Wednesday, 16 September 2009
Jon Leung – Kudus
U.S Open 2009 Grandslam baru saja berlalu, dengan menyajikan banyak sekali kejutan, rekor, dan kontroversi.
Dari babak babak awal , Grandslam yang merupakan seri terakhir dari rangkaian grandslam sepanjang tahun ini telah menyajikan kejutan kejutan terutama di tunggal putri, diantaranya tampilnya petenis wanita tuan rumah Melanie Oudin yang baru berumur 18 tahun dan hanya memiliki peringkat 70 dunia, berturut turut mengalahkan 4 orang gadis Rusia yaitu Maria Sharapova, Elena Dementieva, dan Nadia Petrova, walaupun langkahnya harus terhenti dibabak perempat final oleh finalis Caroline Wozniacki.Walaupun gagal Oudin mencatatkan diri sebagai petenis muda dengan peringkat terendah yang berhasil maju ke babak perempat final setelah orang terakhir yang melakukannya adalah Serena William.
Selain Melanie Oudin , juga berhasil tampil di Semifinal adalah Yanina Wickmayer dari Belgia yang juga baru berusia 19 th.
Caroline Wozniacki sendiri, yang berasal dari Denmark, merupakan petenis dari negara Skandinavia pertama yang masuk ke final Grandslam, juga baru berusia 19 tahun
Kejutan yang lain adalah tumbangnya peringkat pertama dunia Dinara Safina pada babak ke 3 oleh Petra Kvitova 4-6,6-2 dan 6-7. Kvitova sendiri kemudian dikalahkan oleh Caroline Wozniacki.
Dan tentu saja kejutan yang terbesar adalah tampilnya Kim Clijsters yang baru saja come back dua bulan lalu , yang berhasil merengkuh gelar Grandslam ke 2 nya di US Open dimana gelar yang pertama di raihnya juga di Flushing Meadow tahun 2005 yang lalu. Dalam perjalanannya untuk menjadi juara , Kim yang tidak mempunyai peringkat dan ikut di US Open dengan fasilitas wild card berturut turut mengalahkan Viktoriya Kutuzova, Marion Bartoli (unggulan 14), Kirsten Flipkens, Venus William (unggulan ke 3), Li Na (unggulan ke 18) dan di semifinal Serena William sang juara bertahan (unggulan 2) dalam pertarungan yang ketat dan penuh kontroversi 6-4, 7-5.
Puncaknya Kim berhasil mengalahkan Caroline Wozniacki dengan straigh set 7-5 dan 6-3 untuk mencetak rekor yaitu petenis wanita ketiga yang menjuarai Grandslam setelah menjadi ibu, setelah Dorotea Douglass Chambers tahun 1914 dan Evone Goolagong Chambers menjuarai Wimbledon tahun 1980 silam.
Dia juga merupakan petenis dengan wild card pertama yang berhasil memenangi Grandslam US Open.
Setelah US Open ini Kim yang sebelumnya tidak mempunyai peringkat dunia, langsung melejit ke peringkat 20 dunia.
US Open kali ini juga diwarnai dengan kontroversi terutama pada pertandingan semifinal wanita antara Kim Clijsters melawan Serena William. Serena yang merupakan pemain harapan tuan rumah, pada akhir set pertama membanting raket sehingga memperoleh peringatan dari wasit. Puncaknya pada akhir set kedua , di mana saat Serena ketinggalan 5-6 dan pada point 15-30, lineswoman memberikan double fault di mana fault terakhir disebabkan oleh foot fault (kaki menginjak garis waktu melakukan servis). Tidak terima dengan putusan lines woman Serena mengucapkan kata kata yang menyerang lineswoman tersebut."Jika aku bisa, aku akan membunuhmu, aku akan memasukkan bola ini ke dalam mulutmu". Akibatnya wasit akhirnya memberikan penalti kepada Serena sehingga game tersebut berakhir dan Kim Clijsterpun menjadi juara.
Akibat dari kontroversi tersebut Serena dikenakan denda oleh US Open Tournament Referee sebesar $10.500 . Hukuman denda tersebut merupakan denda terbesar yang pernah dikenakan kepada seorang pemain.
Pada tunggal putra, tidak banyak kejutan yang terjadi. Salah satunya adalah tumbangnya Andy Murray yang merupakan unggulan ke 2 pada babak ke 4 oleh Marin Cilic 7-5, 6-2, 6-2. Selain itu juga tumbangnya Andy Roddick yang merupakan unggulan ke 5 oleh John Isner dari US dengan 7-6(3), 6-3, 3-6, 5-7, 7-6(5).
Yang utama adalah tumbangnya Roger Federer juara bertahan 5 kali berturut turut oleh Juan Martin del Potro, 3-6, 7-6(5), 4-6, 7-6(4), 6-2. Ini adalah kemenangan pertama Del Potro atas Federer setelah sebelumnya kalah 6 kali berturut turut dan ini merupakan kekalahan pertama Roger Federer di US Open sejak tahun 2003. Del Potro menjadi orang Argentina terakhir yang memenangi Grandslam sejak Guillermo Vilas di tahun 1977.
Di Final Del Potro menunjukan permainan yang luar biasa, dengan servis yang keras dan pukulan yang keras, beberapa kali passing shot down the line nya membuat Roger kelabakan. Akhirnya impiannya menjadi juara Grandslam tercapai setelah pukulan Federer melambung pada set terakhir.
Di Ganda putri pasangan Venus dan Serena terus memperlihatkan dominasinya dengan memenangi Grandslam ketiga tahun ini setelah menang di Australian Open, Wimbledon dan di US Open ini.
Di Ganda putra pasangan Lukas Dlouhy dan Leander Paes mengalahkan Mahesh Bhupathi dan Mark Knowles 3-6, 6-3, 6-2, sedangkan di Mix Doubles , Carly Gullickson dan Travis Parrot mengalahkan Cara Black dan Leander Paes 6-2, 6-4.
Seri Grandslam berikutnya adalah Australia Open pada bulan Januari mendatang, akankah para petenis muda putri ini akan kembali menguasai Grandslam tersebut , kita nantikan kabarnya.
September 16th, 2009 at 17:03
Walikota Solo sayangnya kalah ya…si Jokovicdodo
September 16th, 2009 at 16:19
Jon, berarti salah’e Nadal sendiri…wong perut sendiri kok didengkul, sama-sama cedera wis…
September 16th, 2009 at 16:13
Pas Kadal muncul aku ketakutan Oom…
September 16th, 2009 at 16:06
Juwi, Nadal kalah karena baru sembuh dari cedera lutut , ditambah dengan cedera perut yang diderita pada babak sebelumnya, sehingga mengganggu penampilannya. Disamping itu memang karena penampilan Del Potro di semifinal juga bagus, yang mana hal itu diakui sendiri oleh Nadal
September 16th, 2009 at 14:48
Bagus laporannya. Aku tau Federer kalah dari berita TV soale aku stop nonton setelah nggak ada Nadal
September 16th, 2009 at 14:23
Ada rising star- Melanie Oudin; biar muda tapi bintang2 tennis yang ngetop sblmnya tampil di usia lebih muda khan?
September 16th, 2009 at 14:23
Pas Nadal kalah, aku sedih je..
Juan memang pantas menang, 4 jam bertarung…
September 16th, 2009 at 14:21
aku ga ngerti maen tenis. apa kata Buto Kudus aja, deh. kalo F1 Race, ayo!
September 16th, 2009 at 14:14
Tetap cinta Federer