Keunikan Iran Part 1

Rya – Indonesia

Lebaran Idul Firi sebentar lagi tiba sekaligus mengingatkan penulis akan kenangan satu tahun lalu di saat akan lebaran, dimana kebanyakan umat islam sibuk mempersiapkan lebaran aku sibuk mempersiapkan perjalananku ke Iran.

Terus terang aku tidak pernah bermimpi apalagi membayangkan bakal berkunjung ke Negara ini. Kalau Ke Arab Saudi buat Haji ya jelas sudah menjadi impianku sejak lama. Iran merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang pemimpinnya Ahmadenijad terkenal akan ketegasannya menyangkut hubungan Negara itu dengan Amerika & sekutunya. Tapi di sini kita tidak ngebahas kondisi politik negara itu yang kita bahas adalah keunikan Negara tersebut.

clip_image002

Dengan Qatar Air aku bertolak menuju Iran walau sebelumnya sempat dag dig dug tidak bisa berangkat karena ada sedikit masalah dengan pembuatan Visa, di sini mungkin teman-teman di Baltyra ada pengalaman pembuatan Visa untuk ke Timur Tengah karena seharusnya Indonesia adalah salah satu Negara yang mendapatkan Visa On Arrival. untuk turis seperti Malaysia mereka bebas memasuki negara-negara seperti Mesir, Dubai, Iran, Qatar, Abu Dabhi tanpa visa turis cukup dengan visa on arrival saja jadi nga usah susah-susah ke Kedubes untuk ngurusin Visa turisnya.

clip_image004Sempat transit di Singapura 2 jam dan selanjutnya menuju Qatar & kembali Transit selama 7 jam, bayangkan daku pergi sendiri dengan perjalanan sekian jauh tapi saat itu aku terlalu “Excited” jadi capeknya tidak terasa pelampiasanya di makanan semua makanan yang tersaji di pesawat habis aku libas.

Karena ini adalah travelingku yang terjauh sampai di Qatar baru aku bisa melihat dunia di mana begitu banyak orang dari suku bangsa India, Caucasian, Arabic, Asia. Semua tumplek di Airport Qatar pada sibuk Transit & aku sibuk bengong liat mereka.

Setelah 7 jam menunggu di bandara Qatar akhirnya pesawat yang akan membawaku ke Iran bertolak ke Ibu Kota Iran Teheran penerbangan selama 3,5 jam dari Qatar.

clip_image006Untung sebelumnya aku sempat ngecek wesite resmi Kedutaan Iran jadi sedikit banyak aku tahu kondisi Iran & bagaimana berlaku sebagai turis di negara itu & syukurnya aku memang sudah berjilbab. Sewaktu mau siap-siap pendaratan seorang perempuan yang duduk di sebelahku sudah siap-siap menggunakan kerudung yang dia ambil dari tasnya. Dan memang di Iran sebagai Negara Islam mewajibkan semua rakyatnya yang berjenis kelamin Wanita & berikut orang asing yang perempuan yang masuk ke Iran harus berpakaian muslimah. Jadi walau sudah diberitahukan oleh suamiku soal ini aku masih takjub juga sebab sewaktu di bandara Qatar kulihat penumpang perempuan yang ke Iran rat-rata berpakaian kasual tapi sampai di Bandara Iran semua udah pada ganti. Tapi sempat satu orang ibu kelihatannya dari Korea tidak diizinkan melewati imigrasi Iran kulihat dia memang tidak menggunakan kerudung, nga tahu deh gimana kabarnya ibu itu.

Keluar dari Airport, suamiku sudah menanti di luar sempat cemberut si aku liat dia kelihatan lagi asik bicara sama perempaun penunggu konter taxi. (cantik-cantik).

clip_image008Aku & Suami keluar untuk mengambil taxi aku sempat heran juga karena suamiku bicara dengan bahasa tarzan atau alias bahasa tubuh karena ternyata kebanyakan orang Iran tidak ada yang bisa bahasa Inggris paling yes or no saja, jadi sewaktu nego harga taxi suamiku pakai tulis di kertas hehehehe & masih heran juga suamiku yang biasa bicara lembut & simpatik, cara dia bicara dengan mereka agak kasar. Setelah itu aku baru tahu kalau memang begitulah cara berkomunikasi dengan mereka.

Suamiku merencanakan untuk menghabiskan waktu satu hari di Tehran keesokan harinya bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri, jadi setelah sarapan kami bermaksud hendak jalan-jalan jadi kami keluar hotel tapi alangkah herannya kami karena hingga pukul 10 suasana kota Tehran sepi sekali cuma satu dua mobil lalu lalang dan itupun kami yakin adalah taxi. Hampir semua kantor & toko toko tutup maksud hati mau liat-liat kota, jadi dengan bergandengan tangan kami menyusuri kota yang sepi itu hingga kami menemukan sebuah taman yang tertata dengan baik, kami duduk dibangku taman sambil memperhatikan beberapa orang Iran yang lalu lalang mungkin lagi jogging. Sampai kami disapa oleh seorang lelaki tua, dengan bahasa inggris terbata-bata dia menanyakan kami berasal dari mana dan kami jawab kami dari Indonesia dan dia pun memberikan respon dengan meriah yes Indonesi jadi mereka biasa menyebutkan Indonesia dengan Indonesia atau Malaysia dengan malesi hehehe lucu juga & berikutnya pertanyaan bapak itu adalah “Moslem?” mungkin maksudnya apakah kami berdua adalah seorang Muslim & suamiku menjawab “ Yes Moslem” lagi lagi dia tersenyum sumeriah dengan bahasa Inggris agak belepoten pak tua itu menceritakan kalau di masa mudanya dia sudah pernah ke beberapa negara Asia seperti Filipina & Malaysia namun belum pernah ke Indonesia. Sedikit mengejutkan pak tua itu mengajak kami bertandang ke rumahnya dan entah mengapa suamiku setuju saja mungkin pikirnya dari pada menghabiskan waktu berjam-jam di taman & kota yang sepi lebih baik melihat-lihat rumah orang Iran.

clip_image010

Dengan berkendaraan milik pak tua tadi kami meluncur ke rumahnya. Kota Tehran adalah kota yang sangat padat kebanyakan masyarakatnya tinggal di rumah yang berbentuk seperti flat-flat & harga tanah di sana sangat mahal. Kami menghabiskan satu jam dirumah pak tua tersebut dengan disuguhi permen coklat kue yang sangat manis & teh manis. Sangat menyenangkan di hari pertama aku di Iran kami di sambut ramah di rumah salah satu warga Iran & kalau ditanya siapa nama pak Tua itu sungguh aku nga ingat lagi.

Cerita selanjutnya, besok yah takut kepanjangan nich.

Salam,

Rya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.