‘Gus Dur’ Kabur ke Spanyol!

Iwan Satynegara Kamah – Indonesia

SERIAL RAMADHAN BALTYRA – HARMONI ISLAM – BARAT

Keturunan Nabi Muhammad di Eropa (19)

‘Gus Dur Kabur ke Spanyol!

BILA membicarakan keturunan Nabi Muhammad di Eropa, tentu diskusi akan terhenti pada tokoh yang bernama Aga Khan IV. Koq bisa begitu? Aga Khan adalah sosok yang pantas untuk disebut sebagai contoh untuk hal ini. Dia keturunan langsung Nabi Muhammad dan menjabat imam kaum Syiah Ismailiyah ke 49 yang tak terputus sejak imam ke 1 Ali bin Abi Thalib, menantu Nabi. Di samping itu, Aga Khan IV juga keturunan bangsawan Eropa, nenek moyang tujuh keturunan di atasnya (satu turunan di atasnya adalah ayah/ibu kandung) adalah Raja Charles II dari Inggris.
Namun membicarakan hanya sosok Aga Khan IV saja, kurang cantik dan terlalu memaksakan. Apa sebabnya? Karena dia memang dicetak bukan sebagai bangsawan barat pada awalnya. Kakeknya yang berawal berkiprah melebarkan sayap pengaruhnya dalam masyarakat barat, hingga dilanjutkan ke cucu dan cicitnya. Di sini yang akan ditelaah bukannya memang susah berdarah Arab, lalu hijrah dan menetap di barat. Namun yang lebih menarik adalah membicarakan orang atau bangsawan Eropa yang asli, yang memiliki pertautan darah dengan Nabi Muhammad.
Menurut para ahli genealogi , kaitan Nabi Muhammad dengan para bangsawan Eropa berkulit putih, terjadi melalui para khalifah dari kerajaan Islam yang bercokol di berbagai daerah di Spanyol, setelah dinasti Ummayah runtuh di sana. Sekarang timbul pertanyaan, koq bisa-bisanya keturunan Nabi Muhammad nyasar dan berkuasa di Spanyol? Mereka itu umumnya berasal dari Afrika Utara, yang wilayahnya tidak jauh dengan Spanyol. Apalagi pada kenyataannya, di Afrika utara atau di wilayah yang sekarang disebut nagara Maroko, berkuasa dinasti Idrissiyah cukup lama di sana. Mereka bercokol antara tahun 780 sampai 974. Ada beberapa dari anggota dinasti ini pergi ke utara (Spanyol) dan membentuk dinasti baru di Spanyol dan berkuasa setelah diansti Ummayah sirna.
Agar tidak membingungkan, wilayah Spanyol dan Portugal itu direbut oleh kekuatan Islam pada masa kejayaan diansti Ummayah berkuasa di Damaskus, Siria. Bayangkan saja, sebuah negara yang berkuasa di sekitar Sirai, berkembang dan meluas sampai ke wilayah semenanjung Spanyol dan Portugal. Bahkan nekad menerobos mau masuk ke Prancis, tapi gagal. Lalu siapa yang membuka pintu sampai dinasti Ummayah yang berkuasa di Timur Tengah, bisa meluas masuk ke Spanyol dan daratan Eropa? Orang yang paling bertanggung jawab adalah Khalifah Al Walid I dari dinasti Ummayah.
Walid I berkuasa dari tahun 705 sampai 715, dan dia adalah sepupu ketiga tiga kali keturunan dari Nabi Muhammad (third cousin three times removed of Prophet Muhammad). Walid I menyuruh panglimanya asal Berber (Afrika utara) bernama Thariq bin Ziyad untuk nekad masuk ke Spanyol selatan. Dan pada tahun 711, Thariq berhasil, hingga namanya diabadikan menjadi nama bukit, Bukit Thariq atau disebut Gibraltar.
Namun dinasti Ummayah tidak berkuasa langgeng dengan beribukota di Damaskus, Siria. Kekuasaannya digerogoti dan akhirnya ditumbangkan oleh sekelompok oposisi yang sudah menahun ingin melengserkan mereka. Kelompok itu adalah kelompok dari keturunan paman Nabi Muhammad (Abbas), yaitu dinasti Abbasiyah. Tahun 750 dinasti Ummayah hancur dan digantikan oleh dinasti Abbasiyah. Wilayah yang diwarisinya cukup luas dan membentang dari India barat hingga Spanyol. Pusat pemerintahan dipindahkan dari kota Damaskus ke Baghdad (sekarang ibukota Irak). Dari sini dinasti Abbasiyah berkuasa selama 700 tahun hingga dihancurkan oleh tentara Mongol tahun 1258.
Pada tahun 750, tahun awal Abbaiyah berkuasa, orang-orang Abbasiyah mulai mengeluarkan perintah untuk mengikis habis orang-orang yang ada kaitannya dengan dinasti Ummayah. Mata-mata disebar kemana-kemana. Setiap orang dicurigai kalau-kalau ada hubungannya dengan dinasti Ummayah, penguasa terdahulu. “Sikat habis kalau ada”.
Hanya segelintir orang yang selamat lolos dari kejaran penguasa Abbasiyah. Seorang pemuda berusia 19 tahun, bernama Abdurrahman lari dari Irak. Dia nekad mengarungi lautan gurun Siria menuju Palestina. Lalu menyeberangi gurun Sinai pergi ke Mesir. Perjalanan si Abdurrahman ini sangat berat. Dengan ngos-ngosan dia bersama puluhan pengikutnya yang setia, nekad menjelajahi lautan gurun di Afrika utara dan pergi ke arah barat. Mulai dari melewati Libya, Tunisia, Aljazair, Marokok dan akhirnya ke utara masuk ke Gibraltar dan tinggal di Andalusia.
Siapa sebenarnya Abddurahman itu? Dia adalah putra Muawiyah dan cucu Khalifah Hisham dari dinasti Ummayah yang berkuasa dari 724 hingga 743. Abdurrahaman juga masih famili Nabi Muhammad. Dia itu sepupu ketiga enam kali keturunan dari Nabi (third cousin six times removed) Kenapa dia ke Andalusia? Karena wilayah itu adalah wilayah yang sudah ditaklukan oleh kakak dari kakeknya, yaitu Khalifah Walid I tahun 711. Ketika dia datang ke sana tahun 755, Andalusia masih kacau balau. Abdurrahman bagai orang asing yang masuk sendirian. Kemudian dia membangun kota, membentuk tentara, membangun kantor pemerintahan, dan mendirikan sebuah kerajaan, setalah dia selesai mengatur semua sarananya dengan baik dan penuh disipilih.
Kegigihan Abdurrahman yang tak mau menyerah kepada keadaan, justru sangat dipuji oleh para penguasa Abbasiyah, kelompok yang menggulingkan, membenci dan membunuhi keluarganya. “Orang paling pemberani dari suku Quraysh”, kata Khalifah Al Mansur (berkuasa 754 – 775) dari Abbasiyah. Begitu berani dan hebatnya orang ini, dia dijuluki Abdurrahman al Dakhil. Dakhil dalam bahasa Arab berarti “sang penakluk”. Dalam bahasa kerennya “Abdurrahman the Conqueror”.
Keberaniannya itu membawa Islam bercokol di daratan Eropa. Tidak hanya berkuasa, Islam meninggalkan sebuah legacy kepada peradaban barat dan umat manusia. Di sanalah toleransi kehidupan beragama dan ilmu pengetahuan terapan umat manusia mencapai titik apex. Tokoh-tokoh Yahudi justru gemilang dan cemerlang berada pada masa kekuasaan Islam di sana.
Abdurrahman yang kemudian dikenal dengan sebutan Abdurrahman I, akhirnya meneruskan kekuasaan dinasti Ummayah. Kali ini bukan Siria yang sudah dikuasai oleh orang-orang Abbasiyah, tetapi di Spanyol. Wilayah ini sangat jauh jangkauan control dari Baghdad, tempat kaum Abbasiyah berkuasa dan memusuhi dinasti Ummayah. Dia mendirikan keemiran (emirate) di sana tahun 756 dan berkuasa melalui anak, cucu, cict, canggah, anaknya canggah, sampai cucunya canggahnya, selama 156 tahun hingga tahun 912.
Setelah itu berdirilah kekhalifahan (caliphate) atau sebuah negara yang lebih besar lagi. Keturunannya ketujuh, Abdurahman III mendirikan kekhalifahan Ummayah di Spanyol tahun 912 hingga sirna pada saat cucunya, Khalifah Muhammad III digulingkan tahun 1031. Namun dalam kekuasaannya, dinasti Ummayah sering “muncul tenggelam”. Pada saat lowong kekuasaanya dijalankan oleh dinasti Hammudiyah, dinasti yang berkuasa di Malaga dan Algeciras dan berasal dari keturunan Nabi Muhammad. Kemudian ada juga dinasti kecil yang berkuasa di secara lokal, seperti dinasti Abbadiyah di Seville. Dinasti ini juga berasal dari keturunan Nabi yang membuat kota Seville menjadi pusat kemajuan budaya pada saat itu.
Keberadaan dinasti-dinasti kecil keturunan Nabi Muhammad di sana, akhirnya merajut tali hubungan darah dengan para bangsawan lokal di Spanyol. Dari sinilah titik awal yang paling bisa dipertanggungjawabkan, untuk mencari, merangkai dan merajut pertalian antara keturunan Nabi Muhammad dengan para bangsawan Eropa kelak. Ini semua bisa terjadi karena ada orang yang bernama Abddurahman al Dakhil, yang menyebabkan beberapa dinasti keturunan Nabi Muhamad berani berkuasa dan berkarya di Spanyol dan Portugal.
Gus Dur
Keteladan dan keberanian Abdurrahman al Dakhil menjadi contoh yang baik di dunia Islam. Banyak bayi yang lahir ingin diharapkan bisa seperti dia oleh orang tuanya. Pada tahun 1940, sepasang suami istri di Jawa Timur, pernah menamakan anak laki-laki yang baru lahir dengan nama Abdurrahmah al Dakhil. “Siapa tahu bisa jadi penakluk”, harap orang tuanya. Ketika tumbuh dewasa, nama al Dakhil (artinya Penakluk) dihilangkan dan diganti dengan nama depan ayahnya. Namun jiwa penakluknya tidak bisa dihilangkan dari orang ini. Dia menjadi trendsetter untuk cara berpikir baru. Penaklukkannya yang paling tinggi adalah pada 20 Oktober 1999, ketika dia dilantik menjadi presiden ke 4 dari sebuah negeri berpenduduk beragama Islam terbesar sejagat. (bersambung)

106897


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.