahasa Melayu standar ini pada saat Konggres Pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928 ditetapkan sebagai bahasa persatuan bahasa Indonesia

clip_image009clip_image010

clip_image011clip_image012

clip_image013clip_image014

Sebagai salah satu wisatawan yang pernah berkunjung ke Penyengat, mempunyai kesan bahwa tempat wisata sejarah ini sangat layak untuk dikunjungi, segera masukkan dalam daftar kunjungan wisata ya…sangat mudah untuk mencapai satu obyek wisata yang satu dengan yang lain karna tersedia alat transportasi yaitu becak motor dengan tarif yang pasti tidak perlu tawar menawar, daftar harga terpampang di pintu masuk pulau penyengat.

Jalan di sepanjang obyek wisata mulus, bersih dan rapi….itung-itung promosi wisata di negeri sendiri

Sekedar usul kali-kali ada pejabat Kepri yang baca, alangkah baiknya kalo ada loket pembayaran tiket masuk Penyengat di dekat kapal pompong, daripada kotak sumbangan sukarela.

Teruntuk Santi, sahabatku…thx y sudah memberi ijin menayangkan fotomu sebagai model becak motor..he..he…

Ditulis oleh RM

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.