Badui Trip

Edy – Doha

Buat yg ingin melihat dunia dari sisi yang lain, bisa dicoba mengunjungi kehidupan suku Badui . Di tengah-tengah arus globalisasi, konsumerisme, komersialisasi di segala bidang seperti yg terjadi saat ini, mereka justru masih mempertahankan hidup secara alami, tidak mau ada listrik, transportasi, sendok/ garpu, gelas, dll.

Sejarah keberadaan mereka sampai saat ini bermula dari kedatangan Islam di tanah Banten, sedemikian kuatnya Islamisasi saat itu di bawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin dan disertai keinginan mempertahankan budaya mereka sendiri (Sunda wiwitan), mereka rela mengungsi atas ijin sang sultan ke gunung hingga sampai saat ini.

Untuk menuju lokasi suku Badui ini, dari tol Jakarta-Merak, keluar di pintu tol Balaraja menuju kota Rangkasbitung, lalu ambil arah ke Kec. Leuwidamar, lalu ambil arah desa Ciboleger, saya sarankan jangan bawa mobil sedan karena jalannya banyak yg rusak. Mobil diparkir di terminal Ciboleger ini , dari sini kita harus berjalan kaki sekitar 12 km ke lokasi Bbadui Dalam atau 4 km ke Badui Luar (Gazeebo).

Beberapa photo yg saya capture dari camera HP.

clip_image002

Orang Badui Dalam yang berbaju putih, sedang orang Badui Luar biasanya memakai baju biru.

clip_image004

Gudang tempat menyimpan hasil panen, perhatikan di tiang penyangga dipasang perangkap tikus berupa kayu lingkaran dgn diameter sekitar 60 sm. Tikus tidak akan bisa melaluinya kecuali melompat

clip_image006

Suasana perkampungan suku Badui yang tenang, damai , jauh dari hari pikuknya televisi, koran, panggung politik,resesi ekonomi, dll. Tidak ada yg ikutan pusing dgn pertarungan cicak vs buaya vs godzila, tidak peduli kurs rupiah anjok atau naik, tidak ada yg uangnya dirampas broker Sarijaya, tidak ada yang tertipu danareksa bolong semacam Antaboga, tidak perlu handphone, facebook, dll. Apakah anda siap dan bisa hidup secara alami seperti ini?

clip_image008

Terlihat rumah rumah suku Badui Luar dan jembatan bambu, ada larangan melakukan aktifitas MCK mulai dari jembatan ini ke hulu. Kalau kita mandi di bawah jembatan, maka jadilah kita orang pertama yg menggunakan aliran sungai ini. Saya sempatkan mandi di sini yang airnya sangat dingin tapi sejuk.

clip_image010

16 Comments to "Badui Trip"

  1. asepjamha  1 March, 2011 at 20:49

    munkin kah kita bisa seprrti mereka?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.