Mid Autum & Mooncake Festival

JC – Global Citizen
 
 
Dalam penanggalan China, perayaan awal musim gugur, dirayakan pada tanggal 15 bulan 8 penanggalan China, di mana tahun ini jatuh di tanggal 03 October 2009, hari ini. Perayaan datangnya musim gugur ini bisa dikatakan ada kemiripan dengan perayaan Thanksgiving Day di Amerika. Jika di Thanksgiving Day, orang memanjatkan syukur karena hasil panen yang melimpah, demikian juga di Mid Autumn Festival, rakyat China bersyukur akan awal panen sebelum memasuki musim dingin. Tapi ada juga pendapat bahwa esensi Thanksgiving di Amerika lebih mirip dengan perayaan Winter Solstice Festival (Dongzhi Festival), yang di Indonesia lebih dikenal dengan nama “sembahyang ronde” di bulan Desember.
 
Apa yang diperingati dan bagaimana asal usul peringatan musim gugur ini? Banyak sekali versi, baik di negeri China sendiri dengan beberapa versi, maupun di negeri-negeri lain yang masih berakar budaya sama seperti Jepang dan Vietnam, di mana mereka mempunyai hikayat sendiri tentang perayaan musim gugur ini.
 
Legenda Hou Yi dan Chang E
 
Banyak simpang siur dalam cerita legenda Hou Yi dan Chang E ini. Secara singkat, ada yang bilang Hou Yi ini dulunya adalah dewa, ada juga yang berkisah, dia adalah raja tiran yang kejam, dan masih ada beberapa versi lain. Versi yang terhitung paling populer adalah: konon dulu bumi dikelilingi oleh 10 matahari. Suatu hari ke 10 matahari bersinar bersamaan dan mengakibatkan kekeringan hebat di mana-mana. Penguasa Langit, yang disebut dengan Kaisar Langit mengadakan sayembara untuk memanah 9 matahari dan meninggalkan satu untuk kehidupan di bumi.
 
Pemanah Hou Yi mencoba dan berhasil memanah 9 matahari. Kaisar Langit senang dan bertanya kepada Hou Yi mau hadiah apa. Hou Yi hanya ingin menikahi gadis yang dicintainya yaitu Chang E. Kemudian menikahlah mereka. Perayaan yang begitu meriah. Setelah menikah, Kaisar Langit kebetulan ingin merombak istananya, dan memanggil Hou Yi yang bukan saja seorang pemanah ulung tapi juga seorang arsitek mumpuni. Proyek pemugaran istana langit berhasil dengan sukses. Saking senangnya, Kaisar Langit menghadiahkan sebotol pil untuk kehidupan abadi dengan catatan harus berbagi dengan istrinya, supaya Hou Yi dan Chang E bisa hidup berdampingan selamanya sekaligus mencapai keabadian.
 
Sedemikian gembiranya Hou Yi, dia segera berlari ke rumah, dan menunjukkan pil keabadian itu. Saking senangnya, si istri, Chang E, langsung membuka botol tsb dan menenggak habis. Karena “over dosis”, seketika itu juga Chang E pingsan, terjatuh ke lantai dan pada saat yang sama tubuhnya terasa ringan, dan langsung melayang ke langit. Merasa terkejut, si istri, Chang E, menyambar apa saja untuk berpegangan sehingga dia tidak terbang ke langit, apa saja, meja, kursi, pintu, tetap saja proses terbang berlanjut terus.
 
Dan yang terakhir, kandang kelincinya yang berisi kelinci putih juga disambar, tapi tetap saja, si istri tetap melayang ke langit, dan akhirnya terdampar di bulan. Konon, sampai sekarang, kelinci itu bisa terlihat jika bulan sedang bulan purnama (tapi terus terang, dari kecil saya gak bisa liat tuh….hehehe…). Tapi kemudian keajaiban masih berpihak kepada pasangan Hou Yi dan Chang E, setahun sekali, pada tanggal 15 bulan 8 penanggalan China, akan muncul jembatan yang menghubungkan bumi dan bulan, sehingga pasangan itu dapat bertemu dan memadu kasih di hari itu.
 
Foto 2 Mooncake Box
Revolusi Ming (berdirinya Dinasti Ming)
Setelah dijajah sekian lama oleh penjajah Mongol di bawah Dinasti Yuan (1280 – 1368) – ada yang menyebutnya Dinasti Goan (beda dialek pengucapan saja). Bagi yang suka baca cerita silat dan nonton serial silat, ini jamannya Sin Tiau Hiap Lu (Yo Ko – Siao Liong Lie) di mana kota Siang Yang akhirnya jatuh ke tangan orang Mongol dan seluruh China ada di bawah kekuasaan dinasti baru, Yuan (). Dalam kurun waktu itu, pemberontakan untuk menumbangkan Dinasti Yuan berlangsung terus, dan belum pernah berhasil. Akhirnya di kisaran tahun 1360’an, timbul’lah gerakan bawah tanah, yang dipimpin oleh seorang petani bernama Zhu Yuanzhang (朱元璋), yang memimpin gerakan perlawanan kepada penjajah Mongol. Zhu dan penasehatnya Liu Bowen (刘伯温) menyebarkan issue bahwa ada penyakit tak tersembuhkan dan hanya bisa dicegah dengan memakan kue bulan (mooncake) yang sudah dipersiapkan secara khusus yang kebetulan jatuh pada mid autumn, yaitu tanggal 15 bulan 8.
 
Ternyata itu adalah satu cara untuk menyebarkan surat kepada sebagian besar rakyat yang mendukung pemberontakan menggulingkan penguasa Mongol. Cara untuk menuliskan pesan rahasia itu adalah dengan cara sedemikian sehingga harus dikemas dalam 4 buah mooncake, dan dikemas dalam 1 kotak. Masing-masing mooncake itu harus dipotong menjadi 4 bagian, sehingga total mendapatkan 16 potong yang kemudian harus dirangkai sedemikian sehingga pesan rahasia tsb dapat terbaca. Ada juga versi yang mengatakan bahwa pesan rahasia tsb ditulis di kertas dan dimasukkan di tengah mooncake.
 
Sementara itu, versi keren dari kisah kepahlawanan ini adalah dapat kita baca di buku Golok Pembunuh Naga (Yi Tian Tu Long Ji/To Liong To – 倚天屠龙记), dengan tokohnya Thio Bu Ki dan Tio Beng. Di dalam cerita silat ini disebutkan bahwa Zhu adalah salah satu bawahan dari Thio Bu Ki. Di samping itu, masih ada lagi novel karangan Ching Yun Bezine dengan judul River of Lanterns, versi English, terbitan Signet ISBN 0-451-17555-7 dan versi bahasa Indonesia, terbitan Gramedia tahun 1995, ISBN 979-605-171-0). Bagi yang berminat silakan dicari di Amazon. Kebetulan saya punya keduanya.
 
Singkat cerita, Dinasti Yuan tumbang, dan bergantilah menjadi Dinasti Ming (1368 – 1644) dengan kaisar pertama adalah Zhu Yuanzhang. Untuk mengenang perjuangan dan titik balik berdirinya Dinasti Ming, sejak saat itu, mid autumn diperingati secara rutin sampai sekarang.
 
Mooncake/Kue Bulan
Mooncake ini adalah salah satu sajian khas dari China, dan banyak terdapat di mana-mana pada saat Mid Autumn Festival setahun sekali, terkecuali di Jepang, yang katanya tersedia sepanjang tahun, dan dikenal dengan sebutan “Geppei”.
 
Secara umum, mooncake ini berbentuk bundar atau persegi dengan diameter berkisar antara 10 cm, dan ketebalan 4-5 cm. Berisi suatu pasta padat dan liat di dalam kulit tipis sekitar 2-3 mm. Di tengah mooncake itu biasanya berisi kuning telor asin, bisa sebutir, 2 butir, bahkan 4 butir. Mooncake adalah makanan berat, kaya dengan rasa, dibandingkan dengan kebanyakan pastry model barat.
 
Foto 1 & 2: Mooncake Box
Kemasan kotak mooncake dalam masa sekarang ini menjadi suatu seni tersendiri, kesenian dan karya indah, seperti nampak dalam foto di bawah dan bentuk kotak yang memanjang di atas.
 
Foto 1 Mooncake Box
 
Foto 3 & 4: Mooncake Various Filling
Isi dari mooncake biasanya manis, sedikit berminyak. Kuning telor asin di dalamnya menyimbolkan bulan purnama dan uang emas. Di mana dalam budaya China, segala jenis festivities/perayaan biasa dihubungkan dengan kesejahteraan, kemakmuran, kebahagiaan, panjang umur, kesehatan, dsb. Belakangan ada juga mooncake dengan filling green tea seperti dalam Foto 4.
 
 
Foto 5 & 6: Mooncake Package
Bisa kita lihat cara menyusun mooncake dalam kemasan yang berbeda, bisa dalam bentuk tradisional dalam Foto 5, atau bisa juga memanjang dalam susunan kontemporer seperti pada Foto 6.
 
Foto 5 Various Mooncake
 
Foto 6 Various Mooncake
 
Foto 7 – 9: Mooncake Surface Printing
Secara tradisional, kulit mooncake biasa tercetak huruf-huruf Mandarin seperti “longevity”, “harmony”, nama dari toko atau keluarga pembuat, bulan purnama, kelinci, dsb. Dapat dilihat di Foto 7 – 9. Berbagai corak dekoratif bisa anda lihat dalam foto-foto dari Foto 7 – 9.
 
Foto 7 Mooncake Surface
 
Foto 8 Mooncake Surface
 
Foto 9 Mooncake Surface
 
Fillings
Secara tradisional mooncake isinya bisa dibagi menjadi 4, yaitu:
  • Lotus seed paste (连蓉 – lian rong): yang dianggap paling mewah, paling berharga dan paling lezat. Di beberapa tempat, karena tingginya harga lotus seed paste yang jarang terdapat, maka kadang juga digunakan white kidney bean sebagai bahan tambahan pengisi.
  • Sweet bean paste (豆沙 – dou sha, sering dilafalkan tau sa di Indonesia), paling banyak terbuat dari azuki beans, sehingga dikenal dengan nama red bean paste. Tapi di beberapa tempat lain terbuat dari Mung bean atau black bean. Ini juga banyak terdapat di Indonesia, yang dibilang isi “tau sa” biasanya berwarna hitam.
  • Jujube paste (枣泥): berbentuk pasta yang manis, terbuat dari buah yang masak dari tumbuhan jujube. Warna dari pasta ini biasanya merah gelap, sedikit asam, ada aksen rasa seperti diasap. Kadang bisa dibingungkan antara jujube paste dan red bean paste. Isi jujube paste ini hampir-hampir tidak pernah dijumpai di Indonesia, karena tidak populer sama sekali.
  • Five kernel (五仁): isinya 5 macam kacang-kacangan dan biji-bijian yang dicincang kasar, dan direkatkan satu sama lain dalam mooncake dengan maltose syrup.
 
Jenis-jenis Kulit Mooncake
  • Chewy: inilah yang sekarang paling populer di mana-mana dan banyak dijumpai di seluruh dunia. Seperti nampak dalam foto-foto di atas, seperti inilah kulit mooncake yang disebut dengan chewy ini, yang paling banyak disukai dan sudah menembus lintas batas benua. Terbuat dari bahan-bahan sirup gula kental, lye water, tepung dan minyak.
  • Flaky: jenis yang ini lebih dikenal dengan nama Suzhou-style mooncake. Adonan kulitnya dibuat dengan menggulung adonan yang terdiri dari minyak dan tepung. Rasa dan tekstur hampir sama dengan model pastry barat atau puff pastry.
  • Tender: di beberapa provinsi di China dan beberapa tempat di Taiwan, jenis ini banyak juga.
 
Mooncake Styles
  • Cantonese-style mooncake: ini yang paling mendunia, berasal dari provinsi Guangdong, dan di tempat asalnya terdapat lebih dari 200 variasi.
  • Suzhou-style mooncake: bermula dari ribuan tahun lalu, campuran yang royal dari lemak binatang dan gula serta tepung. Model yang ini banyak juga terdapat di Indonesia.
  • Beijing-sytle mooncake: ada 2 variasi, yang satu disebut dengan di qiang, yang lebih mirip dengan Suzhou style. Dan satu lagi disebut dengan fan mao, di mana rasanya cenderung lebih flaky.
  • Chaoshan (Tiociu)-style mooncake: ini juga flaky tapi lebih memiliki diameter yang lebih besar daripada Cantonese-style, tapi lebih tipis. Aroma lemak yang digunakan akan lebih kuat untuk style ini.
  • Ningbo-style mooncake: lebih khusus di provinsi Zhejiang, rasa lebih cenderung ke asin dan spicy.
  • Yunnan-style mooncake: cenderung lebih manis.
Mooncake modern sekarang lebih banyak lagi variasinya, ada yang dari agar-agar, ada yang dari ketan/glutinous rice, ada yang isinya keju, chicken floss (abon ayam), tiramisu, bahkan ice cream, coffee, dsb, dsb.
 
Mooncake di Indonesia
Entah sejak kapan mooncake di Indonesia diadaptasi, yang jelas, saya rasa usianya sudah sama tuanya dengan usia imigran perantauan dari China yang pertama datang ke Indonesia. Di Semarang, kota kelahiran saya, mooncake yang paling populer adalah 2 jenis, yaitu Cantonese-style mooncake, yang banyak dibikin oleh restoran-restoran lama di Semarang, seperti Phien Thjwan Hiang, Pringgading, kemudian yang khusus memproduksi seperti Kiem Liong, Cap Bayi, dan masih banyak lagi. Serta style dari Suzhou dan Tiociu yang kemudian diadaptasi namanya menjadi PIA.
 
Foto 10 Pia Semarang
Foto 10 – 13: Pia Semarang
Mooncake akhirnya diadaptasi namanya menjadi PIA, yang berasal dari dialek Hokkian dari ucapan Mandarin’nya “bing” (baca ping, ). Segala jenis makanan seperti ini dinamakan pia, termasuk bakpia pathok di Jogja, pia Kemuning di Semarang, Pia Cap Bayi, dsb, adalah asalnya dari kata “bing” tadi. Pia-pia di Indonesia ini mengadaptasi dari Suzhou dan Tiociu-sytle mooncake, di mana kulit mooncake yang lebih crispy dan flaky dan terlihat lapisan-lapisan yang membentuk kulit pia itu.
 
Foto 11 Pia Durian & Kacang Hijau
Awalnya, lapisan-lapisan pia itu memang ada campuran dari lemak babi, yang diharamkan oleh umat Muslim, sehingga karena tuntutan jaman dan masyarakat, makin ditemukan bahan-bahan pengganti yang bisa menciptakan efek lapis-lapis tadi tanpa menggunakan lemak babi. Sekarang di manapun di Indonesia sudah bebas dari lemak babi, terkecuali di beberapa toko khusus yang memang spesialisasi menjual dengan filling/isi daging babi cincang, atau produk-produk turunan babi. Jaman makin maju, makin terbuka, makin mengglobal, sehingga jadilah mooncake atau diadaptasi menjadi pia di Indonesia ini makin mengglobal, makin mendunia. Bagi umat Islam, tidak perlu kuatir untuk ikut mencicipi mooncake yang banyak dijual di mall-mall, di Bread Talk, di hotel-hotel, produk dari salah satu MLM di Indonesia juga ada, dan aman karena jaminan mutu bebas dari yang diharamkan umat Islam.
 
Foto 12 Pia Gula Aren
Pada waktu saya kecil, masa-masa sembahyangan tiong jiu pia (lafal lain lagi dari “zhong qiu yue bing”, baca: cung jiu yue ping, 中秋月饼, yang disingkat menghilangkan kata yue), merupakan masa-masa yang paling dinanti. Kombinasi pia model Suzhou dan Tiociu style berjajar bersama di meja bersama dengan mooncake yang model Cantonese. Sungguh nikmat dan lezat menikmati bersama keluarga kami, walaupun waktu itu masih jaman represif, tapi masih saja bisa merayakan Mooncake Festival ini di kalangan keluarga sendiri.
 
Foto 13 Pia KejuDengan aneka ragamnya budaya di Indonesia, yang walaupun berasal dari luar, tapi sudah menyatu di Indonesia selama ratusan tahun, dapat memperkaya khasanah budaya Indonesia. Bagi yang berasal dari Jogja, Semarang, Solo dan sekitarnya, paling tidak bisa sedikit “mengobati” kerinduan akan pia dari tempat masing-masing. Tiada maksud ngiming-ngimingi lho….hehehe….
 
Terima kasih sudah membaca tulisan saya lagi.

 

 

About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.