Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta
SERIAL RAMADAN BALTYRA – HARMONI ISLAM BARAT
KETURUNAN NABI MUHAMMAD DI EROPA (20)
Valladolid, kota si Walid
SEJAK semenanjung Iberia dikuasai orang-orang Arab, kawasan itu banyak berubah dan akhirnya menjadi sebuah negeri yang paling hebat di dunia saat itu. Puncak masa keeemasan negeri ini diawali oleh sebuah serbuan dari timur. Tepatnya serbuah dari kerajaan Ummayad yang memerintah dari kota Damaskus, Siria. Orang yang memerintahkan invasi ke semenanjung Iberia adalah Khalifah Walid I yang memerintah dinasti Ummayah dari 705 hingga 715. Dia menyuruh panglimanya asal Berber Tariq bin Ziyad untuk masuk ke Spanyol tahun 711 dan berhasil. Sejak itu pengaruh Islam masuk ke Spanyol perlahan-lahan.
Puncaknya ketika cucu keponakan Walid I yaitu Abddurahman al Dakhil lari dari kejaran penguasa Abbasiyah yang menggulingkan kekuasaan Ummayah. Dia kabur dari Irak menuju Spanyol tahun 755. Di sana dia mendirikan kembali dinasti Ummayah yang digulingkan oleh Abbasiyah. Abdurrahman al Dakhil adalah cucu Khalifah Hisham, yang juga adik Walid I. Sejak itu berduyun-duyun orang dari Afrika utara masuk ke Spanyol. Sebuah negeri yang kemudian menjadi negeri Islam selama 800 tahun. Termasuk yang datang ke sana adalah orang-orang dari sebuah dinasti yang berkuasa lama di Maroko, yang juga berasal dari keturunan Nabi Muhammad, yaitu dinasti Idrissiyah (Idrissid). Pendiri dinasti ini adalah Idris I yang juga cicit dari cucu Nabi Muhammad, Hasan.
Ketika dinasti Ummayah mengalami masa kebobrokan, keluarga jauh dari dinasti ini, yaitu dinasti Hammudiyah (Hammudids) berkuasa di Algeciras dan Malaga. Tidak hanya itu, pada masa kemerosotan dinasti Ummayah, ada juga sebuah dinasti yang berkuasa di Seville, yaitu dinasti Abbadiyah (Abbadids) yang berasal dari garis keturunan Nabi Muhammad. Dinasti ini akan banyak dibicarakan oleh para genealogi dengan penuh perdebatan dan keraguan. Mengapa bisa begitu? Karena ada seorang putri dari penguasa terakhir Abbadiyah, menjadi istri dari bangsawan Leon dan Castile. Pasangan ini kelak menurunkan raja-raja Portugal, yang akhirnya juga menurunkan bangsawan wangsa Plantagenet, cikal bakal raja-raja Inggris sekarang. Dinasti Abbadiyah membangun kota Seville sehingga menjadi cantik hingga sekarang.
Kedekatan dan akhirnya kalau boleh dibilang pencampuran darah antara bangsawan lokal yang beragama Kristen dengan keturunan Nabi Muhammad di ranah Spanyol, tak lepas dari jasa Khalifah Walid I dan tentunya juga Abdurrahman al Dakhil yang kemudian menjadi khalifah di Spanyol. Keperkasaan Walid I diabadikan pada nama sebuah tempat yang saat itu masih sebuah kota sangat kecil. Tempat itu dinamakan Ballad al Walid atau Kotanya Walid. Orang lokal sana agak susah dengan pengucapan bahasa Arab. Disebutlah Valladolid hingga kini. Kota ini menjadi sebuah kota indah dan cantik tempat turis melancong.
Atas keberanian Walid I ini, kerajaan Ummayah melebar dan meluas. Keadaan ini dinikmati oleh para penggantinya, yang tak lain juga adalah adik-adiknya. Misalnya Khalifah Hisham (724-743) yang memerintah negeri Ummayah, yang membentang dari pantai Atlantik hingga perbatasan Cina dan Indus. Hisham bisa berleha-leha dengan istana musim dinginnya di Jericho. Sepupu Hisham dan juga Walid I adalah Khalifah Umar bin Abdul Aziz atau disebut Umar II. Dialah yang membangun kota Jerusalem dan mendirikan Dome of the Rock yang sangat terkenal dan menjadi icon kota suci tiga agama itu.
Lalu mengapa dinasti Ummayah, yang juga para sepupu jauh Nabi Muhammad ini, bisa disebut dengan penuh sinisme sebagai Moor? Mungkin karena asalnya dari wilayah Maroko, makanya dinamakan dengan salah kaprah sebagai orang Moor. Padahal mereka sendiri tidak menyebut diri mereka seperti itu. Mereka adalah orang Arab, dari Damaskus dan Medina, Saudi Arabia. Kebanyakan merea mengawini wanita lokal Spanyol atau Visigot atau mengambil budak berkulit coklat asal Galisia.
Nah, tadi sudah disebutkan bahwa kemungkinan besar para bangsawan Eropa mengalir darah Nabi Muhammad, melalui dinasti Abbadiyah, meski banyak penolakan dan keraguan tentang hal itu. Jika hal itu terbukti diragukan, bangsawan Eropa tetap memiliki darah Arab dari keturunan Nabi Muhammad melalui dinasti Ummayah sendiri, yaitu melalui seorang bangsawan terpandang yaitu Don Manrique de Lara. Ibunya si Manrique ini adalah putri dari Khalifah Hakam II yang menguasai Spanyol antara tahun 961 sampai 976. Ini artinya Ratu Elizabeth II adalah sepupu jauh Nabi Muhammad. (bersambung)
Ilustrasi:
http://www.indigoguide.com
http://www.cozumelparks.com.mx
September 11th, 2009 at 21:11
Terima kasih sudah membaca dan memberikan apresiasi.
September 11th, 2009 at 21:08
Makin banyak campuran darah, makin bagus bagi seseorang. Sekalian mengurangi penyakit genetika.
September 11th, 2009 at 21:08
Darah murni? Nggak ada. Yang ada Apotik Titik Murni, apotik paling terkenal di Jakarta, di Jalan Kramat Raya, buka 24 jam , bekas lokasi pertemuan Soekarno dan Tan Malaka, suatu malam di bulan September 1945.
September 11th, 2009 at 19:44
Whoaa, ISK jadi Khalid bin Walid cikal bakal raja2 Portugal yang menjadi cikal bakal raja Inggris? Luar biasa – sejarah itu indah… lanjut terus ISK
September 11th, 2009 at 19:32
Darah siapa sih yang benar-benar murni?
September 11th, 2009 at 12:41
Kotanya cakep banget..pengen ke sana, ngarep undangan dari Pak Iwan..kwkwkwk..
September 11th, 2009 at 09:14
lanjut pak I…
September 11th, 2009 at 08:21
Absen dulu….no.2 !
September 11th, 2009 at 08:14
Hadiirrr….seru banget, lanjuut..