Search in Archive

Select a date
Select a category
Search with Google

Bangkitnya Chindonesia dan Masa Depan Kita

Tuesday, 15 September 2009

Viewed 1010 times, 6 times today | 22 Comments |

Junanto Herdiawan – Indonesia

Saat dunia dilanda kelesuan dan resesi yang berkepanjangan, di kawasan Asia muncul secercah cahaya. Harapan itu disebut dengan nama “Chindonesia”. Istilah Chindonesia diperkenalkan oleh Nicholas Cashmore, seorang analis ekonomi, yang melihat keajaiban pertumbuhan dari tiga negara di kawasan Asia Pasifik, yaitu China, India, dan Indonesia.
 
segitiga
Chindonesia adalah pilar lain yang menyaingi BRIC (Brazil, Rusia, India, dan China) yang juga mencatat pertumbuhan impresif dalam beberapa triwulan terakhir ini. Kala hampir seluruh negara di dunia mencatat pertumbuhan negatif akibat krisis global, China, India, dan Indonesia telah lebih dulu mencatat pertumbuhan ekonomi positif, serta memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.  
 
Krisis ekonomi global memang telah mengajarkan kita tentang hal-hal yang terlewatkan dalam ilmu ekonomi mainstream. Majalah The Economist, dalam laporannya bulan Juli 2009 lalu menulis tentang kegagalan ilmu ekonomi dalam mendeteksi terjadinya krisis global. Ekonomi yang berbasiskan pada kekuatan sektor finansial terbukti bukan segalanya. Kuatnya pasar domestik, investasi, ekspor, dan pengeluaran pemerintah yang cermat adalah cara untuk bertahan dari krisis global saat ini. Jumlah penduduk yang besar juga dianggap menjadi keuntungan. Karakter perekonomian tersebut tampak pada negara China, India, dan Indonesia. 
 
Perekonomian China, India, dan Indonesia, mampu bergerak lepas dari berbagai permasalahan yang ada di negara maju. China, mencatat pertumbuhan yang meyakinkan pada kuartal II-2009 sebesar 7.9%. Pemerintah China bahkan menargetkan pertumbuhan sebesar 8% di tahun 2009. Meski kinerja ekonomi dunia melambat, perekonomian China didukung oleh sektor domestik yang kuat. Sektor otomotif dan properti menjadi kekuatan perekonomian Cina. Sementara itu, India mencatat pertumbuhan sekitar 5.8%. Pertumbuhan India juga ditopang oleh masih kuatnya konsumsi dan industri  baja yang cukup solid.  
 
Bersama China dan India, perekonomian Indonesia tercatat masih bisa tumbuh relatif tinggi di tengah krisis global. Dalam triwulan II-2009, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 4%, setelah pada triwulan sebelumnya mencatat 4,4% yoy. Angka pertumbuhan positif tersebut cukup meyakinkan di tengah melesunya perekonomian global. Tahun 2009 ini, ekonomi Indonesia diperkirakan dapat tumbuh 4% dan pada tahun 2010 akan merangkak naik di angka 5%. 
 
Mengapa ekonomi Indonesia relatif mampu bertahan dari guncangan, dan bagaimana kondisi perekonomian ke depan? Ada beberapa catatan. Pertama, Ekonomi Indonesia bersandar pada kekuatan karakter asalinya, yaitu kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Saat ini harga komoditas dunia mulai meningkat dan menguntungkan ekspor Indonesia. Kedua, kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia yang semakin meningkat sejak berjalan lancarnya proses Pemilihan Umum dengan aman dan damai. Selain itu, kebijakan makroekonomi yang berhati-hati dari Pemerintah juga menambah kepercayaan pelaku pasar. Dana asing pun kembali mengalir ke dalam perekonomian Indonesia. Meski sempat terjadi teror Bom pada bulan Juli 2009, dampaknya di bidang ekonomi hanya sesaat, sebelum perekonomian kemudian bergerak kembali.  
 
Ketiga, konsumsi rumah tangga yang kuat menjadi pilar pertumbuhan ekonomi saat ini. Dengan jumlah penduduk yang besar, konsumsi memang menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. Saat ini, kontribusi konsumsi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 60%. Keempat, pemberian stimulus fiskal dan moneter untuk meningkatkan gairah pada perekonomian. Meski berjalannya stimulus ini belum optimal, namun tumbuhnya kepercayaan di pasar telah memberikan sentimen positif.  
 
Ke depan, bangkitnya ekonomi China dan India akan memberikan dampak positif pada perekonomian Indonesia. Membaiknya perekonomian di kedua negara tersebut, akan mendorong peningkatan komoditas ekspor Indonesia, seperti crude palm oil, batubara, dan tembaga. Hal ini akan menambah kekuatan pada pilar perekonomian Indonesia.
 
chindonesia
 
Permasalahannya adalah bagaimana kita memanfaatkan momentum seperti itu untuk membangun pondasi kekuatan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Kita menyadari bahwa pilar pertumbuhan dari konsumsi dan sumber daya alam, sangatlah rapuh terhadap guncangan. Kita perlu membangun sebuah struktur industri yang lebih kokoh dan berfokus pada kekuatan diri sendiri. Momentum yang baik ini kiranya perlu dimanfaatkan bersama-sama. 
 
Namun, kita memang kerap mudah terbuai dan melewatkan momentum begitu saja. Di tahun 80-an, kita pernah berteriak, “awas Jepang”. Saat itu Jepang sedang mulai mengeliat. Namun kini, Jepang sudah tak terkejar. Kemudian di tahun 90-an, kita berteriak, “awas China”. Ketika itu, China sedang membangun industri negerinya. Dan kini, China sudah jauh berlari. Bergulir ke awal 2000-an, kita berteriak lagi, “awas Vietnam”. Dan kini, Vietnam mulai mengeliat. 
 
Hari berlalu, kesempatan kerap lewat begitu saja. Inilah saatnya kita merebut momentum sebagai negara besar. Jangan sampai kita hanya menjadi bangsa yang berteriak dan memprotes saja. Tanpa banyak berbuat. Seperti juga saat kita berteriak pada Malaysia tentang kisruh tari pendet. Bangsa Indonesia terlalu besar bila hanya untuk berteriak saja.  
 
Salam

Share This Post

Posted by Tuesday, 15 September 2009 on 05:56.

Categories: Ekonomi & Politik. Follow the comments to this article via the RSS 2.0.

You can leave a response or trackback to this entry

22 Responses to “Bangkitnya Chindonesia dan Masa Depan Kita”

Pages: [3] 2 1 »

  1. 22
    Handoko Widagdo Says:

    Jun, menurut kisah klasik cina (kata engkongku) kesempatan itu seperti anak bajang berkuncung yang larinya sangat cepat, sekali kita lewat menangkap kuncungnya, anak bajang tersebut akan lewat. Makanya (ini juga kata engkongku) kalau ada kesempatan gak usah teriak, tapi langsung saja ditangkap. Kalau pada kesempatan pertama kita berteriak, maka si bajang sudah keburu kabur. Awas!

  2. 21
    rina s Says:

    negara ini banyak dikorupsi pemerintahnya sendiri, berjamaah lagi…belum pungli…

Pages: [3] 2 1 »

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Image (JPEG, max 50KB, please)