Gandalf the Grey – Middle Earth
Yak, benar sekali, ukuran itu penting, tapi ukuran yang mana dulu yang benar-benar penting?Banyak orang saat membeli kamera digital cenderung memilih kamera dengan ukuran megapixel terbesar karena beranggapan ukuran megapixel sangat penting, atau dengan kata lain resolusi lebih besar lebih baik.
Anggapan ini bisa benar, bisa juga salah sekali. Jika tujuannya untuk mendapat foto yang akan dicetak seukuran poster, lebih dari 1 meter misalnya, mungkin anggapan ini benar, dengan resolusi tinggi maka foto bisa dicetak ukuran besar tanpa terlihat pecah atau kabur. Tapi apakah kualitas foto yang dihasilkan kamera resolusi tinggi pasti bagus dan bisa dicetak sebesar itu? Belum tentu!
Jika tujuannya hanya untuk dipasang di website maka resolusi yang dibutuhkan biasanya kurang dari 1 megapixel, contohnya foto-foto di Baltyra ini semuanya hanya memerlukan resolusi sekitar 550 x 412 pixel alias 0.22 megapixel! Jadi kalau ada yang mau membeli kamera baru dengan alasan untuk mengirim foto di Baltyra cukup memilih kamera dengan resolusi 0.22 megapixel saja… hehe.
Secara gampang, apakah foto dari kamera handphone Sony Ericsson C905 yang 8 megapixel pasti lebih bagus daripada kamera Nikon D40 DSLR yang hanya 6 megapixel? Rasanya kok lebih bagus si Nikon DSLR. Bagaimana jika dibandingkan dengan kamera saku Canon/Nikon yang 6 megapixel juga? Tentu kamera saku akan berada di antara kamera handphone dan kamera DSLR. Mengapa demikian ? Karena resolusi tidak sama dan tidak sebanding dengan kualitas! Resolusi hanya menunjukkan banyaknya titik dalam foto digital, semakin banyak titik berarti semakin besar foto itu bisa dicetak tanpa pecah / kabur tapi belum tentu titik-titik itu membentuk gambar yang jelas tajam dengan warna terang, kontras, indah dan berkualitas tinggi.
Kualitas foto dipengaruhi banyak hal, diantaranya yang cukup penting : sensor gambar dalam kamera. Dalam contoh di atas kamera handphone mempunyai ukuran sensor gambar yang jauh lebih kecil dibandingkan kamera DSLR walaupun resolusinya sama-sama 6 megapixel, demikian juga ukuran sensor kamera saku pasti lebih besar daripada sensor kamera handphone. Dengan ukuran fisik sensor yang lebih besar maka walaupun resolusinya sama tapi gambar yang ditangkap akan lebih halus, lebih bersih, detil dan bebas noise. Selain itu kamera saku dan kamera DSLR punya kelebihan juga dalam pemrosesan data pencahayaan untuk setting apperture dan shutter, setting auto-fokus, dan feature-feature lainnya.
Sebagai bukti asal-asalan silahkan dilihat foto terlampir dan coba bandingkan bedanya.
Foto di atas hasil jepretan kamera handphone Sony Ericsson K300 (0.3 megapixel) walaupun resolusi asli hanya VGA alias 640 x 480 tapi warna cukup akurat dengan kontras lumayan. Detil gambar pada beberapa bagian kurang terlihat.
Foto di atas hasil jepretan kamera handphone Nokia E63 (2 megapixel) jelas terlihat lebih bagus resolusinya dibanding Sony Ericsson K300 tapi sayang warna dan kontras kurang baik. Detil gambar ada tapi kurang terlihat, harus diedit untuk memperbaiki kualitasnya.

Foto di atas hasil jepretan kamera saku Canon Powershot A570IS (7 megapixel) cukup bagus secara keseluruhan.

Foto di atas hasil jepretan kamera DSLR Canon EOS1000D (10 megapixel) hanya sebagai referensi saja untuk membandingkan detil, warna dan kontras.
Semua foto tadi adalah asli, tanpa diedit atau dirubah warna, kontras, balance dan lain-lain yang mempengaruhi gambar, hanya di-resize dan ditambah keterangan tulisan saja.
Berikutnya adalah foto yang sama dari dua kamera handphone di atas tetapi setelah melalui proses olah digital / editing untuk mendapatkan warna dan kontras yang bagus. Rasanya kamera handphone yang resolusinya hanya 0.3 megapixel / VGA-pun cukup lumayan hasilnya bukan?


Jadi kamera berapa megapixel yang sebaiknya kita pilih? Saat ini hampir tidak ada lagi kamera saku dengan resolusi di bawah 5 megapixel karena memang 5 megapixel ini sudah mencukupi untuk foto sehari-hari. Untuk foto ukuran jumbo postcard 4R (10 x 15 cm atau 4 x 6 inch) sebenarnya hanya membutuhkan resolusi 2 megapixel. Silahkan buktikan sendiri dengan mencetak ke studio foto langgganan anda, satu foto dengan resolusi tinggi dan satu lagi foto yang sama tapi di-resize dulu ke 2 megapixel, pasti hasil cetaknya akan susah dibedakan (kecuali menggunakan lup khusus). Hal ini dikarenakan mata kita sebenarnya cukup terpuaskan dengan resolusi cetak foto sebesar 300 dpi, 300 dot per inch alias 300 titik dalam satu inch. Untuk foto ukuran 10 x 15 cm (4 x 6 inch) memerlukan 4*300 x 6*300 pixel = 1200 x 1800 pixel = 2.1 megapixel saja. Malah ada banyak yang menyebutkan resolusi 240 dpi sudah cukup baik untuk kualitas cetak foto, misalnya: http://www.microsoft.com/
Jadi silahkan pilih kamera berdasarkan kualitas dan feature yang dibutuhkan, lupakan sejenak resolusi karena sekarang ini beda 2 – 3 megapixel tidak terlalu berpengaruh banyak.
Tambahan: Kebetulan ada kiriman foto dari nevergiveupyo (yak gambarnya bagus, pak Tino Sidin mode ON) yang menggunakan kamera hp resolusi VGA juga, semoga bisa menjadi bukti resolusi rendah tidak berarti kualitas rendah.










November 17th, 2009 at 20:36
Aimee: beyesss… pokoknya size does matter…
November 17th, 2009 at 20:34
ikutan koko ku ah…(belain koko ku) biar dikasih berlian kalo pulang ke ind
November 17th, 2009 at 20:25
ih ada yg sirik…
bentar lagi kayaknya bakal jadi most viewed juga deh, ayo siapa yg mau bantuin klik refresh/reload 80x ? hehe…
November 17th, 2009 at 17:26
iya sapa sih the pink? kalo the green aku tau
November 17th, 2009 at 17:24
The Pink? Siapa tuh?
November 17th, 2009 at 17:10
Ini mah setiap camera dibahas jadi aja the most commented…weks yang ngebahas hanya trio The pink..
November 17th, 2009 at 16:20
Iya mbah, dibikin artikel baru aja, biar jadi most commented lagi hehehe.. suwun
November 17th, 2009 at 15:58
mbah..benere dari sekian komen/tanggapan mbah..udah bisa jadi selaksa artikel tuh mbah..klo mbah niat…
November 17th, 2009 at 15:54
ada dua pilihan mbah… 20D ato 400D. dengan syarat : harus ada kegiatan kantor. baru bisa si cumin beraksi..huehehehe…
enak si veteran (cuman ga enak waktu mo ngintip hasil nge-munyuk)
mbah..nanti tolong dikritisi ya… ini lg mo dibersihin dulu. ternyata lensanya super kotor….
November 17th, 2009 at 14:41
halah ini komen bisa jadi artikel sendiri nih…
di-google juga buanyak kok coba aja ‘crop sensor’
atau nanti aja dibikin jadi artikel baru aja ya?