Bayi yang tidak diinginkan

Phie – Midstate

Halo teman-teman Baltyra, apa kabar semua?

Semoga semuanya sehat-sehat aja ya. Udah mulai dingin di sini…brrr…brrr…si Embem pun sudah dibungkus rapet kya lemper hehehe….tapi kali ini bukan mau cerita bikin lemper. Cerita saya kali ini pendek aja, cuma ingin berbagi kisah. 

Minggu lalu waktu saya ke kantor WIC (Women, Infants, and Children – program pemerintah US yang memberikan gratis setiap minggu susu, roti, jus, telur, keju, cereal, susu bayi, buah, dan sayuran untuk ibu hamil, menyusui, dan anak balita) buat ambil cek tiap 3 bulan. Lumayan nih ngirit banyak tiap belanja mingguan, apalagi sekarang pemerintah Obama kasih peningkatan jadi banyak tambahan dan pilihan yang lebih bergizi. IMG_0001

Karena datang lebih awal dari waktu yang ditentukan saya iseng lihat-lihat rak yang berisi banyak brosur. Ada satu yang menarik perhatian saya, tentang program pemerintah negara bagian tempat saya tinggal (saya ngga tau ada apa tidak program ini di semua negara bagian) memberikan jalan keluar untuk bayi-bayi yang tidak dikehendaki oleh ibunya.

Kalau bicara soal finansial sih semestinya ngga jadi masalah karena biasanya untuk pasangan yang belum menikah sudah pasti si bapak yang tanggung jawab untuk child support (kalau ngga bayar ya masuk penjara) atau kalau masih kurang ya minta ke kantor welfare untuk daftar minta foodstamp dan cash assistance, lumayan banget tuh masih bisa makan enak dan dapat uang cash dari pemerintah selama jangka waktu tertentu.

IMG_0002 Jadi bayi yang tak dikehendaki ini alasannya mungkin masih sekolah, masih terlalu muda, who knows deh yang jelas si ibu tetap menjalankan kehamilan karena ngga mau aborsi. Di brosur yang saya baca SEMUA rumah sakit di negara bagian ini menawarkan ‘penyerahan’ bayi yang baru lahir hingga berumur 28 hari tanpa ditanya macam-macam, sehingga si ibu setelah melahirkan bisa melanjutkan hidupnya tanpa terhambat urusan bayi dan si bayi mendapat kehidupan yang lebih layak karena di US banyak sekali pasangan atau single woman/man yang antri mengadopsi bayi-bayi lucu ini. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat brosur yang saya scan, 1 berbahasa Inggris, 1 berbahasa Spanyol.

Kadang saya berpikir, pemerintah sini kok sampai memperhatikan hal-hal seperti ini ya. Yang katanya negara bebas, tak beragama pun tak masalah asal saling berbuat baik terhadap sesama, masyarakatnya individual,  tapi masih ada orang-orang yang berhati mulia untuk melindungi si ibu dan bayi dari keputusasaan yang bisa saja merenggut nyawa keduanya. Merupakan hal yang biasa terjadi di masyarakat negeri saya yang tercinta, negeri yang katanya menurut sila ke-2 Pancasila "kemanusiaan yang adil dan beradab" -yang katanya semua orang harus beragama dan tercantum dalam KTP-yang katanya nilai dan norma harus dijunjung tinggi- nyatanya tentang cerita yang kerap muncul di harian nasional: si A bunuh diri karena dihamili pacarnya yang tak mau bertanggung jawab, si B membuang bayinya ke tong sampah hasil hubungan gelap dengan suami orang, si C menjual bayinya karena tidak ada biaya untuk merawat.

Ingatan saya melayang ke 10 tahun silam waktu masih duduk di bangku kuliah tingkat pertama di kota budaya Yogyakarta, menerima kabar yang menjadi gempar di se-antero kampus ada seorang gadis dari fakultas Psikologi mati mengenaskan di kamar kost-nya karena sedang hamil muda perutnya diinjak oleh sang pacar yang katanya untuk mencoba aborsi, entah ide dari mana itu sebagai cara aborsi. Yang jelas lebih mengejutkan karena saya pernah sebangku dengan gadis pendiam ini waktu beberapa kali latihan paduan suara kampus. Tragis ya, jelas orangtuanya di luar pulau Jawa sangat bersedih anaknya yang dikirim untuk sekolah kok malah meninggal tak wajar.

Seandainya si gadis ini hidup di sini pasti sekarang dia masih hidup karena punya alternatif lain untuk hidupnya dan tak perlu merasa malu untuk hamil tanpa suami….hiks…hiks…rest in peace ya teman. Juga tentang artikel mba SAW di rumah sebelah yang ada bayi di tong sampah, seandainya saja bayi itu lahir di sini mungkin sekarang sudah berada di tengah-tengah orangtua yang berbahagia mendengar dan melihat tingkah lucunya. 

IMG_0004 IMG_0003

25 Comments to "Bayi yang tidak diinginkan"

  1. marini  16 March, 2011 at 11:38

    Ga ada system yang sempurna, begitu juga dengan system foster care seperti di US ini. Cuma, yang paling saya khawatirkan tentang sistem ini adalah untuk akibat jangka panjangnya yaitu hilangnya nasab atau garis keturunan seorang anak. Orang tua yang menyerahkan bayinya ke pemerintah, saya yakin tidak banyak yang ikut menyertakan nama ibu dan ayah kandung dari bayi tersebut sehingga seperti tadi, nasab atau garis keturunan bayi tersebut jadi hilang. 15 tahun atau 20 tahun ke depan, ketika sang bayi sudah besar dan cukup dewasa untuk menikah atau berpacaran or kl US ya having sex, saya yakin ada kemungkinan (besar sepertinya), seorang abang menikah/pacaran/having sex dengan adik kandungnya, seorang Ayah/Ibu menikah/pacaran/having sex dengan anak laki-laki/perempuannya kandungnya, dan seterusnya. Ujungnya berakibat INCEST kan karena nasab atau garis keturunan yang tidak jelas. Saya jadi ngeri membayangkan hal tersebut. Halyang sama berlaku dengan sistem bank sperma.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.