Tuesday, 8 September 2009
Dear Sobat Baltyra,
Setiap kali kita membicarakan tentang merokok, selalu akan kembali timbul pro kontra. Terutama yang kontra akan bilang bahwa merokok itu akan merugikan kesehatan, karena mengandung bla bla bla bla etc. Saya kira nggak perlu saya tuliskan lagi di sini , sudah banyak yang menuliskannya, sementara yang pro juga berusaha membenarkannya baik dari alasan sumber pendapatan sebagian masyarakat Indonesia dan lainnya.
Tapi kali ini saya ingin menceritakannya dari sudut pandangan yang berbeda, walaupun terus terang ini dari sudut pandangan yang Pro.
Beberapa waktu lalu, saat menghadiri presentasi dari perusahaan Asuransi yang mengcover perusahaan tempat bekerja, pada saat makan siang saya terlibat dalam sebuah diskusi atau lebih tepatnya obrolan diantara peserta. Salah seorang bilang bahwa Om nya baru saja meninggal setelah beberapa waktu terserang kanker paru paru yang mungkin dulu disebabkan oleh kebiasaannya merokok.
Tapi seorang yang lain lalu menceritakan sebuah analogi tentang merokok ini. Dan analogi tersebut sebagai berikut:
Pada prinsipnya tujuan hidup dari semua manusia di dunia ini apa to??. Bukankah setiap orang di dunia ini hanya mampir minum to. Artinya akhir dari perjalanan hidup setiap orang di dunia ini adalah kematian.
Lha kalo sudah tahu kalo kita semua akan meninggal, tentu kita akan berusaha untuk sebisa mungkin menikmati waktu yang ada dengan sebisa mungkin hal hal yang menyenangkan.Hal yang menyenangkan ini bagi tiap orang kan berbeda beda. Ada yang menganggap menjadi kaya itu menyenangkan ada yang bilang bahwa kawin itu menyenangkan makanya dia kawin terus, ada juga yang menganggap beribadah kepada Tuhan itu menyenang makanya ada orang yang selalu taat beribadah. Dan bagi orang ini merokok adalah salah satu hal yang menyenangkan makanya dia merokok.
Lalu dia bercerita lagi, misalnya ada orang yang ingin bepergian contohnya aja tujuannya adalah ke Jakarta. Bagi yang kaya tentu pengin naik Pesawat, bagi yang lain naik kereta api, bagi yang lain naik bus. Tapi kalo semua orang punya kesempatan yang sama tentu akan memilih naik pesawat yang nota bene cepat sampai tujuan. Tapi kan kebalikannya dengan analogi pertama. Kalo tujuan orang hidup didunia ini akhirnya adalah kematian, kenyataannya semua orang di dunia ini berlomba lomba untuk mencari jalan yang terlama. Termasuk di dalamnya adalah menghindari merokok, malah ada yang melarang merokok.
Bahkan bagi kalangan yang tidak setuju dengan rokok, mengatakan bahwa merokok itu berarti menghisap sekian banyak macam racun kedalam tubuh. Lha apa pernah mereka itu menghitung berapa banyak macam racun yang dihirup manusia lewat polusi. Apalagi di kota besar macam Jakarta yang mana tingkat polusinya luar biasa. Apa pernah dihitung, racun apa aja yang dihirup oleh orang yang tinggal di Jakarta misalnya.
Mengapa selalu bilang bahwa dengan merokok , umur orang akan berkurang sekian tahun. Pertanyaannya adalah apabila tidak ada orang yang merokok apa manusia tidak akan kena kanker?? Lha wong kenyataannya banyak orang yang kena kanker paru malah bukan perokok. Lagipula kalo benar merokok bisa mempercepat kematian berarti kan tujuan akhir dari orang tersebut cepat tercapai to.
Pada akhir dari ceritanya, dia bilang bahwa merokok atau tidak pada akhirnya kita semua akan meninggal, jadi buat dia merokok itu menyenangkan makanya dia akan terus merokok sampai tujuan akhirnya tercapai.
Sekian akhir dari cerita saya, bagi para pembaca yang pro dan kontra tentang merokok, silahkan berkomentar di bawah.
Salam
JL
September 9th, 2009 at 14:27
Oom, prokon sih biasa, tergantung bagaimana kedewasaan kita untuk menunjukkan CLASS kita. Class seperti merek rokok, dan rokok pun ada class-class-nya. Rokok juga jadi simbol RESPECT and FRIENDSHIP ketika kita ketemu dengan orang baru yang sama-sama merokok. Gituu….
September 9th, 2009 at 14:24
Xa, linggeser itu sejarahnya dulu suka pada nelan linggis biar jejeg dan lurus..
September 9th, 2009 at 13:48
If you smoke, don’t stop. If you don’t smoke, don’t start.. katanyaa..
September 9th, 2009 at 11:59
bagusnya, hidup kaya raya, mati masuk surga n nga pake sakit-sakitan makanya jangan ngerokok. yang pasti kalau ngerokok jangan deket aku n anak-anak okay