Wednesday, 7 October 2009
La Rose – The Netherland
Kita semua pasti pernah merasakan yang namanya putus cinta. Sudah berpacaran atau hidup bersama bertahun-tahun, tiba-tiba kita ingin memutuskan hubungan dengan pasangan kita. Berat rasanya berpisah dengan orang yang kita (pernah) cintai. Bahkan orang-orang terdekat pun akan kaget mendengar keputusan kita untuk berpisah dengan pasangan kita.
Putusnya sebuah hubungan bisa terjadi karena si dia yang memutuskan kita atau malah kita yang memutuskan si dia.
Banyak hal dan alasan kenapa kok kita bisa memutuskan untuk berpisah dengan pasangan kita. Bisa saja karena di mata kita pasangan itu tidak lagi menarik seperti dulu, kalau dulu sepertinya pasangan kita penuh rasa humor, romantis, menyenangkan, tiba-tiba semua yang pernah kita rasakan itu hilang…hiks. Yang tadinya penuh perhatian, selalu rapih cara berpakaian setelah pacaran atau hidup bersama, dia tidak lagi seperti pertama kali kita mengenalnya, malah kelihatan sifat aslinya, jorok, egois,malas, pokok macam-macam deh kejelekannya keluar.
Bisa juga kita memutuskan hubungan dengan pasangan kita,di sebabkan karna kita atau malah dia ketemu dengan seseorang yang bikin kita atau dia akhirnya jatuh cinta dengan orang lain.
Kalau sudah terjadi seperti itu, pasti kita akan mengambil keputusan yang sangat berat dan melukai pasangan kita itu.
Ada baiknya kita berkata jujur pada pasangan kita, kalau hubungan sudah tidak bisa di pertahankan apapun alasan dan seberat apapun, kita harus bisa menerima keputusan apapun, dan berani berbicara tegas pada pasangan kita, namanya juga hidup ada kalanya manis dan ada kalanya pahit. Mengambil sebuah keputusan yang tepat, rasanya berat untuk mengatakan kepada pasangan kita, mebutuhkan waktu kadang bisa satu hari, seminggu, sebulan, bahkan mungkin setahun. Baru keputusan yang kita ambil itu bisa diutarakan kepada pasangan kita secara dewasa dan butuh pengertian dari kedua belah pihak.
Apapun keputusan yang akan kita ambil, yang pertama adalah tunjukkan bahwa kita masih ada respect sama dia, walau kita sudah memutuskan untuk pergi darinya, katakan sejujurnya bahwa dia pernah sangat berarti dalam hidup kita.
Mencoba menjelaskan kenapa kita memutuskan hubungan ini, dan sewaktu berbicara dengan dia, usahakan hanya berdua saja tanpa orang lain berada saat itu. Dan jelaskan kenapa kita sampai mengambil keputusan yang berat ini, agar dia tahu sebabnya dan juga menunggu reaksi nya, gimana saat mendengar kita ingin memutuskan hubungan dengannya.
Keputusan yang kita sudah keluarkan harus tetap di pertahankan apapun resikonya, apalagi kalau keputusan kita itu sudah didengar oleh teman, saudara, orang-tua, terutama dari pihak pasangan kita, pasti akan timbul kontroversi yang negatif tentang diri kita.
Ini adalah keputusan kita yang sudah kita ambil, jangan terpengaruh dengan orang-orang yang ingin memperngaruhi kita, mereka pasti mencoba agar kita bisa kembali seperti dulu dengan pasangan kita itu. Karena mereka hanya melihat dari luar saja,sementara kita yang merasakannya,yang terbaik menurut mereka, belum tentu yang terbaik untuk kita.
Putus sebuah hubungan dengan orang yang kita cintai, biasa bisa menimbulkan rasa sakit hati dan rasa kehilangan yang berkepanjangan, bisa membuat diri kita depresif berat. Karna kita sudah bersamanya beberapa bulan atau mungkin bertahun-tahun, tiba-tiba cinta kita harus berakhir sampai di sini, pasti kita akan merasakan trauma (breakup blues) Ada yang butuh hanya beberapa hari, bulan, bahkan tahunan untuk bisa menghilangkan rasa sakit dan kekecewaan di hati, bahwa cinta kita memang sudah berakhir bersamanya, sedangkan hidup itu harus terus berjalan. Jangan sampai kita ini mengalami, seperti hidup segan, mati tak mau..hehehe..
Sebaiknya kalau sampai terjadi drepesif seperti itu kita harus cepat sadar dan bangun kembali dari kesedihan, tidak ada gunanya meratapi apa yang telah terjadi. Kita harus bisa menerima bahwa itu semua memang sudah terjadi dan berakhir, ini adalah saatnya untuk memulai kehidupan baru tanpa dirinya. Kalau bisa coba bertanya pada diri sendiri dan mencari tahu pada diri sendiri kenapa dia bisa meninggalkan kita, apa yang salah dengan diri kita ini dan menganalisanya.
Kalau kita akhirnya mencoba memulai hubungan baru lagi dan ketemu seseorang, jangan pernah berfikir bahwa orang itu hanya untuk pelarian saja agar bisa melupakan pasangan lama yang sudah meninggalkan kita. Karena itu tidak fair terhadap pasangan baru kita.
Seandainya kesedihan (penderitaan) kita masih belum hilang juga, coba cari teman yang bisa dipercaya dan mau mendengar problem kita, menganalisanya bersama teman curhat kita, mungkin teman kita bisa mencarikan jalan keluarnya.
Jangan terlalu lama hanyut dalam penderitaan, jauhkan music-music romantis yang bakal bikin kita tambah sengsara menangis tersedu-sedu..hiks..hiks…Hidup kita masih panjang, carilah kesibukan yang bisa membuat diri kita bangkit kembali dari kesedihan itu. Manjakan diri ke salon, spa, fitness, shopping, dugem, buatlah diri kita ini melangkah memasuki kehidupan baru tanpa dirinya.
Kalau kita menjadi single again di saat kita tidak muda lagi (bukan umur 20 an), tetapi di atas 30 an, 40 an, atau mungkin lebih. Sementara kita sudah terbiasa bertahun-tahun atau bulan hidup bersama dengan pasangan, yang tadinya di rumah selalu ada yang menghangatkan suasana, selalu ada pasangan yang menemani kita di saat apapun, tiba-tiba kita setelah berpisah dengan pasangan kita, mengalami hidup dalam kesendirian, mungkin kesepian, harus menyesuaikan diri lagi dengan kekosongan yang terjadi di dalam rumah kita, membiasakan diri melakukan apapun didalam rumah sendirian. Sementara untuk nongkrong di discotik atau cafe mencari kenalan (pasangan) baru untuk mengisi kekosongan hidup kita, rasanya kita ini bukan anak ABG lagi.
Jangan patah semangat, ini adalah jaman tecnologi, di abad 21 ini semua terlihat normal dan mudah untuk mencari pasangan di usia itu. Bisa melakukan blind dates dan masuk ke dating site, atau masuk ke chatting room dan berkenalan dengan pasangan yang juga menghadapi situasi seperti kita ”Single” jauhi yang namanya “laki orang” dan ” bini orang” karena kalau sampai menjalin hubungan dengan seseorang yang sudah dipunyai oleh orang lain, urusannya malah menjadi runyam.
Melakukan blind dates biasa kebanyakan mengalami kekecewaan ketika kita kopdar, tetapi ada juga yang berhasil jadian sampai kepelaminan.
Tetapi biasanya juga, suka aja ada teman atau collega yang berusaha untuk mempertemukan (menjodohkan) kita dengan kenalannya yang juga single.
Misalnya di saat pesta ulang tahun, ketika hangout atau sekedar mengundang kita kumpul di rumahnya sementara di sana sudah ada seseorang yang akan dikenalkan kepada kita..hahaha..
Sebaiknya kalau mencari pasangan, bukan terpaksa karena kita takut menjalani hidup sendiri dan ingin cepat-cepat mendapat pasangan baru lagi karena kekosongan di dalam rumah kita.
Dengan kegagalan berkali-kali dengan pasangan hidup kita,apalagi di usia tidak muda lagi,yang paling utama dalam memilih itu jangan melihat lebih ke fisiknya, tetapi hatinya, kebaikannya dan kecocokannya, bahwa pemikirannya memang sejalan dengan kita untuk melangkah ke jalur lebih serius dengan pasangan baru kita. Kalau ingin memilih seseorang sesuai dengan type yang kita inginkan, biasanya malah susah untuk mendapatkannya karena di dunia ini tidak ada yang perfect.
April 5th, 2012 at 13:06
aq msh aja suka nangis (terakhir pas baca artikel ini sih) krn inget ma mantan yg udah putus sejak 6th yg lalu. feeeling guilty tp sdh loose contact ma dia hiks andreas burghardt, where are you ? i a
m missing u so much
February 25th, 2011 at 16:12
Br putus cinta dng cara yg ga mengenakan…..hanya lewat bbm….sebelumnya ketemu tp dia ga berani bilang…kesel….sedih…masih suka nangis bombay…..tp mudah2an cepet pulih…..
October 11th, 2009 at 03:37
mending sakit hati daripada sakit gigi! eh salah, yah? just kidding…patah hati yg pertama waktu sma, yg paling membekas! klo yg berikut2nya, tidak ada bekasnya sama sekali…hehe
October 8th, 2009 at 21:01
Huaaah…, mending putus rokok deh daripada putus cinta… Paiiiiiit… bweeeh..! bweeeh…!
October 8th, 2009 at 09:25
Hihi..pada curhat masalah patah hati semua disini
October 8th, 2009 at 09:12
Setuju banget LR! patah hati nggak sampe nangis bombay sih..paling2 sedih 3 bulan (kaya masa percobaan aja nich ya) selebihnya sih….emang gue pikirin….he he hehe hehe he
October 7th, 2009 at 22:42
Hallo semua yang sudah membaca dan memberi komentar terima kasih apresiasi-nya,segitu aza dulu ini masih kagok cara KoKo-nya.Baru dikasih tahu dan diajarin..Nenek SophieLinda:Setujuuu banget..
October 7th, 2009 at 13:55
Rasanya aku gak pernah berdarah-darah meratapi nasib…hehehe…sudah ya sudah…mungkin duluuuu yang pertama karena namanya baru pacar pertama…setelah itu…biasa saja…
Asik, LR turun gunung…horreeee…terima kasih artikelnya…
October 7th, 2009 at 12:40
Mba La Rose…se7 ma artikel na.
October 7th, 2009 at 12:06
dewi aichi : tant…sama2 enak sama2 ga enak.
enaknya ya bisa nyari “target” baru. ga enaknya ya… klo nolak, trus liat kesedihannya…wew… tapi ya gmn… lha ak klo ditolak juga ekspresinya (mungkin) kyk gitu.. hihihihi
ami : oiya.. beda memang.maafkan… masih terbiasa asal. ntar ak tanya budheku ah.. mungkin di koleksi kasetnya msh ada… terimakasih..