Camp Vietnam ada di Pulau Galang

GC – an Island

 

Dear Pembaca Baltyra,

Lebaran kali ini kami tidak pulang, karena libur kami cukup lama yaitu 10 hari. Maka kami memutuskan untuk jalan-jalan keliling Batam. Karena kami sama-sama bekerja, maka tidak banyak waktu luang yang bisa dihabiskan untuk berpergian. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya pergi ke Barelang dan Pulau Galang, namun karena permintaan khusus dari Nenek kami untuk meliput dan bercerita lewat foto, maka berangkatlah kami kesana.

Untuk sampai di Pulau Galang, kita harus melewati lima Pulau dan lima Jembatan. Jembatan pertama yang kita lewati adalah jembatan Barelang. Selain penghubung pulau, jembatan ini juga menjadi trademark pulau Batam. Nama-Nama pulau yang bisa kita jangkau dengan Jembatan antara lain adalah Pulau Rempang, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Setoko, dan Pulau Galang.

Jalan antar pulau tersebut sudah cukup baik, namuan penerangan belum bisa dirasakan oleh semua warga di pulau-pulau tersebut. Pulau-pulau tersebut masih sangat sedikit penduduknya, namun demikian Resto Seafood cukup banyak kita jumpai di sepanjang jalan antar pulau ini. Salah satu tempat yang cukup ramai dikunjungi wisatawan asing maupun penduduk lokal di sini adalah Kelong Seafood Restaurant, yang bisa kita datangi setelah kita melewati jembatan keempat.

Jembatan yang paling ramai dikunjungi adalah Jembatan Barelang, di sepanjang jalan ini banyak pedagang makanan, dan di kanan kiri sebelum dan sesudah jembatan Barelang banyak penjual jagung manis bakar. Menurut salah satu penjual jagung bakar di situ, dulu sebelum ada penerangan, Jembatan Barelang ramai dikunjungi muda mudi hingga dini hari. Namun setelah ada penerangan justru Jembatan tersebut mulai sepi di malam hari. Hm, entah apa yang mereka cari dan lakukan di dalam kegelapan dulu hingga betah berlama-lama sampai dini hari. Kalau saya sih demi keamanan jelas mencari yang terang benderang.hehehe!

clip_image002

(foto 1 : Jembatan Barelang)

clip_image004

(foto 2 : Pemandangan dari Jembatan Barelang)

Jarak yang kami tempuh dari Jembatan Barelang menuju pulau Galang, kurang lebih 30 KM.

Saya memilih siang hari untuk pergi ke Pulau Galang, entah mengapa saya kurang nyaman kalau ke Galang menjelang sore. Beruntunglah kami, hari itu selain kami berdua, ada rombongan turis asing dan turis lokal yang berkunjung, jadi jalan-jalan di sepanjang Camp Vietnam tidak terlalu spooky.heheheh!

clip_image006

(foto 3 : Penunjuk Arah menuju Camp Vietnam)

clip_image008

(foto 4 : Peta Lokasi area di Camp Vietnam)

clip_image010

(foto 5 : Sepanjang Camp Vietnam)

Pulau Galang atau warga di sini juga sering menyebutnya dengan Kampung Vietnam, adalah

sebuah pulau yang diperuntukan bagi pengungsi Vietnam untuk mencari perlindungan atau suaka pasca terjadinya konflik internal (antara Vietnam Utara dengan Vietnam Selatan) di negara tersebut, sekitar tahun 1979. Demi alasan keamanan, maka ratusan ribu penduduk Vietnam Selatan mengungsi keluar Vietnam dengan menggunakan perahu.

clip_image012

(foto 6 : Perahu Pengungsi)

Para pengungsi ini meninggalkan negaranya menggunakan perahu-perahu yang kondisinya memprihatinkan. Dalam satu perahu bisa ditempati hingga 100 orang. Berbulan-bulan para pengungsi terombang-ambing di tengah perairan Laut Cina Selatan, tanpa tujuan yang jelas. Sebagian dari mereka ada yang meninggal di tengah lautan dan sebagian lagi dapat mencapai daratan, termasuk wilayah Indonesia, seperti Pulau Galang.

clip_image014

(foto 7 : Perahu Pengungsi)

clip_image016

(foto 8 : Sejarah Perahu)

Gelombang pengungsi ini menarik perhatian Komisi Tinggi Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) dan Pemerintah Indonesia. Pulau Galang, Kepulauan Riau, akhirnya disepakati untuk digunakan sebagai tempat penampungan sementara bagi para pengungsi. UNHCR dan Pemerintah Indonesia membangun berbagai fasilitas, seperti Barak Pengungsian, Tempat Ibadah, Rumah Sakit, Sekolah, Youth Centre bahkan Penjara, yang digunakan untuk memfasilitasi sekitar 250.000 pengungsi.

clip_image018

(foto 9 : Kantor UNHCR)

clip_image020

(foto 10 : Barak Pengungsian)

clip_image022

(foto 11 : Gereja Katolik)

clip_image024

(foto 12 : Gereja Katolik)

clip_image026

(foto 13 : Pagoda Cua Ky Vien)

clip_image028

(foto 14 : Patung di depan Pagoda)

clip_image030

(foto 15 : Ex PMI Hospital)

clip_image032

(foto 16 : Hospital Galang Site II)

Rumah Sakit ini dibangun atas kerjasam UNHCR, Palang Merah Indonesia dan Palang Merah Internasional. Rumah Sakit ini memiliki 30 kamar, dengan kapasitas 10 orang per kamar. Tenaga Medis yang bertugas berasal dari berbagai Negara termasuk dari Indonesia. Untuk peralatan dan alat medis di rumah Sakit ini cukup memadai. Penyakit yang dibawa oleh pengungsi selain penyakit kelamin, juga Polio yang banyak diderita.

clip_image034

(foto 17 : Youth Centre)

clip_image036

(foto 18 : Penjara Pengungsi)

Foto 18 ini selain berfungsi sebagai penjara juga merupakan Markas Satuan Brimob Polri yang berugas di Camp Vietnam. Penjara ini digunakan untuk menahan pengungsi yang mecoba melarikan diri dari Camp maupun pengungsi yang terlibat tindakan kriminal seperti pencurian, pemerkosaan bahkan pembunuhan sesama pengungsi.

Ketika mulai memasuki Camp ini saya melihat ada Humanity Statue, saya pikir patung itu hanya sebagai simbol kemanusiaan, ternyata patung tersebut dibangun untuk mengenang korban pemerkosaan yang akhirnya meninggal karena bunuh diri.

clip_image038

(foto 19 : Humanity Statue)

clip_image040

(foto 20 : Ngha Trang Grave)

Di tempat ini, para pengungsi Vietnam meneruskan hidupnya sepanjang tahun 1979-1996, hingga akhirnya mereka mendapat suaka di negara-negara maju yang mau menerima mereka ataupun dipulangkan ke Vietnam. Para pengungsi ini dikonsentrasikan di satu permukiman seluas 80 hektar dan tertutup interaksinya dengan penduduk setempat. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengawasan, pengaturan, penjagaan keamanan, sekaligus untuk menghindari penyebaran penyakit kelamin Vietnam Rose yang dibawa oleh para pengungsi.

Di Camp Vietnam ini juga terdapat Museum, jadi kita bisa melihat sejarah masa lalu, barang-barang peninggalan orang-orang Vietnam selama mereka menempati pengungsian ini, serta foto-foto aktivitas mereka selama di sini.

Iya, Camp Vietnam di Pulau Galang ini, bisa dibilang merupakan “Vietnam kecil” karena semua fasilitas penunjang kehidupan mereka tersedian di Camp ini.

clip_image042

(foto 21 : alat memasak)

clip_image044

(foto 21 : peralatan rumah tangga)

clip_image046

(foto 22)

clip_image048

(foto 22 & 23 : Sepeda Motor Peninggalan dari UNHCR)

Dan akhirnya pada tahun 1996, 13 tahun yang lalu, Camp Vietnam ini resmi ditinggalkan oleh para pengunsi. Pengungsi-pengungsi tersebut harus melalui uji kewarganegaraan baru untuk memperoleh suaka ke Negara yang mereka inginkan. Banyak diantara pengungsi yang memilih Amerika sbagai Negara baru mereka. Namun para pengungsi yang tidak lolos harus dipulangkan ke Negara asalnya. Menurut cerita sempat terjadi insiden penghancuran perahu oleh pengungsi, karena bagi mereka yang tidak lolos uji kewarganegaraan tidak ingin dipulangkan kembali ke Vietnam.

clip_image050

(foto 24 : wajah-wajah para pengungsi)

Sedikit wajah Vietnam ada di Pulau Galang. Sebuah tempat yang sekarang menjadi saksi bisu dan sarat makna kemanusiaan, kesedihan, keprihatinan bahkan kegembiraan bagi mereka yang pernah menjadi bagian dari komunitas pengungsi warga Vietnam.

Salam,

G.C

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.