M

Iwan Satyanegara Kamah – Indonesia


SERIAL RAMADHAN BALTYRA – HARMONI ISLAM – BARAT 

KETURUNAN NABI MUHAMMAD DI EROPA (24-SELESAI)

M

Muhammad

 

M.

Mulai hari 20 bulan 4 tahun 571 dia lahir. Bertaut 1355 tahun dengan hari lahir Elizabeth II, ratu Inggris yang dianggap banyak ahli tarikh sebagai turunannya.

M.

Makkah bagai ibu untuk kota tempat buminya. Walau kini namanya dipuji orang di Mombasa, disebut di Melbourne, diperdebatkan di Meksiko, dipertanyakan orang yang tak mengenalnya di Moskow, tapi dihormati di Muhammadia, sebuah kota di Maroko yang diambil dari namanya.

M.

Menjadi anak tanpa ayahnya yang wafat sebelum kelahirannya dan tanpa mengenal wajah ibunya, yang hanya melahirkan tanpa menyusui dan merawatnya bagai layaknya seorang ibu kepada anaknya.

M.

Menikahi Khadijah seorang perempuan yang kaya harta juga melimpah dengan kasih sayang serta pengertian, bagaikan oksigen ketika dia memerlukannya.

M.

Menjadi monogami selama seperempat abad untuk menghiasi cinta sejatinya kepada Khadijah. Menghormati sepenuh hati sepupu istrinya, Waraqah bin Naufal, seorang pendeta yang berlainan keyakinan yang selalu memberi dukungan akan kebenaran kenabiannya. Waraqah merangkul dan mencium ubun-ubunnya.

M.

Mendapat anugerah beberapa anak dari perkawinannya bersama Khadijah. Ia banyak berharap bisa menurunkan keturunan yang berperilaku mulia seperti keinginannya, meski hanya seorang putrinya Fatima meneruskan generasi yang melimpah bagai hamparan butiran pasir di tepi pantai.

M.

Mendapat sapaan al Amin karena kejujurannya, bukan karena asal keluarganya yang dihormati dan disegani di Makkah. Sapaan itu bagai medali untuknya, dan bak sertifikat akan kejujurannya di mata orang banyak.

M.

Meletakkan batu hitam di atas sehelai selimut untuk diangkat bersama, ketika Kabah dipugar pertama kali, agar semua orang sama derajat dan kedudukan untuk hak yang adil, menempatkan batu itu kembali ke dalam Kabah. 

M.

Meditasi atau tahannut dia lakukan ketika usianya menginjak 40, sebagai bentuk penyendirian spiritual untuk membebaskan diri dari kontaminasi dunia manusia beberapa lama. Sebuah kebiasaan sosial masyarakatnya kala itu yang dia lakukan, untuk mendapatkan kebenaran dan status baru yang mengubah dirinya, keluarganya, masyarakatnya dan dunia. Ia menjadi utusan Tuhan. Rasul baru yang terakhir.

M.

Mencintai sepenuh hati kepada pamannya Abi Thalib, yang menjadi pelindungnya atas kekerasan dan kebencian kaumnya karena kepercayaan baru yang ia bawa. Meski dia tak punya kuasa mengajak ayah sosialnya itu mengikuti keyakinannya hingga akhir hayat.

M.

Mempercayai dan menghormati Maria ibunda Isa Almasih atau Jesus, sebagai wanita paling mulia sejagat alam. Bukan ibundanya, bukan istrinya dan bukan pula putri-putrinya. Ia menghormatinya seperti yang tertulis dalam wahyu Tuhan sebelumnya.

M.

Menangislah Raja Ethiopia dibuatnya, ketika sang Negus si raja Ethiopia itu, mendengar alunan kalimat surat Maryam (Maria) dalam Quran yang dibaca utusannya, waktu pergi ke negeri itu untuk memohon suaka karena dikejar kaumnya sendiri di kampungnya sendiri.

M.

Mengajarkan kepada manusia bahwa Isa Almasih atau Jesus adalah hamba Tuhan, Utusan Tuhan, Roh Tuhan dan Kalimat Tuhan yang ditiupkan ke dalam rahim Maria. Ia mendukung “kelahiran suci” Isa dan memberi pengertian kepada siapapun tentang kehebatan dan keagungan Isa. Ia memberi sebuah keyakinan bahwa Isa tidak mati. Disalib atau tidak bukan masalah.

M.

Mencela siapapun yang berani menganggu penganut kristiani dan pemeluk agama lain tanpa sebab. “Mengganggu mereka sama dengan menggangguku”.

M.

Mengajarkan sebuah konsep kepada siapapun tentang kemuliaan hidup manusia yang tak boleh dilanggar, dilukai dan dinodai dengan cara bagaimanapun.

M.

Mempercayai bahwa ada puluhan rasul, puluhan ribu nabi yang diutus untuk setiap umat manusia dimanapun mereka. Ini membuat pengikutnya harus percaya kepada pendahulu dia. Tidak saja yang sudah tertulis namanya, tetapi juga yang belum diketahui namanya. Ada Daniel, Jusak, Khong Hu Tsu, Zarathustra, atau Lao Tse. Mengikuti ajarannya juga harus menyakini sebuah pengakuan akan kebenaran kitab suci terdahulu. Juga Injil, Zabur, Taurat dan tentunya Quran, warisannya .

M.

Memastikan bahwa orang Arab tidak lebih baik dari orang bukan Arab. Semua manusia adalah sama. Ajarannya memihak pada persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah) dan bukan persaudaraan keagamaan (ukhuwah islamiyah).

M.

Menurunkan benih darinya untuk menjadi generasi turun menurun yang melahirkan ribuan tokoh, raja dan ratu atau siapapun yang selalu mendatangkan kebaikan untuk umat manusia.

M.

Madinah, menjadi bumi tempat ia berbaring untuk selamanya, setelah melihat matahari selama 63 tahun. Puluhan kota di dunia pun meniru nama kota domisilinya, yang justru banyak di negeri-negeri barat.

M.

Dia mulia.

 

Redaksi Note :

Dengan ditayangkan artikel ke 24 serial Ramadhan Baltyra, berakhirlah serial ini. Terima kasih kepada Iwan Satyanegara Kamah yang telah menuliskan kisah Keturunan Nabi Muhammad. Artikel ini akan dibuat dalam bentuk rangkuman e-book, bagi sobat Baltyra yang menginginkannya dapat menghubungi email redaksi. Rangkuman dalam bentuk e-book untuk mempermudah pembaca yang menyukai tulisan ini, bukan untuk kepentingan komersil.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *